Rabu, 4 November 2026 Seni Rupa

 IDENTITAS

Nama Guru: Fitri Daryani, S.Pd.
Mata Pelajaran: Seni Rupa
Hari, Tanggal: Rabu, 4 November 2026
Fase/Kelas: B / IV (Empat)
Materi: 
Teknik Membuat Sketsa, Mewarnai, Menyelesaikan, Presentasi, dan Refleksi Karya Gambar Cerita

Pertemuan ke: 4



    Good morning students…

    Tabik pun....!!!!                                                                                                                         

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Good morning students class 4C…how are you today ? I hope everyone is in good health, high spirits and happy.  

            Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt.selalu memberikan                  kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang   bermanfaat. Aamiin. 🤲

              “Siap belajar pembagian dengan semangat?” 😊

📋 PERANGKAT PEMBELAJARAN

Capaian Pembelajaran (CP)

Peserta didik mampu mengamati, mengenali, dan mengeksplorasi unsur-unsur seni rupa serta menggunakan pengalaman pribadi sebagai sumber ide dalam membuat karya gambar cerita. Peserta didik mampu mengembangkan gagasan visual melalui penentuan tema, tokoh, latar, dan urutan peristiwa, membuat sketsa, memilih warna, serta menyampaikan makna cerita melalui gambar secara kreatif.

Tujuan Pembelajaran

Peserta didik mampu membuat gambar cerita berdasarkan pengalaman pribadi dengan menentukan tema, tokoh, latar, urutan peristiwa, membuat sketsa, memilih warna, menyusun gambar secara runtut, serta menyampaikan cerita melalui gambar dengan kreatif, rapi, dan percaya diri.

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan teknik dasar membuat sketsa gambar cerita berdasarkan pengalaman pribadi.

  2. Mengidentifikasi alat dan bahan yang digunakan untuk membuat gambar cerita.

  3. Membuat sketsa gambar cerita berdasarkan tema dan pengalaman pribadi.

  4. Mengembangkan sketsa menjadi gambar cerita dengan menambahkan tokoh, latar, dan objek pendukung.

  5. Memilih dan menggunakan warna yang sesuai dengan suasana cerita.

  6. Menyelesaikan gambar cerita dengan memperhatikan kerapian, kreativitas, dan kesesuaian urutan peristiwa.

  7. Menyusun gambar cerita secara runtut dari awal, tengah, hingga akhir.

  8. Mempresentasikan hasil karya gambar cerita di depan teman dengan percaya diri.

  9. Melakukan refleksi terhadap proses pembuatan dan hasil karya seni rupa.

Mindful (Berkesadaran)

Peserta didik mengingat kembali pengalaman pribadi yang berkesan dan memusatkan perhatian pada proses menggambar. Peserta didik memperhatikan setiap tahapan pembuatan gambar cerita, mulai dari membuat sketsa, menambahkan objek, memilih warna, hingga menyelesaikan karya dengan teliti dan penuh tanggung jawab.

Meaningful (Bermakna)

Peserta didik memahami bahwa pengalaman pribadi dapat dijadikan inspirasi untuk menghasilkan karya seni rupa. Melalui kegiatan menggambar, peserta didik dapat menceritakan pengalaman sehari-hari, seperti membantu orang tua, bermain bersama teman, mengikuti perlombaan, dan kegiatan di sekolah.

Joyful (Menyenangkan)

Peserta didik belajar melalui kegiatan mengamati contoh gambar cerita, bermain tebak gambar, mencoba berbagai teknik mewarnai, menggambar pengalaman pribadi, memajang hasil karya, serta melakukan presentasi sederhana. Kegiatan dilaksanakan dengan suasana menyenangkan agar peserta didik berani berekspresi dan menghargai karya sendiri maupun karya teman.

📚 ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Mengenal pengertian dan fungsi gambar cerita.

  2. Menentukan tema, tokoh, latar, dan urutan peristiwa berdasarkan pengalaman pribadi.

  3. Mengenal alat dan bahan untuk membuat gambar cerita.

  4. Memahami teknik dasar membuat sketsa gambar cerita.

  5. Membuat sketsa berdasarkan pengalaman pribadi.

  6. Mengembangkan sketsa menjadi gambar cerita yang menarik.

  7. Mewarnai gambar sesuai tema dan suasana cerita.

  8. Menyelesaikan dan menyusun gambar cerita secara runtut.

  9. Mempresentasikan hasil karya gambar cerita.

  10. Melakukan refleksi dan memberikan apresiasi terhadap karya sendiri maupun karya teman.

📌 MATERI: TEKNIK MEMBUAT SKETSA, MEWARNAI, MENYELESAIKAN, PRESENTASI, DAN REFLEKSI KARYA GAMBAR CERITA

Model dan Metode Pembelajaran

Model:

  • Project Based Learning (PjBL).

  • Discovery Learning.

Metode:

  • Tanya jawab.

  • Pengamatan gambar.

  • Demonstrasi.

  • Diskusi kelompok.

  • Praktik menggambar.

  • Penugasan.

  • Presentasi.

  • Refleksi karya.

Media Pembelajaran

  1. Contoh gambar cerita berdasarkan pengalaman pribadi.

  2. Contoh sketsa gambar cerita.

  3. Gambar ilustrasi kegiatan sehari-hari.

  4. Kertas gambar atau buku gambar.

  5. Pensil dan penghapus.

  6. Pensil warna, krayon, atau spidol.

  7. Penggaris jika diperlukan.

  8. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik).

