27 Juli 2026
Senin, 27 Juli 2026
MATEMATIKA,Bahasa Indonesia dan Pendidikan Pancasila
- Gunakan kata seribu,
bukan satu ribu.
- Bilangan 1.000
dibaca seribu.
- Bilangan 100
dibaca seratus.
- Dua ribu tiga ratus
lima belas → 2.315
- Empat ribu tujuh puluh
dua → 4.072
- Delapan ribu enam
ratus sembilan puluh satu → 8.691
- Sembilan ribu sembilan
ratus sembilan puluh sembilan → 9.999
- Sepuluh ribu → 10.000
- Jumlah buku di
perpustakaan adalah 4.265 buku.
- Jumlah penduduk suatu
desa sebanyak 8.520 orang.
- Sekolah memiliki 1.450 siswa.
- Urutan naik
(ascending): dari bilangan terkecil
ke terbesar.
- Urutan turun
(descending): dari bilangan terbesar
ke terkecil.
- Bilangan ribuan
terkecil adalah 2.980.
- Selanjutnya 3.120.
- Kemudian 3.245.
- Terakhir 4.120.
- Bilangan terbesar
adalah 6.780.
- Kemudian 6.245.
- Selanjutnya 5.980.
- Terakhir 4.950.
- Kelas IV A = 3.250
buku
- Kelas IV B = 2.980
buku
- Kelas IV C = 3.410
buku
- Kelas IV D = 3.100
buku
- 4.580 orang
- 5.020 orang
- 3.950 orang
- 4.800 orang
- Ir.
Soekarno
- Moh.
Yamin
- Dr.
Soepomo
- lurus
- belok kiri
- belok kanan
- di depan
- di samping
- di seberang
- dekat
- jauh
- Menggunakan bahasa
yang jelas.
- Disusun secara
berurutan.
- Menggunakan kata
penunjuk arah yang tepat.
- Mudah dipahami oleh
orang lain.
- Petunjuk arah membantu
seseorang menemukan tempat tujuan.
- Petunjuk arah harus
jelas, singkat, dan berurutan.
- Manfaat petunjuk arah
antara lain memudahkan mencari lokasi, menghemat waktu, menghindari
tersesat, membantu orang lain, dan melatih kemampuan berkomunikasi.
- Gunakan kata seribu,
bukan satu ribu.
- Bilangan 1.000
dibaca seribu.
- Bilangan 100
dibaca seratus.
- Dua ribu tiga ratus
lima belas → 2.315
- Empat ribu tujuh puluh
dua → 4.072
- Delapan ribu enam
ratus sembilan puluh satu → 8.691
- Sembilan ribu sembilan
ratus sembilan puluh sembilan → 9.999
- Sepuluh ribu → 10.000
- Jumlah buku di
perpustakaan adalah 4.265 buku.
- Jumlah penduduk suatu
desa sebanyak 8.520 orang.
- Sekolah memiliki 1.450 siswa.
- Urutan naik
(ascending): dari bilangan terkecil
ke terbesar.
- Urutan turun
(descending): dari bilangan terbesar
ke terkecil.
- Bilangan ribuan
terkecil adalah 2.980.
- Selanjutnya 3.120.
- Kemudian 3.245.
- Terakhir 4.120.
- Bilangan terbesar
adalah 6.780.
- Kemudian 6.245.
- Selanjutnya 5.980.
- Terakhir 4.950.
- Kelas IV A = 3.250
buku
- Kelas IV B = 2.980
buku
- Kelas IV C = 3.410
buku
- Kelas IV D = 3.100
buku
- 4.580 orang
- 5.020 orang
- 3.950 orang
- 4.800 orang
- Ir.
Soekarno
- Moh.
Yamin
- Dr.
Soepomo
- lurus
- belok kiri
- belok kanan
- di depan
- di samping
- di seberang
- dekat
- jauh
- Menggunakan bahasa
yang jelas.
- Disusun secara
berurutan.
- Menggunakan kata
penunjuk arah yang tepat.
- Mudah dipahami oleh
orang lain.
- Petunjuk arah membantu
seseorang menemukan tempat tujuan.
- Petunjuk arah harus
jelas, singkat, dan berurutan.
