27 Juli 2026

  Senin, 27 Juli 2026

MATEMATIKA,Bahasa Indonesia dan Pendidikan Pancasila

    





    Good morning student…

    Welcome ours class 4.C

    Tabik pun....!!!!                                                                                                                         

    Anak sholeh dan sholeha kelas IV.C,bagaimana kabarnya di hari Senin yang ceria ini,semoga kita semua dalam keadaan sehat dan tetap bersemangat ya Nak Aamiin.Alhamdulillah Hari ini kita kembali bertemu lagi untuk belajar Matematika

    Seperti biasa sebelum melakukan aktivitas pembelajaran, terlebih dulu kita akan melaksanakan kegiatan  menyimak tausiah,sholat dhuha dan tadarus bersama. 

     

    Yuk kita mulai belajar !             

    1.Identitas Diri

    A.      Nama                     : Fitri Daryani

    B.      Mapel                    : Matematika

    C.      Hari/Tanggal        :  Senin, 27 Juli 2026

    D.      Kelas                    :  IV.C

    E.       Materi Pokok       : Membaca dan menuliskan bilangan cacah sampai 10.000 dan

                                                 Menentukan nilai tempat

    MAPEL MATEMATIKA

    Tujuan Pembelajaran:

    Peserta didik mampu 

    1.         Membaca dan menuliskan bilangan cacah sampai 10.000

    2.        Menentukan nilai tempat (ribuan, ratusan, puluhan, satuan)

    MATERI AJAR: 

    1.         Membaca dan menuliskan bilangan cacah sampai 10.000

    2.        Menentukan nilai tempat (ribuan, ratusan, puluhan, satuan)

    A. Pengertian Bilangan Cacah

    Bilangan cacah adalah bilangan yang dimulai dari 0 kemudian bertambah satu demi satu tanpa batas.

    Contoh:
    0, 1, 2, 3, 4, 5, ..., 9.998, 9.999, 10.000.

    B. Membaca Bilangan Cacah

    Perhatikan contoh berikut.

    Lambang Bilangan

    Cara Membaca

    145

    seratus empat puluh lima

    980

    sembilan ratus delapan puluh

    1.256

    seribu dua ratus lima puluh enam

    3.409

    tiga ribu empat ratus sembilan

    5.680

    lima ribu enam ratus delapan puluh

    7.031

    tujuh ribu tiga puluh satu

    8.999

    delapan ribu sembilan ratus sembilan puluh sembilan

    10.000

    sepuluh ribu

    Perhatikan!

    • Gunakan kata seribu, bukan satu ribu.
    • Bilangan 1.000 dibaca seribu.
    • Bilangan 100 dibaca seratus.

    C. Menuliskan Bilangan

    Contoh:

    • Dua ribu tiga ratus lima belas  2.315
    • Empat ribu tujuh puluh dua  4.072
    • Delapan ribu enam ratus sembilan puluh satu  8.691
    • Sembilan ribu sembilan ratus sembilan puluh sembilan  9.999
    • Sepuluh ribu  10.000

    D. Langkah Membaca Bilangan

    Contoh bilangan 6.428

    1.         Angka ribuan = 6 enam ribu

    2.        Angka ratusan = 4 empat ratus

    3.        Angka puluhan = 2 dua puluh

    4.        Angka satuan = 8 delapan

    Jadi dibaca:

    Enam ribu empat ratus dua puluh delapan

    E. Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari

    • Jumlah buku di perpustakaan adalah 4.265 buku.
    • Jumlah penduduk suatu desa sebanyak 8.520 orang.
    • Sekolah memiliki 1.450 siswa.

    Contoh Soal 1

    Tuliskan cara membaca bilangan berikut.

    3.285

    Jawaban:

    Tiga ribu dua ratus delapan puluh lima.

    Contoh 2

    Tuliskan lambang bilangan berikut.

    Lima ribu tujuh ratus empat belas

    Jawaban:

    5.714

    A. Pengertian Mengurutkan Bilangan

    Mengurutkan bilangan adalah menyusun beberapa bilangan berdasarkan besar nilainya.

    Ada dua cara mengurutkan bilangan, yaitu:

    • Urutan naik (ascending): dari bilangan terkecil ke terbesar.
    • Urutan turun (descending): dari bilangan terbesar ke terkecil.

    B. Cara Mengurutkan Bilangan

    Saat mengurutkan bilangan, bandingkan nilai tempatnya secara berurutan:

    1.         Ribuan

    2.        Ratusan

    3.        Puluhan

    4.        Satuan

    Jika angka pada ribuan sama, bandingkan angka ratusan. Jika ratusan sama, bandingkan puluhan, lalu satuan.

    C. Contoh Mengurutkan Bilangan

    Contoh 1

    Urutkan dari yang terkecil ke terbesar.

    3.245, 2.980, 4.120, 3.120

    Penyelesaian:

    • Bilangan ribuan terkecil adalah 2.980.
    • Selanjutnya 3.120.
    • Kemudian 3.245.
    • Terakhir 4.120.

    Jawaban:
    2.980, 3.120, 3.245, 4.120

    Contoh 2

    Urutkan dari yang terbesar ke terkecil.

    6.245, 5.980, 6.780, 4.950

    Penyelesaian:

    • Bilangan terbesar adalah 6.780.
    • Kemudian 6.245.
    • Selanjutnya 5.980.
    • Terakhir 4.950.

    Jawaban:
    6.780, 6.245, 5.980, 4.950

    D. Contoh Lain

    Urutkan dari yang terkecil.

    8.520, 8.205, 8.052, 8.502

    Perhatikan angka ratusannya.