  9. Papan pajangan hasil karya.

🌸 APERSEPSI

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat pagi, anak-anak hebat kelas IV! Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, bahagia, dan bersemangat mengikuti pembelajaran.

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita berdoa sesuai agama dan kepercayaan masing-masing agar kegiatan belajar berjalan lancar.

Guru mengajak peserta didik mengingat kembali pengalaman pribadi yang pernah mereka tuangkan menjadi rancangan gambar cerita pada pertemuan sebelumnya.

Guru menunjukkan contoh gambar cerita yang belum selesai dan gambar cerita yang sudah diwarnai.




Guru mengajukan beberapa pertanyaan pemantik:

  1. Apakah kalian masih ingat pengalaman pribadi yang akan dijadikan gambar cerita?

  2. Apa yang harus kita lakukan setelah menentukan tema, tokoh, latar, dan urutan peristiwa?

  3. Mengapa sebelum mewarnai gambar kita perlu membuat sketsa?

  4. Alat apa saja yang dapat digunakan untuk mewarnai gambar cerita?

  5. Bagaimana cara membuat gambar cerita terlihat menarik dan rapi?

  6. Mengapa kita perlu mempresentasikan hasil karya di depan teman?

Guru menjelaskan bahwa hari ini peserta didik akan melanjutkan proses pembuatan gambar cerita, mulai dari membuat sketsa, menggambarkan dan mewarnai, menyelesaikan karya, hingga mempresentasikan dan merefleksikan hasil karya.

📖 RINGKASAN MATERI

A. Pengertian Sketsa Gambar Cerita

Sketsa adalah gambar awal atau rancangan sederhana yang dibuat menggunakan pensil sebelum gambar diselesaikan dan diberi warna.

Sketsa berfungsi sebagai pedoman agar gambar memiliki bentuk, ukuran, dan susunan yang sesuai dengan cerita.

Contoh: Seorang anak membuat sketsa dirinya sedang membantu ibu menyapu halaman rumah.



B. Alat dan Bahan Membuat Sketsa

Alat dan bahan yang digunakan untuk membuat sketsa antara lain:

  1. Pensil untuk membuat gambar awal.

  2. Penghapus untuk memperbaiki kesalahan gambar.

  3. Kertas gambar sebagai media menggambar.

  4. Penggaris untuk membantu membuat garis jika diperlukan.

  5. Pensil warna, krayon, atau spidol untuk mewarnai gambar.

C. Teknik Membuat Sketsa Gambar Cerita

Teknik membuat sketsa gambar cerita dapat dilakukan melalui langkah-langkah berikut:

  1. Menentukan pengalaman pribadi yang akan diceritakan.

  2. Menentukan tema, tokoh, latar, dan urutan peristiwa.

  3. Membagi kertas menjadi beberapa bagian sesuai jumlah adegan.

  4. Menggambar bentuk tokoh secara sederhana.

  5. Menambahkan latar tempat dan benda-benda pendukung.

  6. Menggambar aktivitas tokoh sesuai urutan cerita.

  7. Memperbaiki bentuk gambar menggunakan penghapus jika diperlukan.

Contoh sketsa tiga bagian:



D. Teknik Menggambarkan Gambar Cerita

Setelah sketsa selesai, peserta didik mengembangkan gambar dengan menambahkan bagian-bagian yang diperlukan.

Hal-hal yang perlu diperhatikan:

  • Bentuk tokoh harus sesuai dengan kegiatan dalam cerita.

  • Ekspresi wajah menggambarkan perasaan tokoh.

  • Latar tempat harus sesuai dengan pengalaman.

  • Benda pendukung membantu memperjelas cerita.

  • Setiap gambar harus menunjukkan peristiwa yang berbeda.

Contoh: Jika cerita tentang menanam bunga, peserta didik dapat menggambar pot, tanah, sekop kecil, bibit bunga, dan alat penyiram tanaman.

E. Teknik Mewarnai Gambar Cerita

Mewarnai merupakan kegiatan memberikan warna pada gambar agar terlihat lebih menarik dan memiliki suasana tertentu.

Teknik mewarnai dapat menggunakan:

  1. Pensil warna: digunakan dengan menggoreskan warna secara perlahan dan merata.

  2. Krayon: digunakan dengan mengisi bidang gambar menggunakan goresan warna.

  3. Spidol: digunakan untuk memberikan warna yang jelas pada bagian gambar tertentu.

Hal-hal yang perlu diperhatikan ketika mewarnai:

  • Memilih warna sesuai objek.

  • Menggunakan warna secara harmonis.

  • Tidak terlalu banyak keluar dari garis gambar.

  • Memberikan warna pada latar dan tokoh.

  • Menjaga kebersihan dan kerapian gambar.





F. Menyelesaikan dan Menyusun Gambar Cerita

Setelah proses menggambar dan mewarnai selesai, peserta didik perlu memeriksa kembali hasil karyanya.

Langkah-langkah menyelesaikan gambar cerita:

  1. Memastikan seluruh bagian gambar sudah selesai.

  2. Memperbaiki bagian yang kurang rapi.

  3. Menambahkan detail yang diperlukan.

  4. Memberikan judul gambar cerita.

  5. Menyusun gambar sesuai urutan peristiwa.

  6. Memastikan gambar awal, tengah, dan akhir mudah dipahami.

Contoh penyusunan gambar cerita:

Tema: Membantu Ibu Menanam Bunga

Gambar 1 – Awal



Anak melihat ibu sedang menyiapkan pot dan tanah di halaman rumah.