- Manfaat petunjuk arah
antara lain memudahkan mencari lokasi, menghemat waktu, menghindari
tersesat, membantu orang lain, dan melatih kemampuan berkomunikasi.
- Gunakan kata seribu,
bukan satu ribu.
- Bilangan 1.000
dibaca seribu.
- Bilangan 100
dibaca seratus.
- Dua ribu tiga ratus
lima belas → 2.315
- Empat ribu tujuh puluh
dua → 4.072
- Delapan ribu enam
ratus sembilan puluh satu → 8.691
- Sembilan ribu sembilan
ratus sembilan puluh sembilan → 9.999
- Sepuluh ribu → 10.000
- Jumlah buku di
perpustakaan adalah 4.265 buku.
- Jumlah penduduk suatu
desa sebanyak 8.520 orang.
- Sekolah memiliki 1.450 siswa.
- Urutan naik
(ascending): dari bilangan terkecil
ke terbesar.
- Urutan turun
(descending): dari bilangan terbesar
ke terkecil.
- Bilangan ribuan
terkecil adalah 2.980.
- Selanjutnya 3.120.
- Kemudian 3.245.
- Terakhir 4.120.
- Bilangan terbesar
adalah 6.780.
- Kemudian 6.245.
- Selanjutnya 5.980.
- Terakhir 4.950.
- Kelas IV A = 3.250
buku
- Kelas IV B = 2.980
buku
- Kelas IV C = 3.410
buku
- Kelas IV D = 3.100
buku
- 4.580 orang
- 5.020 orang
- 3.950 orang
- 4.800 orang
- Ir.
Soekarno
- Moh.
Yamin
- Dr.
Soepomo
- Ibu menyapu lantai.
- Kakak menulis surat.
- Ayah memperbaiki
sepeda.
- Beni memetik bunga.
- Siswa mengerjakan
tugas.
- Nenek tersenyum.
- Adik menangis.
- Burung bernyanyi.
- Ibu duduk.
- Kucing tidur.
Good morning student…
Welcome ours class 4.C
Tabik pun....!!!!
Anak sholeh dan sholeha kelas IV.C,bagaimana kabarnya di hari Senin yang ceria ini,semoga kita semua dalam keadaan sehat dan tetap bersemangat ya Nak Aamiin.Alhamdulillah Hari ini kita kembali bertemu lagi untuk belajar Matematika
Seperti biasa sebelum melakukan aktivitas pembelajaran, terlebih dulu kita akan melaksanakan kegiatan menyimak tausiah,sholat dhuha dan tadarus bersama.
Yuk kita mulai belajar !
1.Identitas Diri
A. Nama : Fitri Daryani
B. Mapel : Matematika
C. Hari/Tanggal : Senin, 27 Juli 2026
D. Kelas : IV.C
E. Materi Pokok : Membaca dan menuliskan bilangan cacah sampai 10.000 dan
Menentukan nilai tempat
MAPEL MATEMATIKA
Tujuan Pembelajaran:
Peserta didik mampu
1.
Membaca dan
menuliskan bilangan cacah sampai 10.000
2.
Menentukan
nilai tempat (ribuan, ratusan, puluhan, satuan)
MATERI AJAR:
1.
Membaca dan
menuliskan bilangan cacah sampai 10.000
2.
Menentukan
nilai tempat (ribuan, ratusan, puluhan, satuan)
A. Pengertian Bilangan Cacah
Bilangan cacah adalah bilangan yang dimulai
dari 0 kemudian bertambah satu demi satu tanpa batas.
B. Membaca Bilangan Cacah
Perhatikan contoh berikut.
|
Lambang Bilangan |
Cara Membaca |
|
145 |
seratus empat puluh lima |
|
980 |
sembilan ratus delapan
puluh |
|
1.256 |
seribu dua ratus lima
puluh enam |
|
3.409 |
tiga ribu empat ratus
sembilan |
|
5.680 |
lima ribu enam ratus
delapan puluh |
|
7.031 |
tujuh ribu tiga puluh
satu |
|
8.999 |
delapan ribu sembilan
ratus sembilan puluh sembilan |
|
10.000 |
sepuluh ribu |
Perhatikan!