    Jawaban:

    8.052, 8.205, 8.502, 8.520

    Urutkan dari yang terbesar.

    9.100, 9.010, 9.001, 9.110

    Jawaban:

    9.110, 9.100, 9.010, 9.001

    E. Langkah Mengurutkan Bilangan

    1.         Perhatikan angka pada ribuan.

    2.        Jika sama, lihat angka ratusan.

    3.        Jika masih sama, lihat angka puluhan.

    4.        Terakhir, lihat angka satuan.

    5.        Susun sesuai perintah soal.

    F. Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari

    Contoh 1

    Jumlah buku di empat kelas:

    • Kelas IV A = 3.250 buku
    • Kelas IV B = 2.980 buku
    • Kelas IV C = 3.410 buku
    • Kelas IV D = 3.100 buku

    Urutan dari yang terkecil:

    2.980, 3.100, 3.250, 3.410

    Contoh 2

    Jumlah penonton pertandingan:

    • 4.580 orang
    • 5.020 orang
    • 3.950 orang
    • 4.800 orang

    Urutan dari terbesar:

    5.020, 4.800, 4.580, 3.950

    MAPEL PENDIDIKAN PANCASILA

    TUJUAN PEMBELAJARAN:

    Peserta didik mampu menjelaskan perumusan pancasila dengan bauk.

    MATERI AJAR : PERUMUSAN PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA

    Gagasan Perumusan Dasar Negara

    Selaku ketua Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK), dr.Radjiman Wedyodiningrat dari mulai sidang mengajukan suatu masalah sebagai agenda utamanya. Masalah tersebut merupakan hal penting dan mendasar dalam suatu negara yang baru terbentuk. Dalam sidang BPUPK tersebut, proses perumusan dasar negara Indonesia dimulai. Pada pembicaraan rumusan calon dasar negara majulah beberapa orang pembicara dalam sidang tersebut, diantaranya Mr. Muhammad Yamin, Prof. Dr. Mr. Soepomo, dan Ir. Soekarno untuk memaparkan gagasannya. Gagasan tersebut kemudian dimusyawarahkan dan disepakati hingga akhirnya bernama Pancasila yang menjadi dasar negara Indonesia merdeka. Gagasan dari ketiga tokoh tersebut dijabarkan dalam uraian berikut ini.

    a) Mr. Muhammad Yamin

    Pada pelaksanaan sidang pertama BPUPK tanggal 29 Mei 1945, peristiwa ini menjadi tonggak sejarah karena pada saat itu yang mendapat kesempatan pertama berbicara adalah Mr. Muhammad Yamin untuk menyampaikan mengenai buah pikirannya tentang dasar negara. Pidatonya berisi lima asas dasar negara Indonesia Merdeka, yaitu:

    (1) Peri Kebangsaan.

    (2) Peri Kemanusiaan.

    (3) Peri Ketuhanan.

    (4) Peri Kerakyatan.

    (5) Kesejahteraan Rakyat.

     

    b) Prof. Dr. Mr. Soepomo

    Selanjutnya tampil Prof. Dr. Mr. Soepomo berpidato di hadapan sidang BPUPK pada tanggal 31 Mei 1945. Dalam pidatonya beliau menyampaikan usulan tentang dasar negara Indonesia merdeka yang terdiri dari lima gagasan:

    (1) Persatuan

    (2) Kekeluargaan

    (3) Keseimbangan lahir batin

    (4) Musyawarah

    (5) Keadilan rakyat

    c) Ir. Soekarno (1 Juni 1945)

    Di hadapan sidang BPUPK, Ir. Soekarno menyampaikan pandangan dan pidatonya pada tanggal 1 Juni 1945. Usulan secara lisan berupa lima asas yang diajukan dalam pidatonya sebagai bentuk

    dasar negara Indonesia. Adapun rumusan dasar negara tersebut adalah sebagai berikut:

    (1) Nasionalisme atau Kebangsaan Indonesia.

    (2) Internasionalisme atau Perikemanusiaan.

    (3) Mufakat atau Demokrasi.

    (4) Kesejahteraan sosial.

    (5) Ketuhanan yang berkebudayaan.

    Ir. Soekarno mengatakan bahwa saran dari salah seorang ahli bahasa, lima asas di atas diusulkan agar diberi nama “Pancasila”. Istilah “Pancasila” sebagai dasar negara tersebut diterima oleh sidang secara penuh. Selanjutnya, beliau mengungkapkan usulan bahwa kelima sila tersebut dapat diperas lagi menjadi Tri Sila yang rumusannya:

    (1) Sosio Nasionalisme, yaitu Nasionalisme dan Internasionalisme.

    (2) Sosio Demokrasi, yaitu Demokrasi dengan Kesejahteraan Rakyat.

    (3) Ketuhanan Yang Maha Esa.

    Kemudian, Ir. Soekarno menyampaikan kembali bahwa Tri Sila tersebut masih dapat diperas lagi menjadi Eka Sila atau satu sila yang intinya adalah “gotong-royong.

    Kesimpulan materi:

    Pancasila adalah dasar negara Indonesia yang terdiri dari lima sila. Sebelum menjadi seperti sekarang, Pancasila dirumuskan melalui beberapa tahap penting oleh para tokoh pendiri bangsa. Proses perumusan ini terjadi pada masa sidang-sidang penting menjelang kemerdekaan Indonesia, seperti sidang BPUPKI dan PPKI.

    Beberapa tokoh penting yang terlibat dalam perumusan Pancasila antara lain:

    • Ir. Soekarno
    • Moh. Yamin
    • Dr. Soepomo

    Akhirnya, pada tanggal 18 Agustus 1945, Pancasila secara resmi disahkan sebagai dasar negara Indonesia dan tercantum dalam Pembukaan UUD 1945.