Gambar 2 – Tengah



Anak membantu ibu memasukkan bibit bunga ke dalam pot.

Gambar 3 – Akhir



Anak dan ibu menyiram bunga bersama-sama dengan gembira.

G. Presentasi Karya Gambar Cerita

Presentasi adalah kegiatan menyampaikan hasil karya kepada orang lain.

Dalam kegiatan presentasi, peserta didik dapat menjelaskan:

  1. Judul gambar cerita.

  2. Tema yang dipilih.

  3. Tokoh yang terdapat dalam cerita.

  4. Latar tempat dan waktu.

  5. Urutan peristiwa dari awal hingga akhir.

  6. Alasan memilih warna tertentu.

  7. Pesan atau pengalaman yang ingin disampaikan.

Sikap yang perlu diperhatikan saat presentasi:

  • Berbicara dengan jelas.

  • Berdiri dengan sopan.

  • Menunjukkan hasil karya kepada teman.

  • Percaya diri.

  • Menghargai pertanyaan dan pendapat teman.

H. Refleksi Karya Seni

Refleksi adalah kegiatan mengingat kembali dan menilai proses serta hasil karya yang telah dibuat.

Peserta didik dapat menjawab pertanyaan berikut:

  1. Apakah saya sudah menyelesaikan gambar cerita?

  2. Bagian mana yang paling saya sukai?

  3. Kesulitan apa yang saya alami ketika membuat sketsa?

  4. Apakah warna yang saya pilih sudah sesuai dengan cerita?

  5. Apa yang ingin saya perbaiki dari karya saya?

  6. Bagaimana perasaan saya setelah mempresentasikan hasil karya?

Guru memberikan apresiasi terhadap usaha, kreativitas, dan keberanian peserta didik.

🧩 LATIHAN PESERTA DIDIK

Perhatikan cerita berikut dengan saksama!

Pengalaman Membantu Ibu Menanam Bunga

Pada hari Minggu pagi, Rani membantu ibunya menanam bunga di halaman rumah. Ibu menyiapkan pot dan tanah, sedangkan Rani memasukkan bibit bunga ke dalam pot. Setelah selesai, mereka menyiram tanaman bersama-sama. Rani merasa senang karena dapat membantu ibu membuat halaman rumah menjadi indah.

Jawablah pertanyaan berikut!

  1. Apa judul cerita tersebut?

  2. Siapa saja tokoh yang terdapat dalam cerita?

  3. Di mana peristiwa tersebut terjadi?

  4. Kapan kegiatan menanam bunga dilakukan?

  5. Apa yang dilakukan Rani pada awal cerita?

  6. Apa kegiatan yang dilakukan Rani pada bagian tengah cerita?

  7. Bagaimana akhir cerita tersebut?

  8. Alat apa saja yang dapat digunakan untuk membuat sketsa?

  9. Mengapa gambar cerita perlu diberi warna?

  10. Mengapa gambar cerita harus disusun secara runtut?

🎨 KEGIATAN PRAKTIK: MEMBUAT GAMBAR CERITA BERDASARKAN PENGALAMAN PRIBADI

Proyek Seni Rupa

Judul kegiatan: Aku dan Pengalaman Berkesanku

Peserta didik membuat gambar cerita berdasarkan pengalaman pribadi dengan memperhatikan teknik membuat sketsa, menggambarkan, mewarnai, menyelesaikan, dan menyusun gambar cerita.

Petunjuk kegiatan:

  1. Ingat kembali pengalaman pribadi yang berkesan.

  2. Tentukan judul dan tema cerita.

  3. Tentukan tokoh dan latar cerita.

  4. Tuliskan urutan peristiwa dari awal, tengah, hingga akhir.

  5. Siapkan kertas gambar, pensil, penghapus, dan alat warna.

  6. Buatlah sketsa gambar cerita dalam tiga bagian.

  7. Kembangkan sketsa dengan menambahkan tokoh dan benda pendukung.

  8. Warnai gambar menggunakan pensil warna, krayon, atau spidol.

  9. Rapikan dan selesaikan seluruh bagian gambar.

  10. Berikan judul pada hasil karya.

  11. Presentasikan gambar cerita di depan kelas.

  12. Sampaikan pengalaman dan pesan yang terdapat dalam gambar.

Contoh lembar rancangan gambar cerita:

Unsur Cerita

Jawaban Peserta Didik

Judul

................................

Tema

................................

Tokoh

................................

Latar tempat

................................

Latar waktu

................................

Peristiwa awal

................................

Peristiwa tengah

................................

Peristiwa akhir

................................

Alat mewarnai

................................

Pesan cerita

................................

🌟 INGAT!

  • Sketsa adalah gambar awal sebelum gambar diselesaikan.

  • Gambar cerita dapat dibuat berdasarkan pengalaman pribadi.

  • Tokoh, latar, dan peristiwa harus sesuai dengan tema cerita.

  • Warna dapat membuat gambar lebih menarik dan memperjelas suasana.

  • Gambar cerita harus disusun secara runtut.

  • Presentasi merupakan kegiatan menyampaikan hasil karya.

  • Refleksi membantu kita mengetahui kelebihan dan kekurangan karya.