C. Menuliskan Bilangan
Contoh:
D. Langkah Membaca Bilangan
Contoh bilangan 6.428
1.
Angka ribuan
= 6 → enam ribu
2.
Angka ratusan
= 4 → empat ratus
3.
Angka puluhan
= 2 → dua puluh
4.
Angka satuan
= 8 → delapan
Jadi dibaca:
Enam ribu empat ratus dua
puluh delapan
E. Contoh dalam Kehidupan
Sehari-hari
Contoh Soal 1
Tuliskan cara membaca bilangan berikut.
3.285
Jawaban:
Tiga ribu dua ratus delapan puluh lima.
Contoh 2
Tuliskan lambang bilangan berikut.
Lima ribu tujuh ratus empat belas
Jawaban:
5.714
A. Pengertian Mengurutkan
Bilangan
Mengurutkan bilangan adalah menyusun beberapa
bilangan berdasarkan besar nilainya.
Ada dua cara mengurutkan bilangan, yaitu:
B. Cara Mengurutkan
Bilangan
Saat mengurutkan bilangan, bandingkan nilai
tempatnya secara berurutan:
1.
Ribuan
2.
Ratusan
3.
Puluhan
4.
Satuan
Jika angka pada ribuan sama, bandingkan angka
ratusan. Jika ratusan sama, bandingkan puluhan, lalu satuan.
C. Contoh Mengurutkan
Bilangan
Contoh 1
Urutkan dari yang terkecil ke terbesar.
3.245, 2.980, 4.120, 3.120
Penyelesaian:
Contoh 2
Urutkan dari yang terbesar ke terkecil.
6.245, 5.980, 6.780, 4.950
Penyelesaian:
D. Contoh Lain
Urutkan dari yang terkecil.
8.520, 8.205, 8.052, 8.502
Perhatikan angka ratusannya.
Jawaban:
8.052, 8.205, 8.502, 8.520
Urutkan dari yang terbesar.
9.100, 9.010, 9.001, 9.110
Jawaban:
9.110, 9.100, 9.010, 9.001
E. Langkah Mengurutkan
Bilangan
1.
Perhatikan
angka pada ribuan.
2.
Jika sama,
lihat angka ratusan.
3.
Jika masih
sama, lihat angka puluhan.
4.
Terakhir,
lihat angka satuan.
5.
Susun sesuai
perintah soal.
F. Contoh dalam Kehidupan
Sehari-hari
Contoh 1
Jumlah buku di empat kelas:
Urutan dari yang terkecil:
2.980, 3.100, 3.250, 3.410
Contoh 2
Jumlah penonton pertandingan:
Urutan dari terbesar:
5.020, 4.800, 4.580, 3.950
MAPEL PENDIDIKAN PANCASILA
TUJUAN PEMBELAJARAN:
Peserta didik mampu menjelaskan perumusan pancasila
dengan bauk.
MATERI AJAR : PERUMUSAN PANCASILA SEBAGAI DASAR
NEGARA
Gagasan Perumusan Dasar Negara
Selaku ketua Badan Penyelidik
Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK), dr.Radjiman Wedyodiningrat dari
mulai sidang mengajukan suatu masalah sebagai agenda utamanya. Masalah tersebut
merupakan hal penting dan mendasar dalam suatu negara yang baru terbentuk.
Dalam sidang BPUPK tersebut, proses perumusan dasar negara Indonesia dimulai.
Pada pembicaraan rumusan calon dasar negara majulah beberapa orang pembicara
dalam sidang tersebut, diantaranya Mr. Muhammad Yamin, Prof. Dr. Mr. Soepomo,
dan Ir. Soekarno untuk memaparkan gagasannya. Gagasan tersebut kemudian
dimusyawarahkan dan disepakati hingga akhirnya bernama Pancasila yang menjadi
dasar negara Indonesia merdeka. Gagasan dari ketiga tokoh tersebut dijabarkan
dalam uraian berikut ini.
a) Mr. Muhammad Yamin
Pada pelaksanaan sidang
pertama BPUPK tanggal 29 Mei 1945, peristiwa ini menjadi tonggak sejarah karena
pada saat itu yang mendapat kesempatan pertama berbicara adalah Mr. Muhammad
Yamin untuk menyampaikan mengenai buah pikirannya tentang dasar negara. Pidatonya
berisi lima asas dasar negara Indonesia Merdeka, yaitu:
(1) Peri Kebangsaan.