    MAPEL BAHASA INDONESA

    TUJUAN PEMBELAJARAN:

    Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik mampu Membedakan Kalimat Transitif dan Kalimat Intransitif

    MATERI AJAR:  Kalimat Transitif dan Kalimat Intransitif

    Pengertian Petunjuk Arah

    Petunjuk arah adalah informasi yang membantu seseorang menemukan lokasi atau tujuan tertentu. Petunjuk arah dapat disampaikan secara lisan maupun tertulis. Agar mudah dipahami, petunjuk arah harus menggunakan kalimat yang jelas, singkat, dan runtut.

    Contoh kata-kata yang sering digunakan dalam petunjuk arah:

    • lurus
    • belok kiri
    • belok kanan
    • di depan
    • di samping
    • di seberang
    • dekat
    • jauh

    Manfaat Petunjuk Arah

    Petunjuk arah memiliki banyak manfaat, antara lain:

    1. Membantu Menemukan Lokasi

    Dengan petunjuk arah, seseorang dapat mencapai tempat tujuan tanpa tersesat.

    Contoh:
    "Aula sekolah berada di sebelah kanan perpustakaan."

    2. Menghemat Waktu

    Petunjuk arah yang jelas membuat perjalanan menjadi lebih cepat karena tidak perlu bertanya berkali-kali.

    3. Menghindari Kesalahan Jalan

    Petunjuk arah membantu seseorang memilih jalan yang benar.

    4. Memudahkan Orang Lain

    Kita dapat membantu teman atau tamu menemukan tempat yang mereka cari.

    5. Melatih Kemampuan Berkomunikasi

    Memberikan petunjuk arah membuat kita belajar berbicara dengan jelas, sopan, dan runtut.

    Contoh Petunjuk Arah

    Menuju Perpustakaan Sekolah

    1.         Keluar dari ruang kelas.

    2.        Berjalan lurus menuju halaman sekolah.

    3.        Belok kiri di depan ruang guru.

    4.        Perpustakaan berada di sebelah kanan.

    Ciri-Ciri Petunjuk Arah yang Baik

    • Menggunakan bahasa yang jelas.
    • Disusun secara berurutan.
    • Menggunakan kata penunjuk arah yang tepat.
    • Mudah dipahami oleh orang lain.

    Contoh Percakapan

    Beni: "Di mana letak UKS?"

    Siti: "Dari kelas, berjalanlah lurus sampai ruang guru. Setelah itu belok kanan. UKS berada di sebelah kiri kantin."

    Ringkasan

    • Petunjuk arah membantu seseorang menemukan tempat tujuan.
    • Petunjuk arah harus jelas, singkat, dan berurutan.
    • Manfaat petunjuk arah antara lain memudahkan mencari lokasi, menghemat waktu, menghindari tersesat, membantu orang lain, dan melatih kemampuan berkomunikasi.

    Latihan

    A. Pilihan Ganda

    1.         Petunjuk arah berguna untuk ....
    b. mencari jalan menuju suatu tempat
    c. menghitung
    d. menggambar

    2.        Kalimat yang termasuk petunjuk arah adalah ....
    b. Belok kanan di depan kantor.
    c. Membaca buku setiap hari.
    d. Bermain bola bersama teman.

    3.        Salah satu manfaat petunjuk arah adalah ....
    b. membuat bingung
    c. membantu menemukan lokasi
    d. menghilangkan rambu jalan

    4.        Kata yang menunjukkan arah adalah ....
    b. tinggi
    c. kiri
    d. besar

    5.        Petunjuk arah sebaiknya disampaikan secara ....
    b. jelas dan runtut
    c. panjang dan berbelit
    d. sulit dipahami

    B. Uraian

    1.         Apa yang dimaksud dengan petunjuk arah?

    2.        Sebutkan tiga manfaat petunjuk arah!

    3.        Mengapa petunjuk arah harus disampaikan secara jelas?

    4.        Tuliskan contoh petunjuk arah menuju kantin sekolah!

    5.        Ceritakan pengalamanmu ketika menggunakan petunjuk arah.

    MEDIA/SUMBER PEMBELAJARAN:

    - Buku MAPEL MATEMATIKA, BAHASA INDONESIA, PENDIDIKAN PANCASILA KELAS IV

    - LCD

    - VIDEO PEMBELAJARAN

    - GAMBAR-GAMBAR

    - KARTU ANGKA

    *METODE PEMBELAJARAN:

    - Ceramah, tanya jawab, Discocery Learning, PBL

    R  REFLEKSI/KESIMPULAN:

    Tujuan Pembelajaran:

    Peserta didik mampu 

    1.         Membaca dan menuliskan bilangan cacah sampai 10.000

    2.        Menentukan nilai tempat (ribuan, ratusan, puluhan, satuan)

    MATERI AJAR: 

    1.         Membaca dan menuliskan bilangan cacah sampai 10.000

    2.        Menentukan nilai tempat (ribuan, ratusan, puluhan, satuan)

    A. Pengertian Bilangan Cacah

    Bilangan cacah adalah bilangan yang dimulai dari 0 kemudian bertambah satu demi satu tanpa batas.

    Contoh:
    0, 1, 2, 3, 4, 5, ..., 9.998, 9.999, 10.000.

    B. Membaca Bilangan Cacah

    Perhatikan contoh berikut.