  • Setiap karya memiliki keunikan dan kreativitas masing-masing.

📝 SOAL ASESMEN / POST TEST

A. Pilihan Ganda

Pilihlah jawaban yang paling tepat!

1. Gambar awal yang dibuat sebelum gambar diselesaikan disebut ....

A. lukisan

B. sketsa

C. kolase

D. poster

2. Alat yang digunakan untuk membuat sketsa adalah ....

A. pensil

B. gunting

C. lem

D. penggaris besi

3. Setelah membuat sketsa gambar cerita, langkah selanjutnya adalah ....

A. membuang gambar

B. merobek kertas

C. mengembangkan gambar dan menambahkan detail

D. menghapus seluruh gambar

4. Alat yang dapat digunakan untuk mewarnai gambar cerita adalah ....

A. penggaris

B. penghapus

C. pensil warna

D. rautan

5. Mengapa gambar cerita perlu diberi warna?

A. Agar cerita sulit dipahami.

B. Agar gambar lebih menarik dan suasananya terlihat jelas.

C. Agar gambar menjadi lebih kecil.

D. Agar tokoh tidak terlihat.

6. Setelah selesai mewarnai gambar cerita, sebaiknya kita ....

A. membiarkan gambar berantakan

B. menghapus seluruh gambar

C. memeriksa dan merapikan hasil karya

D. langsung membuang kertas

7. Penyusunan gambar cerita yang baik harus memperhatikan ....

A. urutan peristiwa

B. ukuran meja

C. jumlah pensil

D. warna pakaian teman

8. Kegiatan menyampaikan hasil karya kepada teman disebut ....

A. menggambar

B. presentasi

C. mewarnai

D. menghapus

9. Kegiatan mengingat kembali kelebihan dan kekurangan karya disebut ....

A. refleksi

B. demonstrasi

C. permainan

D. pengamatan

10. Sikap yang baik ketika mempresentasikan gambar cerita adalah ....

A. malu berbicara dan menyembunyikan gambar

B. mengejek karya teman

C. berbicara dengan jelas dan percaya diri

D. tidak mau mendengarkan teman

B. Isian Singkat

  1. Gambar awal yang dibuat menggunakan pensil disebut ....

  2. Sebutkan tiga alat yang digunakan untuk membuat gambar cerita!

  3. Sebutkan dua alat yang dapat digunakan untuk mewarnai gambar!

  4. Sebelum membuat sketsa, kita harus menentukan tema, tokoh, latar, dan ....

  5. Mengapa sketsa dibuat sebelum gambar diberi warna?

  6. Apa manfaat memilih warna yang sesuai dengan suasana cerita?

  7. Bagaimana urutan penyusunan gambar cerita yang benar?

  8. Apa yang dimaksud dengan presentasi karya?

  9. Mengapa kita perlu melakukan refleksi setelah menyelesaikan karya seni?

  10. Sebutkan dua sikap yang harus ditunjukkan ketika mempresentasikan hasil gambar cerita!

🔑 KUNCI JAWABAN

A. Pilihan Ganda

Nomor

Jawaban

1

B

2

A

3

C

4

C

5

B

6

C

7

A

8

B

9

A

10

C

B. Isian Singkat

  1. Sketsa.

  2. Pensil, penghapus, dan kertas gambar.

  3. Pensil warna dan krayon.

  4. Urutan peristiwa.

  5. Sebagai pedoman atau rancangan awal sebelum gambar diselesaikan.

  6. Agar suasana dan pesan cerita lebih mudah dipahami serta gambar terlihat menarik.

  7. Awal, tengah, dan akhir.

  8. Kegiatan menyampaikan atau menjelaskan hasil karya kepada orang lain.

  9. Untuk mengetahui kelebihan, kekurangan, dan hal yang perlu diperbaiki.

  10. Percaya diri dan berbicara dengan jelas.


🌻 KEGIATAN REFLEKSI GURU DAN PESERTA DIDIK

Refleksi Peserta Didik

  1. Saya sudah mampu membuat sketsa gambar cerita.

  2. Saya sudah mampu memilih warna yang sesuai.

  3. Saya sudah mampu menyusun gambar dari awal hingga akhir.

  4. Saya berani menceritakan hasil karya di depan kelas.

  5. Saya menghargai karya sendiri dan karya teman.

Refleksi Guru

  1. Apakah peserta didik mampu membuat sketsa berdasarkan pengalaman pribadi?

  2. Apakah peserta didik mampu mewarnai gambar dengan baik?

  3. Apakah peserta didik mampu menyusun gambar cerita secara runtut?

  4. Apakah peserta didik berani mempresentasikan hasil karyanya?

  5. Apa perbaikan pembelajaran yang perlu dilakukan pada pertemuan berikutnya?

🌟 KESIMPULAN

Membuat gambar cerita berdasarkan pengalaman pribadi merupakan kegiatan seni rupa yang dapat mengembangkan kreativitas, imajinasi, dan keterampilan peserta didik.

Dalam membuat gambar cerita, terdapat beberapa tahapan yang harus dilakukan, yaitu menentukan tema, tokoh, latar, dan urutan peristiwa, membuat sketsa, mengembangkan gambar, memilih warna, menyelesaikan karya, serta menyusun gambar secara runtut.

Setelah karya selesai, peserta didik mempresentasikan hasil gambar cerita dan melakukan refleksi terhadap karya yang telah dibuat.