(2) Peri Kemanusiaan.
(3) Peri Ketuhanan.
(4) Peri Kerakyatan.
(5) Kesejahteraan Rakyat.
b) Prof. Dr. Mr. Soepomo
Selanjutnya tampil Prof. Dr.
Mr. Soepomo berpidato di hadapan sidang BPUPK pada tanggal 31 Mei 1945. Dalam
pidatonya beliau menyampaikan usulan tentang dasar negara Indonesia merdeka
yang terdiri dari lima gagasan:
(1) Persatuan
(2) Kekeluargaan
(3) Keseimbangan lahir batin
(4) Musyawarah
(5) Keadilan rakyat
c) Ir. Soekarno (1 Juni 1945)
Di hadapan sidang BPUPK, Ir.
Soekarno menyampaikan pandangan dan pidatonya pada tanggal 1 Juni 1945. Usulan
secara lisan berupa lima asas yang diajukan dalam pidatonya sebagai bentuk
dasar negara Indonesia. Adapun
rumusan dasar negara tersebut adalah sebagai berikut:
(1) Nasionalisme atau
Kebangsaan Indonesia.
(2) Internasionalisme atau
Perikemanusiaan.
(3) Mufakat atau Demokrasi.
(4) Kesejahteraan sosial.
(5) Ketuhanan yang
berkebudayaan.
Ir. Soekarno mengatakan bahwa
saran dari salah seorang ahli bahasa, lima asas di atas diusulkan agar diberi
nama “Pancasila”. Istilah “Pancasila” sebagai dasar negara tersebut diterima
oleh sidang secara penuh. Selanjutnya, beliau mengungkapkan usulan bahwa kelima
sila tersebut dapat diperas lagi menjadi Tri Sila yang rumusannya:
(1) Sosio Nasionalisme, yaitu
Nasionalisme dan Internasionalisme.
(2) Sosio Demokrasi, yaitu
Demokrasi dengan Kesejahteraan Rakyat.
(3) Ketuhanan Yang Maha Esa.
Kemudian, Ir. Soekarno
menyampaikan kembali bahwa Tri Sila tersebut masih dapat diperas lagi menjadi
Eka Sila atau satu sila yang intinya adalah “gotong-royong.
Kesimpulan materi:
Pancasila adalah dasar negara
Indonesia yang terdiri dari lima sila. Sebelum menjadi seperti sekarang,
Pancasila dirumuskan melalui beberapa tahap penting oleh para tokoh pendiri
bangsa. Proses perumusan ini terjadi pada masa sidang-sidang penting menjelang
kemerdekaan Indonesia, seperti sidang BPUPKI dan PPKI.
Beberapa tokoh penting yang
terlibat dalam perumusan Pancasila antara lain:
Akhirnya, pada tanggal 18
Agustus 1945, Pancasila secara resmi disahkan sebagai dasar negara
Indonesia dan tercantum dalam Pembukaan UUD 1945.
MAPEL BAHASA INDONESA
TUJUAN PEMBELAJARAN:
Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik mampu Membedakan Kalimat Transitif dan Kalimat Intransitif
MATERI AJAR:
Pengertian Petunjuk Arah
Petunjuk arah adalah informasi yang membantu
seseorang menemukan lokasi atau tujuan tertentu. Petunjuk arah dapat
disampaikan secara lisan maupun tertulis. Agar mudah dipahami, petunjuk arah
harus menggunakan kalimat yang jelas, singkat, dan runtut.
Contoh kata-kata yang sering digunakan dalam
petunjuk arah:
Manfaat Petunjuk Arah
Petunjuk arah memiliki banyak manfaat, antara lain:
1. Membantu Menemukan
Lokasi
Dengan petunjuk arah, seseorang dapat mencapai
tempat tujuan tanpa tersesat.
2. Menghemat Waktu
Petunjuk arah yang jelas membuat perjalanan menjadi
lebih cepat karena tidak perlu bertanya berkali-kali.