    Lambang Bilangan

    Cara Membaca

    145

    seratus empat puluh lima

    980

    sembilan ratus delapan puluh

    1.256

    seribu dua ratus lima puluh enam

    3.409

    tiga ribu empat ratus sembilan

    5.680

    lima ribu enam ratus delapan puluh

    7.031

    tujuh ribu tiga puluh satu

    8.999

    delapan ribu sembilan ratus sembilan puluh sembilan

    10.000

    sepuluh ribu

    Perhatikan!

    • Gunakan kata seribu, bukan satu ribu.
    • Bilangan 1.000 dibaca seribu.
    • Bilangan 100 dibaca seratus.

    C. Menuliskan Bilangan

    Contoh:

    • Dua ribu tiga ratus lima belas  2.315
    • Empat ribu tujuh puluh dua  4.072
    • Delapan ribu enam ratus sembilan puluh satu  8.691
    • Sembilan ribu sembilan ratus sembilan puluh sembilan  9.999
    • Sepuluh ribu  10.000

    D. Langkah Membaca Bilangan

    Contoh bilangan 6.428

    1.         Angka ribuan = 6 enam ribu

    2.        Angka ratusan = 4 empat ratus

    3.        Angka puluhan = 2 dua puluh

    4.        Angka satuan = 8 delapan

    Jadi dibaca:

    Enam ribu empat ratus dua puluh delapan

    E. Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari

    • Jumlah buku di perpustakaan adalah 4.265 buku.
    • Jumlah penduduk suatu desa sebanyak 8.520 orang.
    • Sekolah memiliki 1.450 siswa.

    Contoh Soal 1

    Tuliskan cara membaca bilangan berikut.

    3.285

    Jawaban:

    Tiga ribu dua ratus delapan puluh lima.

    Contoh 2

    Tuliskan lambang bilangan berikut.

    Lima ribu tujuh ratus empat belas

    Jawaban:

    5.714

    A. Pengertian Mengurutkan Bilangan

    Mengurutkan bilangan adalah menyusun beberapa bilangan berdasarkan besar nilainya.

    Ada dua cara mengurutkan bilangan, yaitu:

    • Urutan naik (ascending): dari bilangan terkecil ke terbesar.
    • Urutan turun (descending): dari bilangan terbesar ke terkecil.

    B. Cara Mengurutkan Bilangan

    Saat mengurutkan bilangan, bandingkan nilai tempatnya secara berurutan:

    1.         Ribuan

    2.        Ratusan

    3.        Puluhan

    4.        Satuan

    Jika angka pada ribuan sama, bandingkan angka ratusan. Jika ratusan sama, bandingkan puluhan, lalu satuan.

    C. Contoh Mengurutkan Bilangan

    Contoh 1

    Urutkan dari yang terkecil ke terbesar.

    3.245, 2.980, 4.120, 3.120

    Penyelesaian:

    • Bilangan ribuan terkecil adalah 2.980.
    • Selanjutnya 3.120.
    • Kemudian 3.245.
    • Terakhir 4.120.

    Jawaban:
    2.980, 3.120, 3.245, 4.120

    Contoh 2

    Urutkan dari yang terbesar ke terkecil.

    6.245, 5.980, 6.780, 4.950

    Penyelesaian:

    • Bilangan terbesar adalah 6.780.
    • Kemudian 6.245.
    • Selanjutnya 5.980.
    • Terakhir 4.950.

    Jawaban:
    6.780, 6.245, 5.980, 4.950

    D. Contoh Lain

    Urutkan dari yang terkecil.

    8.520, 8.205, 8.052, 8.502

    Perhatikan angka ratusannya.

    Jawaban:

    8.052, 8.205, 8.502, 8.520

    Urutkan dari yang terbesar.

    9.100, 9.010, 9.001, 9.110

    Jawaban:

    9.110, 9.100, 9.010, 9.001

    E. Langkah Mengurutkan Bilangan

    1.         Perhatikan angka pada ribuan.

    2.        Jika sama, lihat angka ratusan.

    3.        Jika masih sama, lihat angka puluhan.

    4.        Terakhir, lihat angka satuan.

    5.        Susun sesuai perintah soal.

    F. Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari

    Contoh 1

    Jumlah buku di empat kelas:

    • Kelas IV A = 3.250 buku
    • Kelas IV B = 2.980 buku
    • Kelas IV C = 3.410 buku
    • Kelas IV D = 3.100 buku

    Urutan dari yang terkecil:

    2.980, 3.100, 3.250, 3.410

    Contoh 2

    Jumlah penonton pertandingan:

    • 4.580 orang
    • 5.020 orang
    • 3.950 orang
    • 4.800 orang

    Urutan dari terbesar:

    5.020, 4.800, 4.580, 3.950

    MAPEL PENDIDIKAN PANCASILA

    TUJUAN PEMBELAJARAN:

    Peserta didik mampu menjelaskan perumusan pancasila dengan bauk.

    MATERI AJAR : PERUMUSAN PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA

    Gagasan Perumusan Dasar Negara

    Selaku ketua Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK), dr.Radjiman Wedyodiningrat dari mulai sidang mengajukan suatu masalah sebagai agenda utamanya. Masalah tersebut merupakan hal penting dan mendasar dalam suatu negara yang baru terbentuk. Dalam sidang BPUPK tersebut, proses perumusan dasar negara Indonesia dimulai. Pada pembicaraan rumusan calon dasar negara majulah beberapa orang pembicara dalam sidang tersebut, diantaranya Mr. Muhammad Yamin, Prof. Dr. Mr. Soepomo, dan Ir. Soekarno untuk memaparkan gagasannya. Gagasan tersebut kemudian dimusyawarahkan dan disepakati hingga akhirnya bernama Pancasila yang menjadi dasar negara Indonesia merdeka. Gagasan dari ketiga tokoh tersebut dijabarkan dalam uraian berikut ini.

    a) Mr. Muhammad Yamin

    Pada pelaksanaan sidang pertama BPUPK tanggal 29 Mei 1945, peristiwa ini menjadi tonggak sejarah karena pada saat itu yang mendapat kesempatan pertama berbicara adalah Mr. Muhammad Yamin untuk menyampaikan mengenai buah pikirannya tentang dasar negara. Pidatonya berisi lima asas dasar negara Indonesia Merdeka, yaitu:

    (1) Peri Kebangsaan.