Melalui pembelajaran ini, peserta didik diharapkan mampu menghasilkan karya seni rupa yang kreatif, rapi, bermakna, serta memiliki keberanian dan rasa percaya diri dalam menyampaikan pengalaman pribadi melalui gambar.Materi: Teknik Membuat Sketsa, Mewarnai, Menyelesaikan, Presentasi, dan Refleksi Karya Gambar Cerita

Pertemuan ke: 1-4

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

📋 PERANGKAT PEMBELAJARAN

Capaian Pembelajaran (CP)

Peserta didik mampu mengamati, mengenali, dan mengeksplorasi unsur-unsur seni rupa serta menggunakan pengalaman pribadi sebagai sumber ide dalam membuat karya gambar cerita. Peserta didik mampu mengembangkan gagasan visual melalui penentuan tema, tokoh, latar, dan urutan peristiwa, membuat sketsa, memilih warna, serta menyampaikan makna cerita melalui gambar secara kreatif.

Tujuan Pembelajaran

Peserta didik mampu membuat gambar cerita berdasarkan pengalaman pribadi dengan menentukan tema, tokoh, latar, urutan peristiwa, membuat sketsa, memilih warna, menyusun gambar secara runtut, serta menyampaikan cerita melalui gambar dengan kreatif, rapi, dan percaya diri.

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan teknik dasar membuat sketsa gambar cerita berdasarkan pengalaman pribadi.

  2. Mengidentifikasi alat dan bahan yang digunakan untuk membuat gambar cerita.

  3. Membuat sketsa gambar cerita berdasarkan tema dan pengalaman pribadi.

  4. Mengembangkan sketsa menjadi gambar cerita dengan menambahkan tokoh, latar, dan objek pendukung.

  5. Memilih dan menggunakan warna yang sesuai dengan suasana cerita.

  6. Menyelesaikan gambar cerita dengan memperhatikan kerapian, kreativitas, dan kesesuaian urutan peristiwa.

  7. Menyusun gambar cerita secara runtut dari awal, tengah, hingga akhir.

  8. Mempresentasikan hasil karya gambar cerita di depan teman dengan percaya diri.

  9. Melakukan refleksi terhadap proses pembuatan dan hasil karya seni rupa.

Mindful (Berkesadaran)

Peserta didik mengingat kembali pengalaman pribadi yang berkesan dan memusatkan perhatian pada proses menggambar. Peserta didik memperhatikan setiap tahapan pembuatan gambar cerita, mulai dari membuat sketsa, menambahkan objek, memilih warna, hingga menyelesaikan karya dengan teliti dan penuh tanggung jawab.

Meaningful (Bermakna)

Peserta didik memahami bahwa pengalaman pribadi dapat dijadikan inspirasi untuk menghasilkan karya seni rupa. Melalui kegiatan menggambar, peserta didik dapat menceritakan pengalaman sehari-hari, seperti membantu orang tua, bermain bersama teman, mengikuti perlombaan, dan kegiatan di sekolah.

Joyful (Menyenangkan)

Peserta didik belajar melalui kegiatan mengamati contoh gambar cerita, bermain tebak gambar, mencoba berbagai teknik mewarnai, menggambar pengalaman pribadi, memajang hasil karya, serta melakukan presentasi sederhana. Kegiatan dilaksanakan dengan suasana menyenangkan agar peserta didik berani berekspresi dan menghargai karya sendiri maupun karya teman.

📚 ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Mengenal pengertian dan fungsi gambar cerita.

  2. Menentukan tema, tokoh, latar, dan urutan peristiwa berdasarkan pengalaman pribadi.

  3. Mengenal alat dan bahan untuk membuat gambar cerita.

  4. Memahami teknik dasar membuat sketsa gambar cerita.

  5. Membuat sketsa berdasarkan pengalaman pribadi.

  6. Mengembangkan sketsa menjadi gambar cerita yang menarik.

  7. Mewarnai gambar sesuai tema dan suasana cerita.

  8. Menyelesaikan dan menyusun gambar cerita secara runtut.

  9. Mempresentasikan hasil karya gambar cerita.

  10. Melakukan refleksi dan memberikan apresiasi terhadap karya sendiri maupun karya teman.

📌 MATERI: TEKNIK MEMBUAT SKETSA, MEWARNAI, MENYELESAIKAN, PRESENTASI, DAN REFLEKSI KARYA GAMBAR CERITA

Model dan Metode Pembelajaran

Model:

  • Project Based Learning (PjBL).

  • Discovery Learning.

Metode:

  • Tanya jawab.

  • Pengamatan gambar.

  • Demonstrasi.

  • Diskusi kelompok.

  • Praktik menggambar.

  • Penugasan.

  • Presentasi.

  • Refleksi karya.

Media Pembelajaran

  1. Contoh gambar cerita berdasarkan pengalaman pribadi.

  2. Contoh sketsa gambar cerita.

  3. Gambar ilustrasi kegiatan sehari-hari.

  4. Kertas gambar atau buku gambar.

  5. Pensil dan penghapus.

  6. Pensil warna, krayon, atau spidol.

  7. Penggaris jika diperlukan.

  8. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik).

  9. Papan pajangan hasil karya.

🌸 APERSEPSI

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat pagi, anak-anak hebat kelas IV! Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, bahagia, dan bersemangat mengikuti pembelajaran.