3. Menghindari Kesalahan
Jalan
Petunjuk arah membantu seseorang memilih jalan yang
benar.
4. Memudahkan Orang Lain
Kita dapat membantu teman atau tamu menemukan
tempat yang mereka cari.
5. Melatih Kemampuan
Berkomunikasi
Memberikan petunjuk arah membuat kita belajar
berbicara dengan jelas, sopan, dan runtut.
Contoh Petunjuk Arah
Menuju Perpustakaan Sekolah
1.
Keluar dari
ruang kelas.
2.
Berjalan
lurus menuju halaman sekolah.
3.
Belok kiri di
depan ruang guru.
4.
Perpustakaan
berada di sebelah kanan.
Ciri-Ciri Petunjuk Arah
yang Baik
Contoh Percakapan
Beni: "Di mana letak
UKS?"
Siti: "Dari kelas,
berjalanlah lurus sampai ruang guru. Setelah itu belok kanan. UKS berada di
sebelah kiri kantin."
Ringkasan
Latihan
A. Pilihan Ganda
B. Uraian
1.
Apa yang
dimaksud dengan petunjuk arah?
2.
Sebutkan tiga
manfaat petunjuk arah!
3.
Mengapa
petunjuk arah harus disampaikan secara jelas?
4.
Tuliskan
contoh petunjuk arah menuju kantin sekolah!
5.
Ceritakan
pengalamanmu ketika menggunakan petunjuk arah.
MEDIA/SUMBER PEMBELAJARAN:
- Buku MAPEL MATEMATIKA,
BAHASA INDONESIA, PENDIDIKAN PANCASILA KELAS IV
- LCD
- VIDEO PEMBELAJARAN
- GAMBAR-GAMBAR
- KARTU ANGKA
*METODE PEMBELAJARAN:
- Ceramah, tanya jawab,
Discocery Learning, PBL
R
REFLEKSI/KESIMPULAN:
Tujuan Pembelajaran:
Peserta didik mampu
1.
Membaca dan
menuliskan bilangan cacah sampai 10.000
2.
Menentukan
nilai tempat (ribuan, ratusan, puluhan, satuan)
MATERI AJAR:
1.
Membaca dan
menuliskan bilangan cacah sampai 10.000
2.
Menentukan
nilai tempat (ribuan, ratusan, puluhan, satuan)
A. Pengertian Bilangan Cacah
Bilangan cacah adalah bilangan yang dimulai
dari 0 kemudian bertambah satu demi satu tanpa batas.
B. Membaca Bilangan Cacah
Perhatikan contoh berikut.
|
Lambang Bilangan |
Cara Membaca |
|
145 |
seratus empat puluh lima |
|
980 |
sembilan ratus delapan
puluh |
|
1.256 |
seribu dua ratus lima
puluh enam |
|
3.409 |
tiga ribu empat ratus
sembilan |
|
5.680 |
lima ribu enam ratus
delapan puluh |
|
7.031 |
tujuh ribu tiga puluh
satu |
|
8.999 |
delapan ribu sembilan
ratus sembilan puluh sembilan |
|
10.000 |
sepuluh ribu |
Perhatikan!
C. Menuliskan Bilangan
Contoh:
D. Langkah Membaca Bilangan
Contoh bilangan 6.428
1.
Angka ribuan
= 6 → enam ribu
2.
Angka ratusan
= 4 → empat ratus
3.
Angka puluhan
= 2 → dua puluh
4.
Angka satuan
= 8 → delapan
Jadi dibaca:
Enam ribu empat ratus dua
puluh delapan
E. Contoh dalam Kehidupan
Sehari-hari
Contoh Soal 1
Tuliskan cara membaca bilangan berikut.
3.285
Jawaban:
Tiga ribu dua ratus delapan puluh lima.
Contoh 2
Tuliskan lambang bilangan berikut.
Lima ribu tujuh ratus empat belas
Jawaban:
5.714
A. Pengertian Mengurutkan
Bilangan
Mengurutkan bilangan adalah menyusun beberapa
bilangan berdasarkan besar nilainya.
Ada dua cara mengurutkan bilangan, yaitu:
B. Cara Mengurutkan
Bilangan
Saat mengurutkan bilangan, bandingkan nilai
tempatnya secara berurutan:
1.