    (2) Peri Kemanusiaan.

    (3) Peri Ketuhanan.

    (4) Peri Kerakyatan.

    (5) Kesejahteraan Rakyat.

     

    b) Prof. Dr. Mr. Soepomo

    Selanjutnya tampil Prof. Dr. Mr. Soepomo berpidato di hadapan sidang BPUPK pada tanggal 31 Mei 1945. Dalam pidatonya beliau menyampaikan usulan tentang dasar negara Indonesia merdeka yang terdiri dari lima gagasan:

    (1) Persatuan

    (2) Kekeluargaan

    (3) Keseimbangan lahir batin

    (4) Musyawarah

    (5) Keadilan rakyat

    c) Ir. Soekarno (1 Juni 1945)

    Di hadapan sidang BPUPK, Ir. Soekarno menyampaikan pandangan dan pidatonya pada tanggal 1 Juni 1945. Usulan secara lisan berupa lima asas yang diajukan dalam pidatonya sebagai bentuk

    dasar negara Indonesia. Adapun rumusan dasar negara tersebut adalah sebagai berikut:

    (1) Nasionalisme atau Kebangsaan Indonesia.

    (2) Internasionalisme atau Perikemanusiaan.

    (3) Mufakat atau Demokrasi.

    (4) Kesejahteraan sosial.

    (5) Ketuhanan yang berkebudayaan.

    Ir. Soekarno mengatakan bahwa saran dari salah seorang ahli bahasa, lima asas di atas diusulkan agar diberi nama “Pancasila”. Istilah “Pancasila” sebagai dasar negara tersebut diterima oleh sidang secara penuh. Selanjutnya, beliau mengungkapkan usulan bahwa kelima sila tersebut dapat diperas lagi menjadi Tri Sila yang rumusannya:

    (1) Sosio Nasionalisme, yaitu Nasionalisme dan Internasionalisme.

    (2) Sosio Demokrasi, yaitu Demokrasi dengan Kesejahteraan Rakyat.

    (3) Ketuhanan Yang Maha Esa.

    Kemudian, Ir. Soekarno menyampaikan kembali bahwa Tri Sila tersebut masih dapat diperas lagi menjadi Eka Sila atau satu sila yang intinya adalah “gotong-royong.

    Kesimpulan materi:

    Pancasila adalah dasar negara Indonesia yang terdiri dari lima sila. Sebelum menjadi seperti sekarang, Pancasila dirumuskan melalui beberapa tahap penting oleh para tokoh pendiri bangsa. Proses perumusan ini terjadi pada masa sidang-sidang penting menjelang kemerdekaan Indonesia, seperti sidang BPUPKI dan PPKI.

    Beberapa tokoh penting yang terlibat dalam perumusan Pancasila antara lain:

    • Ir. Soekarno
    • Moh. Yamin
    • Dr. Soepomo

    Akhirnya, pada tanggal 18 Agustus 1945, Pancasila secara resmi disahkan sebagai dasar negara Indonesia dan tercantum dalam Pembukaan UUD 1945.

    MAPEL BAHASA INDONESA

    TUJUAN PEMBELAJARAN:

    Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik mampu menggunakan petunjuk arah ketika berada di lingkungan sekolah maupun lingkungan masyarakat sehingga dapat membantu orang lain menemukan suatu tempat secara benar.

    MATERI AJAR:MANFAAT PETUNJUK ARAH

    Pengertian Petunjuk Arah

    Petunjuk arah adalah informasi yang membantu seseorang menemukan lokasi atau tujuan tertentu. Petunjuk arah dapat disampaikan secara lisan maupun tertulis. Agar mudah dipahami, petunjuk arah harus menggunakan kalimat yang jelas, singkat, dan runtut.

    Contoh kata-kata yang sering digunakan dalam petunjuk arah:

    • lurus
    • belok kiri
    • belok kanan
    • di depan
    • di samping
    • di seberang
    • dekat
    • jauh

    Manfaat Petunjuk Arah

    Petunjuk arah memiliki banyak manfaat, antara lain:

    1. Membantu Menemukan Lokasi

    Dengan petunjuk arah, seseorang dapat mencapai tempat tujuan tanpa tersesat.

    Contoh:
    "Aula sekolah berada di sebelah kanan perpustakaan."

    2. Menghemat Waktu

    Petunjuk arah yang jelas membuat perjalanan menjadi lebih cepat karena tidak perlu bertanya berkali-kali.

    3. Menghindari Kesalahan Jalan

    Petunjuk arah membantu seseorang memilih jalan yang benar.

    4. Memudahkan Orang Lain

    Kita dapat membantu teman atau tamu menemukan tempat yang mereka cari.

    5. Melatih Kemampuan Berkomunikasi

    Memberikan petunjuk arah membuat kita belajar berbicara dengan jelas, sopan, dan runtut.

    Contoh Petunjuk Arah

    Menuju Perpustakaan Sekolah

    1.         Keluar dari ruang kelas.

    2.        Berjalan lurus menuju halaman sekolah.

    3.        Belok kiri di depan ruang guru.

    4.        Perpustakaan berada di sebelah kanan.

    Ciri-Ciri Petunjuk Arah yang Baik

    • Menggunakan bahasa yang jelas.
    • Disusun secara berurutan.
    • Menggunakan kata penunjuk arah yang tepat.
    • Mudah dipahami oleh orang lain.