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita berdoa sesuai agama dan kepercayaan masing-masing agar kegiatan belajar berjalan lancar.

Guru mengajak peserta didik mengingat kembali pengalaman pribadi yang pernah mereka tuangkan menjadi rancangan gambar cerita pada pertemuan sebelumnya.

Guru menunjukkan contoh gambar cerita yang belum selesai dan gambar cerita yang sudah diwarnai.




Guru mengajukan beberapa pertanyaan pemantik:

  1. Apakah kalian masih ingat pengalaman pribadi yang akan dijadikan gambar cerita?

  2. Apa yang harus kita lakukan setelah menentukan tema, tokoh, latar, dan urutan peristiwa?

  3. Mengapa sebelum mewarnai gambar kita perlu membuat sketsa?

  4. Alat apa saja yang dapat digunakan untuk mewarnai gambar cerita?

  5. Bagaimana cara membuat gambar cerita terlihat menarik dan rapi?

  6. Mengapa kita perlu mempresentasikan hasil karya di depan teman?

Guru menjelaskan bahwa hari ini peserta didik akan melanjutkan proses pembuatan gambar cerita, mulai dari membuat sketsa, menggambarkan dan mewarnai, menyelesaikan karya, hingga mempresentasikan dan merefleksikan hasil karya.

📖 RINGKASAN MATERI

A. Pengertian Sketsa Gambar Cerita

Sketsa adalah gambar awal atau rancangan sederhana yang dibuat menggunakan pensil sebelum gambar diselesaikan dan diberi warna.

Sketsa berfungsi sebagai pedoman agar gambar memiliki bentuk, ukuran, dan susunan yang sesuai dengan cerita.

Contoh: Seorang anak membuat sketsa dirinya sedang membantu ibu menyapu halaman rumah.



B. Alat dan Bahan Membuat Sketsa

Alat dan bahan yang digunakan untuk membuat sketsa antara lain:

  1. Pensil untuk membuat gambar awal.

  2. Penghapus untuk memperbaiki kesalahan gambar.

  3. Kertas gambar sebagai media menggambar.

  4. Penggaris untuk membantu membuat garis jika diperlukan.

  5. Pensil warna, krayon, atau spidol untuk mewarnai gambar.

C. Teknik Membuat Sketsa Gambar Cerita

Teknik membuat sketsa gambar cerita dapat dilakukan melalui langkah-langkah berikut:

  1. Menentukan pengalaman pribadi yang akan diceritakan.

  2. Menentukan tema, tokoh, latar, dan urutan peristiwa.

  3. Membagi kertas menjadi beberapa bagian sesuai jumlah adegan.

  4. Menggambar bentuk tokoh secara sederhana.

  5. Menambahkan latar tempat dan benda-benda pendukung.

  6. Menggambar aktivitas tokoh sesuai urutan cerita.

  7. Memperbaiki bentuk gambar menggunakan penghapus jika diperlukan.

Contoh sketsa tiga bagian:



D. Teknik Menggambarkan Gambar Cerita

Setelah sketsa selesai, peserta didik mengembangkan gambar dengan menambahkan bagian-bagian yang diperlukan.

Hal-hal yang perlu diperhatikan:

  • Bentuk tokoh harus sesuai dengan kegiatan dalam cerita.

  • Ekspresi wajah menggambarkan perasaan tokoh.

  • Latar tempat harus sesuai dengan pengalaman.

  • Benda pendukung membantu memperjelas cerita.

  • Setiap gambar harus menunjukkan peristiwa yang berbeda.

Contoh: Jika cerita tentang menanam bunga, peserta didik dapat menggambar pot, tanah, sekop kecil, bibit bunga, dan alat penyiram tanaman.

E. Teknik Mewarnai Gambar Cerita

Mewarnai merupakan kegiatan memberikan warna pada gambar agar terlihat lebih menarik dan memiliki suasana tertentu.

Teknik mewarnai dapat menggunakan:

  1. Pensil warna: digunakan dengan menggoreskan warna secara perlahan dan merata.

  2. Krayon: digunakan dengan mengisi bidang gambar menggunakan goresan warna.

  3. Spidol: digunakan untuk memberikan warna yang jelas pada bagian gambar tertentu.

Hal-hal yang perlu diperhatikan ketika mewarnai:

  • Memilih warna sesuai objek.

  • Menggunakan warna secara harmonis.

  • Tidak terlalu banyak keluar dari garis gambar.

  • Memberikan warna pada latar dan tokoh.

  • Menjaga kebersihan dan kerapian gambar.





F. Menyelesaikan dan Menyusun Gambar Cerita

Setelah proses menggambar dan mewarnai selesai, peserta didik perlu memeriksa kembali hasil karyanya.

Langkah-langkah menyelesaikan gambar cerita:

  1. Memastikan seluruh bagian gambar sudah selesai.

  2. Memperbaiki bagian yang kurang rapi.

  3. Menambahkan detail yang diperlukan.

  4. Memberikan judul gambar cerita.

  5. Menyusun gambar sesuai urutan peristiwa.

  6. Memastikan gambar awal, tengah, dan akhir mudah dipahami.

Contoh penyusunan gambar cerita:

Tema: Membantu Ibu Menanam Bunga

Gambar 1 – Awal



Anak melihat ibu sedang menyiapkan pot dan tanah di halaman rumah.


Gambar 2 – Tengah



Anak membantu ibu memasukkan bibit bunga ke dalam pot.