Ribuan
2.
Ratusan
3.
Puluhan
4.
Satuan
Jika angka pada ribuan sama, bandingkan angka
ratusan. Jika ratusan sama, bandingkan puluhan, lalu satuan.
C. Contoh Mengurutkan
Bilangan
Contoh 1
Urutkan dari yang terkecil ke terbesar.
3.245, 2.980, 4.120, 3.120
Penyelesaian:
Contoh 2
Urutkan dari yang terbesar ke terkecil.
6.245, 5.980, 6.780, 4.950
Penyelesaian:
D. Contoh Lain
Urutkan dari yang terkecil.
8.520, 8.205, 8.052, 8.502
Perhatikan angka ratusannya.
Jawaban:
8.052, 8.205, 8.502, 8.520
Urutkan dari yang terbesar.
9.100, 9.010, 9.001, 9.110
Jawaban:
9.110, 9.100, 9.010, 9.001
E. Langkah Mengurutkan
Bilangan
1.
Perhatikan
angka pada ribuan.
2.
Jika sama,
lihat angka ratusan.
3.
Jika masih
sama, lihat angka puluhan.
4.
Terakhir,
lihat angka satuan.
5.
Susun sesuai
perintah soal.
F. Contoh dalam Kehidupan
Sehari-hari
Contoh 1
Jumlah buku di empat kelas:
Urutan dari yang terkecil:
2.980, 3.100, 3.250, 3.410
Contoh 2
Jumlah penonton pertandingan:
Urutan dari terbesar:
5.020, 4.800, 4.580, 3.950
MAPEL PENDIDIKAN PANCASILA
TUJUAN PEMBELAJARAN:
Peserta didik mampu menjelaskan perumusan pancasila
dengan bauk.
MATERI AJAR : PERUMUSAN PANCASILA SEBAGAI DASAR
NEGARA
Gagasan Perumusan Dasar Negara
Selaku ketua Badan Penyelidik
Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK), dr.Radjiman Wedyodiningrat dari
mulai sidang mengajukan suatu masalah sebagai agenda utamanya. Masalah tersebut
merupakan hal penting dan mendasar dalam suatu negara yang baru terbentuk.
Dalam sidang BPUPK tersebut, proses perumusan dasar negara Indonesia dimulai.
Pada pembicaraan rumusan calon dasar negara majulah beberapa orang pembicara
dalam sidang tersebut, diantaranya Mr. Muhammad Yamin, Prof. Dr. Mr. Soepomo,
dan Ir. Soekarno untuk memaparkan gagasannya. Gagasan tersebut kemudian
dimusyawarahkan dan disepakati hingga akhirnya bernama Pancasila yang menjadi
dasar negara Indonesia merdeka. Gagasan dari ketiga tokoh tersebut dijabarkan
dalam uraian berikut ini.
a) Mr. Muhammad Yamin
Pada pelaksanaan sidang
pertama BPUPK tanggal 29 Mei 1945, peristiwa ini menjadi tonggak sejarah karena
pada saat itu yang mendapat kesempatan pertama berbicara adalah Mr. Muhammad
Yamin untuk menyampaikan mengenai buah pikirannya tentang dasar negara. Pidatonya
berisi lima asas dasar negara Indonesia Merdeka, yaitu:
(1) Peri Kebangsaan.
(2) Peri Kemanusiaan.
(3) Peri Ketuhanan.
(4) Peri Kerakyatan.
(5) Kesejahteraan Rakyat.
b) Prof. Dr. Mr. Soepomo
Selanjutnya tampil Prof. Dr.
Mr. Soepomo berpidato di hadapan sidang BPUPK pada tanggal 31 Mei 1945. Dalam
pidatonya beliau menyampaikan usulan tentang dasar negara Indonesia merdeka
yang terdiri dari lima gagasan:
(1) Persatuan
(2) Kekeluargaan
(3) Keseimbangan lahir batin
(4) Musyawarah
(5) Keadilan rakyat
c) Ir. Soekarno (1 Juni 1945)
Di hadapan sidang BPUPK, Ir.