    Contoh Percakapan

    Beni: "Di mana letak UKS?"

    Siti: "Dari kelas, berjalanlah lurus sampai ruang guru. Setelah itu belok kanan. UKS berada di sebelah kiri kantin."

    Ringkasan

    • Petunjuk arah membantu seseorang menemukan tempat tujuan.
    • Petunjuk arah harus jelas, singkat, dan berurutan.
    • Manfaat petunjuk arah antara lain memudahkan mencari lokasi, menghemat waktu, menghindari tersesat, membantu orang lain, dan melatih kemampuan berkomunikasi.

    Latihan

    A. Pilihan Ganda

    1.         Petunjuk arah berguna untuk ....
    b. mencari jalan menuju suatu tempat
    c. menghitung
    d. menggambar

    2.        Kalimat yang termasuk petunjuk arah adalah ....
    b. Belok kanan di depan kantor.
    c. Membaca buku setiap hari.
    d. Bermain bola bersama teman.

    3.        Salah satu manfaat petunjuk arah adalah ....
    b. membuat bingung
    c. membantu menemukan lokasi
    d. menghilangkan rambu jalan

    4.        Kata yang menunjukkan arah adalah ....
    b. tinggi
    c. kiri
    d. besar

    5.        Petunjuk arah sebaiknya disampaikan secara ....
    b. jelas dan runtut
    c. panjang dan berbelit
    d. sulit dipahami

    B. Uraian

    1.         Apa yang dimaksud dengan petunjuk arah?

    2.        Sebutkan tiga manfaat petunjuk arah!

    3.        Mengapa petunjuk arah harus disampaikan secara jelas?

    4.        Tuliskan contoh petunjuk arah menuju kantin sekolah!

    5.        Ceritakan pengalamanmu ketika menggunakan petunjuk arah.

    MEDIA/SUMBER PEMBELAJARAN:

    - Buku MAPEL MATEMATIKA, BAHASA INDONESIA, PENDIDIKAN PANCASILA KELAS IV

    - LCD

    - VIDEO PEMBELAJARAN

    - GAMBAR-GAMBAR

    - KARTU ANGKA

    *METODE PEMBELAJARAN:

    - Ceramah, tanya jawab, Discocery Learning, PBL

    R  REFLEKSI/KESIMPULAN:

    Tujuan Pembelajaran:

    Peserta didik mampu 

    1.         Membaca dan menuliskan bilangan cacah sampai 10.000

    2.        Menentukan nilai tempat (ribuan, ratusan, puluhan, satuan)

    MATERI AJAR: 

    1.         Membaca dan menuliskan bilangan cacah sampai 10.000

    2.        Menentukan nilai tempat (ribuan, ratusan, puluhan, satuan)

    A. Pengertian Bilangan Cacah

    Bilangan cacah adalah bilangan yang dimulai dari 0 kemudian bertambah satu demi satu tanpa batas.

    Contoh:
    0, 1, 2, 3, 4, 5, ..., 9.998, 9.999, 10.000.

    B. Membaca Bilangan Cacah

    Perhatikan contoh berikut.

    Lambang Bilangan

    Cara Membaca

    145

    seratus empat puluh lima

    980

    sembilan ratus delapan puluh

    1.256

    seribu dua ratus lima puluh enam

    3.409

    tiga ribu empat ratus sembilan

    5.680

    lima ribu enam ratus delapan puluh

    7.031

    tujuh ribu tiga puluh satu

    8.999

    delapan ribu sembilan ratus sembilan puluh sembilan

    10.000

    sepuluh ribu

    Perhatikan!

    • Gunakan kata seribu, bukan satu ribu.
    • Bilangan 1.000 dibaca seribu.
    • Bilangan 100 dibaca seratus.

    C. Menuliskan Bilangan

    Contoh:

    • Dua ribu tiga ratus lima belas  2.315
    • Empat ribu tujuh puluh dua  4.072
    • Delapan ribu enam ratus sembilan puluh satu  8.691
    • Sembilan ribu sembilan ratus sembilan puluh sembilan  9.999
    • Sepuluh ribu  10.000

    D. Langkah Membaca Bilangan

    Contoh bilangan 6.428

    1.         Angka ribuan = 6 enam ribu

    2.        Angka ratusan = 4 empat ratus

    3.        Angka puluhan = 2 dua puluh

    4.        Angka satuan = 8 delapan

    Jadi dibaca:

    Enam ribu empat ratus dua puluh delapan

    E. Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari

    • Jumlah buku di perpustakaan adalah 4.265 buku.
    • Jumlah penduduk suatu desa sebanyak 8.520 orang.
    • Sekolah memiliki 1.450 siswa.

    Contoh Soal 1

    Tuliskan cara membaca bilangan berikut.

    3.285

    Jawaban:

    Tiga ribu dua ratus delapan puluh lima.

    Contoh 2

    Tuliskan lambang bilangan berikut.

    Lima ribu tujuh ratus empat belas

    Jawaban:

    5.714

    A. Pengertian Mengurutkan Bilangan

    Mengurutkan bilangan adalah menyusun beberapa bilangan berdasarkan besar nilainya.

    Ada dua cara mengurutkan bilangan, yaitu:

    • Urutan naik (ascending): dari bilangan terkecil ke terbesar.
    • Urutan turun (descending): dari bilangan terbesar ke terkecil.