Gambar 3 – Akhir



Anak dan ibu menyiram bunga bersama-sama dengan gembira.

G. Presentasi Karya Gambar Cerita

Presentasi adalah kegiatan menyampaikan hasil karya kepada orang lain.

Dalam kegiatan presentasi, peserta didik dapat menjelaskan:

  1. Judul gambar cerita.

  2. Tema yang dipilih.

  3. Tokoh yang terdapat dalam cerita.

  4. Latar tempat dan waktu.

  5. Urutan peristiwa dari awal hingga akhir.

  6. Alasan memilih warna tertentu.

  7. Pesan atau pengalaman yang ingin disampaikan.

Sikap yang perlu diperhatikan saat presentasi:

  • Berbicara dengan jelas.

  • Berdiri dengan sopan.

  • Menunjukkan hasil karya kepada teman.

  • Percaya diri.

  • Menghargai pertanyaan dan pendapat teman.

H. Refleksi Karya Seni

Refleksi adalah kegiatan mengingat kembali dan menilai proses serta hasil karya yang telah dibuat.

Peserta didik dapat menjawab pertanyaan berikut:

  1. Apakah saya sudah menyelesaikan gambar cerita?

  2. Bagian mana yang paling saya sukai?

  3. Kesulitan apa yang saya alami ketika membuat sketsa?

  4. Apakah warna yang saya pilih sudah sesuai dengan cerita?

  5. Apa yang ingin saya perbaiki dari karya saya?

  6. Bagaimana perasaan saya setelah mempresentasikan hasil karya?

Guru memberikan apresiasi terhadap usaha, kreativitas, dan keberanian peserta didik.

🧩 LATIHAN PESERTA DIDIK

Perhatikan cerita berikut dengan saksama!

Pengalaman Membantu Ibu Menanam Bunga

Pada hari Minggu pagi, Rani membantu ibunya menanam bunga di halaman rumah. Ibu menyiapkan pot dan tanah, sedangkan Rani memasukkan bibit bunga ke dalam pot. Setelah selesai, mereka menyiram tanaman bersama-sama. Rani merasa senang karena dapat membantu ibu membuat halaman rumah menjadi indah.

Jawablah pertanyaan berikut!

  1. Apa judul cerita tersebut?

  2. Siapa saja tokoh yang terdapat dalam cerita?

  3. Di mana peristiwa tersebut terjadi?

  4. Kapan kegiatan menanam bunga dilakukan?

  5. Apa yang dilakukan Rani pada awal cerita?

  6. Apa kegiatan yang dilakukan Rani pada bagian tengah cerita?

  7. Bagaimana akhir cerita tersebut?

  8. Alat apa saja yang dapat digunakan untuk membuat sketsa?

  9. Mengapa gambar cerita perlu diberi warna?

  10. Mengapa gambar cerita harus disusun secara runtut?

🎨 KEGIATAN PRAKTIK: MEMBUAT GAMBAR CERITA BERDASARKAN PENGALAMAN PRIBADI

Proyek Seni Rupa

Judul kegiatan: Aku dan Pengalaman Berkesanku

Peserta didik membuat gambar cerita berdasarkan pengalaman pribadi dengan memperhatikan teknik membuat sketsa, menggambarkan, mewarnai, menyelesaikan, dan menyusun gambar cerita.

Petunjuk kegiatan:

  1. Ingat kembali pengalaman pribadi yang berkesan.

  2. Tentukan judul dan tema cerita.

  3. Tentukan tokoh dan latar cerita.

  4. Tuliskan urutan peristiwa dari awal, tengah, hingga akhir.

  5. Siapkan kertas gambar, pensil, penghapus, dan alat warna.

  6. Buatlah sketsa gambar cerita dalam tiga bagian.

  7. Kembangkan sketsa dengan menambahkan tokoh dan benda pendukung.

  8. Warnai gambar menggunakan pensil warna, krayon, atau spidol.

  9. Rapikan dan selesaikan seluruh bagian gambar.

  10. Berikan judul pada hasil karya.

  11. Presentasikan gambar cerita di depan kelas.

  12. Sampaikan pengalaman dan pesan yang terdapat dalam gambar.

Contoh lembar rancangan gambar cerita:

Unsur Cerita

Jawaban Peserta Didik

Judul

................................

Tema

................................

Tokoh

................................

Latar tempat

................................

Latar waktu

................................

Peristiwa awal

................................

Peristiwa tengah

................................

Peristiwa akhir

................................

Alat mewarnai

................................

Pesan cerita

................................

🌟 INGAT!

  • Sketsa adalah gambar awal sebelum gambar diselesaikan.

  • Gambar cerita dapat dibuat berdasarkan pengalaman pribadi.

  • Tokoh, latar, dan peristiwa harus sesuai dengan tema cerita.

  • Warna dapat membuat gambar lebih menarik dan memperjelas suasana.

  • Gambar cerita harus disusun secara runtut.

  • Presentasi merupakan kegiatan menyampaikan hasil karya.

  • Refleksi membantu kita mengetahui kelebihan dan kekurangan karya.

  • Setiap karya memiliki keunikan dan kreativitas masing-masing.

📝 SOAL ASESMEN / POST TEST

A. Pilihan Ganda

Pilihlah jawaban yang paling tepat!