Soekarno menyampaikan pandangan dan pidatonya pada tanggal 1 Juni 1945. Usulan
secara lisan berupa lima asas yang diajukan dalam pidatonya sebagai bentuk
dasar negara Indonesia. Adapun
rumusan dasar negara tersebut adalah sebagai berikut:
(1) Nasionalisme atau
Kebangsaan Indonesia.
(2) Internasionalisme atau
Perikemanusiaan.
(3) Mufakat atau Demokrasi.
(4) Kesejahteraan sosial.
(5) Ketuhanan yang
berkebudayaan.
Ir. Soekarno mengatakan bahwa
saran dari salah seorang ahli bahasa, lima asas di atas diusulkan agar diberi
nama “Pancasila”. Istilah “Pancasila” sebagai dasar negara tersebut diterima
oleh sidang secara penuh. Selanjutnya, beliau mengungkapkan usulan bahwa kelima
sila tersebut dapat diperas lagi menjadi Tri Sila yang rumusannya:
(1) Sosio Nasionalisme, yaitu
Nasionalisme dan Internasionalisme.
(2) Sosio Demokrasi, yaitu
Demokrasi dengan Kesejahteraan Rakyat.
(3) Ketuhanan Yang Maha Esa.
Kemudian, Ir. Soekarno
menyampaikan kembali bahwa Tri Sila tersebut masih dapat diperas lagi menjadi
Eka Sila atau satu sila yang intinya adalah “gotong-royong.
Kesimpulan materi:
Pancasila adalah dasar negara
Indonesia yang terdiri dari lima sila. Sebelum menjadi seperti sekarang,
Pancasila dirumuskan melalui beberapa tahap penting oleh para tokoh pendiri
bangsa. Proses perumusan ini terjadi pada masa sidang-sidang penting menjelang
kemerdekaan Indonesia, seperti sidang BPUPKI dan PPKI.
Beberapa tokoh penting yang
terlibat dalam perumusan Pancasila antara lain:
Akhirnya, pada tanggal 18
Agustus 1945, Pancasila secara resmi disahkan sebagai dasar negara
Indonesia dan tercantum dalam Pembukaan UUD 1945.
MAPEL BAHASA INDONESA
TUJUAN PEMBELAJARAN:
Setelah mengikuti
pembelajaran, peserta didik mampu menggunakan petunjuk arah ketika berada di
lingkungan sekolah maupun lingkungan masyarakat sehingga dapat membantu orang
lain menemukan suatu tempat secara benar.
MATERI AJAR:MANFAAT PETUNJUK ARAH
Pengertian Petunjuk Arah
Petunjuk arah adalah informasi yang membantu
seseorang menemukan lokasi atau tujuan tertentu. Petunjuk arah dapat
disampaikan secara lisan maupun tertulis. Agar mudah dipahami, petunjuk arah
harus menggunakan kalimat yang jelas, singkat, dan runtut.
Contoh kata-kata yang sering digunakan dalam
petunjuk arah:
Manfaat Petunjuk Arah
Petunjuk arah memiliki banyak manfaat, antara lain:
1. Membantu Menemukan
Lokasi
Dengan petunjuk arah, seseorang dapat mencapai
tempat tujuan tanpa tersesat.
2. Menghemat Waktu
Petunjuk arah yang jelas membuat perjalanan menjadi
lebih cepat karena tidak perlu bertanya berkali-kali.
3. Menghindari Kesalahan
Jalan
Petunjuk arah membantu seseorang memilih jalan yang
benar.
4. Memudahkan Orang Lain
Kita dapat membantu teman atau tamu menemukan
tempat yang mereka cari.
5. Melatih Kemampuan
Berkomunikasi
Memberikan petunjuk arah membuat kita belajar
berbicara dengan jelas, sopan, dan runtut.
Contoh Petunjuk Arah
Menuju Perpustakaan Sekolah
1.
Keluar dari
ruang kelas.
2.
Berjalan
lurus menuju halaman sekolah.
3.
Belok kiri di
depan ruang guru.
4.
Perpustakaan
berada di sebelah kanan.
Ciri-Ciri Petunjuk Arah
yang Baik
Contoh Percakapan
Beni: "Di mana letak
UKS?"