    B. Cara Mengurutkan Bilangan

    Saat mengurutkan bilangan, bandingkan nilai tempatnya secara berurutan:

    1.         Ribuan

    2.        Ratusan

    3.        Puluhan

    4.        Satuan

    Jika angka pada ribuan sama, bandingkan angka ratusan. Jika ratusan sama, bandingkan puluhan, lalu satuan.

    C. Contoh Mengurutkan Bilangan

    Contoh 1

    Urutkan dari yang terkecil ke terbesar.

    3.245, 2.980, 4.120, 3.120

    Penyelesaian:

    • Bilangan ribuan terkecil adalah 2.980.
    • Selanjutnya 3.120.
    • Kemudian 3.245.
    • Terakhir 4.120.

    Jawaban:
    2.980, 3.120, 3.245, 4.120

    Contoh 2

    Urutkan dari yang terbesar ke terkecil.

    6.245, 5.980, 6.780, 4.950

    Penyelesaian:

    • Bilangan terbesar adalah 6.780.
    • Kemudian 6.245.
    • Selanjutnya 5.980.
    • Terakhir 4.950.

    Jawaban:
    6.780, 6.245, 5.980, 4.950

    D. Contoh Lain

    Urutkan dari yang terkecil.

    8.520, 8.205, 8.052, 8.502

    Perhatikan angka ratusannya.

    Jawaban:

    8.052, 8.205, 8.502, 8.520

    Urutkan dari yang terbesar.

    9.100, 9.010, 9.001, 9.110

    Jawaban:

    9.110, 9.100, 9.010, 9.001

    E. Langkah Mengurutkan Bilangan

    1.         Perhatikan angka pada ribuan.

    2.        Jika sama, lihat angka ratusan.

    3.        Jika masih sama, lihat angka puluhan.

    4.        Terakhir, lihat angka satuan.

    5.        Susun sesuai perintah soal.

    F. Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari

    Contoh 1

    Jumlah buku di empat kelas:

    • Kelas IV A = 3.250 buku
    • Kelas IV B = 2.980 buku
    • Kelas IV C = 3.410 buku
    • Kelas IV D = 3.100 buku

    Urutan dari yang terkecil:

    2.980, 3.100, 3.250, 3.410

    Contoh 2

    Jumlah penonton pertandingan:

    • 4.580 orang
    • 5.020 orang
    • 3.950 orang
    • 4.800 orang

    Urutan dari terbesar:

    5.020, 4.800, 4.580, 3.950

    MAPEL PENDIDIKAN PANCASILA

    TUJUAN PEMBELAJARAN:

    Peserta didik mampu menjelaskan perumusan pancasila dengan bauk.

    MATERI AJAR : PERUMUSAN PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA

    Gagasan Perumusan Dasar Negara

    Selaku ketua Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK), dr.Radjiman Wedyodiningrat dari mulai sidang mengajukan suatu masalah sebagai agenda utamanya. Masalah tersebut merupakan hal penting dan mendasar dalam suatu negara yang baru terbentuk. Dalam sidang BPUPK tersebut, proses perumusan dasar negara Indonesia dimulai. Pada pembicaraan rumusan calon dasar negara majulah beberapa orang pembicara dalam sidang tersebut, diantaranya Mr. Muhammad Yamin, Prof. Dr. Mr. Soepomo, dan Ir. Soekarno untuk memaparkan gagasannya. Gagasan tersebut kemudian dimusyawarahkan dan disepakati hingga akhirnya bernama Pancasila yang menjadi dasar negara Indonesia merdeka. Gagasan dari ketiga tokoh tersebut dijabarkan dalam uraian berikut ini.

    a) Mr. Muhammad Yamin

    Pada pelaksanaan sidang pertama BPUPK tanggal 29 Mei 1945, peristiwa ini menjadi tonggak sejarah karena pada saat itu yang mendapat kesempatan pertama berbicara adalah Mr. Muhammad Yamin untuk menyampaikan mengenai buah pikirannya tentang dasar negara. Pidatonya berisi lima asas dasar negara Indonesia Merdeka, yaitu:

    (1) Peri Kebangsaan.

    (2) Peri Kemanusiaan.

    (3) Peri Ketuhanan.

    (4) Peri Kerakyatan.

    (5) Kesejahteraan Rakyat.

     

    b) Prof. Dr. Mr. Soepomo

    Selanjutnya tampil Prof. Dr. Mr. Soepomo berpidato di hadapan sidang BPUPK pada tanggal 31 Mei 1945. Dalam pidatonya beliau menyampaikan usulan tentang dasar negara Indonesia merdeka yang terdiri dari lima gagasan:

    (1) Persatuan

    (2) Kekeluargaan

    (3) Keseimbangan lahir batin

    (4) Musyawarah

    (5) Keadilan rakyat

    c) Ir. Soekarno (1 Juni 1945)

    Di hadapan sidang BPUPK, Ir. Soekarno menyampaikan pandangan dan pidatonya pada tanggal 1 Juni 1945. Usulan secara lisan berupa lima asas yang diajukan dalam pidatonya sebagai bentuk

    dasar negara Indonesia. Adapun rumusan dasar negara tersebut adalah sebagai berikut:

    (1) Nasionalisme atau Kebangsaan Indonesia.

    (2) Internasionalisme atau Perikemanusiaan.

    (3) Mufakat atau Demokrasi.

    (4) Kesejahteraan sosial.

    (5) Ketuhanan yang berkebudayaan.

    Ir. Soekarno mengatakan bahwa saran dari salah seorang ahli bahasa, lima asas di atas diusulkan agar diberi nama “Pancasila”. Istilah “Pancasila” sebagai dasar negara tersebut diterima oleh sidang secara penuh. Selanjutnya, beliau mengungkapkan usulan bahwa kelima sila tersebut dapat diperas lagi menjadi Tri Sila yang rumusannya:

    (1) Sosio Nasionalisme, yaitu Nasionalisme dan Internasionalisme.