1. Gambar awal yang dibuat sebelum gambar diselesaikan disebut ....

A. lukisan

B. sketsa

C. kolase

D. poster

2. Alat yang digunakan untuk membuat sketsa adalah ....

A. pensil

B. gunting

C. lem

D. penggaris besi

3. Setelah membuat sketsa gambar cerita, langkah selanjutnya adalah ....

A. membuang gambar

B. merobek kertas

C. mengembangkan gambar dan menambahkan detail

D. menghapus seluruh gambar

4. Alat yang dapat digunakan untuk mewarnai gambar cerita adalah ....

A. penggaris

B. penghapus

C. pensil warna

D. rautan

5. Mengapa gambar cerita perlu diberi warna?

A. Agar cerita sulit dipahami.

B. Agar gambar lebih menarik dan suasananya terlihat jelas.

C. Agar gambar menjadi lebih kecil.

D. Agar tokoh tidak terlihat.

6. Setelah selesai mewarnai gambar cerita, sebaiknya kita ....

A. membiarkan gambar berantakan

B. menghapus seluruh gambar

C. memeriksa dan merapikan hasil karya

D. langsung membuang kertas

7. Penyusunan gambar cerita yang baik harus memperhatikan ....

A. urutan peristiwa

B. ukuran meja

C. jumlah pensil

D. warna pakaian teman

8. Kegiatan menyampaikan hasil karya kepada teman disebut ....

A. menggambar

B. presentasi

C. mewarnai

D. menghapus

9. Kegiatan mengingat kembali kelebihan dan kekurangan karya disebut ....

A. refleksi

B. demonstrasi

C. permainan

D. pengamatan

10. Sikap yang baik ketika mempresentasikan gambar cerita adalah ....

A. malu berbicara dan menyembunyikan gambar

B. mengejek karya teman

C. berbicara dengan jelas dan percaya diri

D. tidak mau mendengarkan teman

B. Isian Singkat

  1. Gambar awal yang dibuat menggunakan pensil disebut ....

  2. Sebutkan tiga alat yang digunakan untuk membuat gambar cerita!

  3. Sebutkan dua alat yang dapat digunakan untuk mewarnai gambar!

  4. Sebelum membuat sketsa, kita harus menentukan tema, tokoh, latar, dan ....

  5. Mengapa sketsa dibuat sebelum gambar diberi warna?

  6. Apa manfaat memilih warna yang sesuai dengan suasana cerita?

  7. Bagaimana urutan penyusunan gambar cerita yang benar?

  8. Apa yang dimaksud dengan presentasi karya?

  9. Mengapa kita perlu melakukan refleksi setelah menyelesaikan karya seni?

  10. Sebutkan dua sikap yang harus ditunjukkan ketika mempresentasikan hasil gambar cerita!

🔑 KUNCI JAWABAN

A. Pilihan Ganda

Nomor

Jawaban

1

B

2

A

3

C

4

C

5

B

6

C

7

A

8

B

9

A

10

C

B. Isian Singkat

  1. Sketsa.

  2. Pensil, penghapus, dan kertas gambar.

  3. Pensil warna dan krayon.

  4. Urutan peristiwa.

  5. Sebagai pedoman atau rancangan awal sebelum gambar diselesaikan.

  6. Agar suasana dan pesan cerita lebih mudah dipahami serta gambar terlihat menarik.

  7. Awal, tengah, dan akhir.

  8. Kegiatan menyampaikan atau menjelaskan hasil karya kepada orang lain.

  9. Untuk mengetahui kelebihan, kekurangan, dan hal yang perlu diperbaiki.

  10. Percaya diri dan berbicara dengan jelas.


🌻 KEGIATAN REFLEKSI GURU DAN PESERTA DIDIK

Refleksi Peserta Didik

  1. Saya sudah mampu membuat sketsa gambar cerita.

  2. Saya sudah mampu memilih warna yang sesuai.

  3. Saya sudah mampu menyusun gambar dari awal hingga akhir.

  4. Saya berani menceritakan hasil karya di depan kelas.

  5. Saya menghargai karya sendiri dan karya teman.

Refleksi Guru

  1. Apakah peserta didik mampu membuat sketsa berdasarkan pengalaman pribadi?

  2. Apakah peserta didik mampu mewarnai gambar dengan baik?

  3. Apakah peserta didik mampu menyusun gambar cerita secara runtut?

  4. Apakah peserta didik berani mempresentasikan hasil karyanya?

  5. Apa perbaikan pembelajaran yang perlu dilakukan pada pertemuan berikutnya?

🌟 KESIMPULAN

Membuat gambar cerita berdasarkan pengalaman pribadi merupakan kegiatan seni rupa yang dapat mengembangkan kreativitas, imajinasi, dan keterampilan peserta didik.

Dalam membuat gambar cerita, terdapat beberapa tahapan yang harus dilakukan, yaitu menentukan tema, tokoh, latar, dan urutan peristiwa, membuat sketsa, mengembangkan gambar, memilih warna, menyelesaikan karya, serta menyusun gambar secara runtut.

Setelah karya selesai, peserta didik mempresentasikan hasil gambar cerita dan melakukan refleksi terhadap karya yang telah dibuat.

Melalui pembelajaran ini, peserta didik diharapkan mampu menghasilkan karya seni rupa yang kreatif, rapi, bermakna, serta memiliki keberanian dan rasa percaya diri dalam menyampaikan pengalaman pribadi melalui gambar.

Komentar

Postingan Populer