    (2) Sosio Demokrasi, yaitu Demokrasi dengan Kesejahteraan Rakyat.

    (3) Ketuhanan Yang Maha Esa.

    Kemudian, Ir. Soekarno menyampaikan kembali bahwa Tri Sila tersebut masih dapat diperas lagi menjadi Eka Sila atau satu sila yang intinya adalah “gotong-royong.

    Kesimpulan materi:

    Pancasila adalah dasar negara Indonesia yang terdiri dari lima sila. Sebelum menjadi seperti sekarang, Pancasila dirumuskan melalui beberapa tahap penting oleh para tokoh pendiri bangsa. Proses perumusan ini terjadi pada masa sidang-sidang penting menjelang kemerdekaan Indonesia, seperti sidang BPUPKI dan PPKI.

    Beberapa tokoh penting yang terlibat dalam perumusan Pancasila antara lain:

    • Ir. Soekarno
    • Moh. Yamin
    • Dr. Soepomo

    Akhirnya, pada tanggal 18 Agustus 1945, Pancasila secara resmi disahkan sebagai dasar negara Indonesia dan tercantum dalam Pembukaan UUD 1945.

    MAPEL BAHASA INDONESA

    TUJUAN PEMBELAJARAN: Membedakan Kalimat Transitif dan Kalimat Intransitif

    Pengertian Kalimat Transitif

    Kalimat transitif adalah kalimat yang memerlukan objek agar maknanya menjadi lengkap.

    Ciri-ciri

    ✅ Memiliki subjek (S)

    ✅ Memiliki predikat (P)

    ✅ Memiliki objek (O)

    Predikat biasanya berupa kata kerja berawalan me-.

    Rumus

    S + P + O

    Contoh

    Kalimat

    Subjek

    Predikat

    Objek

    Ibu memasak nasi.

    Ibu

    memasak

    nasi

    Rina membaca buku.

    Rina

    membaca

    buku

    Dito menendang bola.

    Dito

    menendang

    bola

    Ayah mencuci mobil.

    Ayah

    mencuci

    mobil

    Perhatikan!

    Jika objek dihilangkan,

    Ibu memasak....

    Kalimat terasa belum lengkap.

    Artinya kalimat tersebut adalah kalimat transitif.

    C. Pengertian Kalimat Intransitif

    Kalimat intransitif adalah kalimat yang tidak memerlukan objek.

    Kalimat sudah lengkap walaupun tidak mempunyai objek.

    Rumus

    S + P

    atau

    S + P + Keterangan

    Contoh

    Kalimat

    Subjek

    Predikat

    Keterangan

    Ayah bekerja.

    Ayah

    bekerja

    -

    Burung terbang.

    Burung

    terbang

    -

    Rani tertawa.

    Rani

    tertawa

    -

    Adik tidur di kamar.

    Adik

    tidur

    di kamar

    Siswa berlari di lapangan.

    Siswa

    berlari

    di lapangan

    Kalimat tersebut sudah lengkap meskipun tidak memiliki objek.

    D. Perbedaan Kalimat Transitif dan Kalimat Intransitif

    Kalimat Transitif

    Kalimat Intransitif

    Memerlukan objek

    Tidak memerlukan objek

    Pola S-P-O

    Pola S-P atau S-P-K

    Predikat dapat dipasifkan

    Predikat umumnya tidak dipasifkan

    Contoh: Sinta membaca buku.

    Contoh: Sinta berjalan.

    E. Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari

    Kalimat Transitif

    • Ibu menyapu lantai.
    • Kakak menulis surat.
    • Ayah memperbaiki sepeda.
    • Beni memetik bunga.
    • Siswa mengerjakan tugas.

    Kalimat Intransitif

    • Nenek tersenyum.
    • Adik menangis.
    • Burung bernyanyi.
    • Ibu duduk.
    • Kucing tidur.

    F. Cara Membedakan

    Perhatikan langkah berikut.

    Langkah 1

    Cari predikatnya.

    Misalnya:

    Ibu memasak nasi.

    Predikat = memasak

    Langkah 2

    Tanyakan:

    "Apa yang dimasak?"

    Jawabannya:

    "Nasi."

    Berarti terdapat objek.

    Kalimat termasuk transitif.

    Contoh lain

    Burung terbang.

    Tanyakan:

    "Apa yang diterbang?"

    Tidak ada jawabannya.

    Berarti tidak memiliki objek.

    Kalimat termasuk intransitif.

    G. Ringkasan

    ✔ Kalimat transitif memerlukan objek.

    ✔ Kalimat intransitif tidak memerlukan objek.

    ✔ Cara membedakannya adalah mencari objek setelah predikat.

    H. Latihan Singkat

    Tentukan jenis kalimat berikut!

    1.         Ayah membaca koran.

    2.        Adik menangis.

    3.        Sinta menyiram bunga.

    4.        Burung berkicau.

    5.        Kakak mencuci sepatu..

    MEDIA/SUMBER PEMBELAJARAN:

    - Buku MAPEL MATEMATIKA, BAHASA INDONESIA, PENDIDIKAN PANCASILA KELAS IV

    - LCD

    - VIDEO PEMBELAJARAN

    - GAMBAR-GAMBAR

    - KARTU ANGKA

    *METODE PEMBELAJARAN:

    - Ceramah, tanya jawab, Discocery Learning, PBL

    R  REFLEKSI/KESIMPULAN:


Komentar

Postingan Populer