Siti: "Dari kelas,
berjalanlah lurus sampai ruang guru. Setelah itu belok kanan. UKS berada di
sebelah kiri kantin."
Ringkasan
Latihan
A. Pilihan Ganda
B. Uraian
1.
Apa yang
dimaksud dengan petunjuk arah?
2.
Sebutkan tiga
manfaat petunjuk arah!
3.
Mengapa
petunjuk arah harus disampaikan secara jelas?
4.
Tuliskan
contoh petunjuk arah menuju kantin sekolah!
5.
Ceritakan
pengalamanmu ketika menggunakan petunjuk arah.
MEDIA/SUMBER PEMBELAJARAN:
- Buku MAPEL MATEMATIKA,
BAHASA INDONESIA, PENDIDIKAN PANCASILA KELAS IV
- LCD
- VIDEO PEMBELAJARAN
- GAMBAR-GAMBAR
- KARTU ANGKA
*METODE PEMBELAJARAN:
- Ceramah, tanya jawab,
Discocery Learning, PBL
R
REFLEKSI/KESIMPULAN:
Tujuan Pembelajaran:
Peserta didik mampu
1.
Membaca dan
menuliskan bilangan cacah sampai 10.000
2.
Menentukan
nilai tempat (ribuan, ratusan, puluhan, satuan)
MATERI AJAR:
1.
Membaca dan
menuliskan bilangan cacah sampai 10.000
2.
Menentukan
nilai tempat (ribuan, ratusan, puluhan, satuan)
A. Pengertian Bilangan Cacah
Bilangan cacah adalah bilangan yang dimulai
dari 0 kemudian bertambah satu demi satu tanpa batas.
B. Membaca Bilangan Cacah
Perhatikan contoh berikut.
|
Lambang Bilangan |
Cara Membaca |
|
145 |
seratus empat puluh lima |
|
980 |
sembilan ratus delapan
puluh |
|
1.256 |
seribu dua ratus lima
puluh enam |
|
3.409 |
tiga ribu empat ratus
sembilan |
|
5.680 |
lima ribu enam ratus
delapan puluh |
|
7.031 |
tujuh ribu tiga puluh
satu |
|
8.999 |
delapan ribu sembilan
ratus sembilan puluh sembilan |
|
10.000 |
sepuluh ribu |
Perhatikan!
C. Menuliskan Bilangan
Contoh:
D. Langkah Membaca Bilangan
Contoh bilangan 6.428
1.
Angka ribuan
= 6 → enam ribu
2.
Angka ratusan
= 4 → empat ratus
3.
Angka puluhan
= 2 → dua puluh
4.
Angka satuan
= 8 → delapan
Jadi dibaca:
Enam ribu empat ratus dua
puluh delapan
E. Contoh dalam Kehidupan
Sehari-hari
Contoh Soal 1
Tuliskan cara membaca bilangan berikut.
3.285
Jawaban:
Tiga ribu dua ratus delapan puluh lima.
Contoh 2
Tuliskan lambang bilangan berikut.
Lima ribu tujuh ratus empat belas
Jawaban:
5.714
A. Pengertian Mengurutkan
Bilangan
Mengurutkan bilangan adalah menyusun beberapa
bilangan berdasarkan besar nilainya.
Ada dua cara mengurutkan bilangan, yaitu:
B. Cara Mengurutkan
Bilangan
Saat mengurutkan bilangan, bandingkan nilai
tempatnya secara berurutan:
1.
Ribuan
2.
Ratusan
3.
Puluhan
4.
Satuan
Jika angka pada ribuan sama, bandingkan angka
ratusan. Jika ratusan sama, bandingkan puluhan, lalu satuan.
C. Contoh Mengurutkan
Bilangan
Contoh 1
Urutkan dari yang terkecil ke terbesar.
3.245, 2.980, 4.120, 3.120
Penyelesaian:
Contoh 2
Urutkan dari yang terbesar ke terkecil.
6.245, 5.980, 6.780, 4.950
Penyelesaian:
D. Contoh Lain
Urutkan dari yang terkecil.
8.520, 8.205, 8.052, 8.502
Perhatikan angka ratusannya.
Jawaban:
8.052, 8.205, 8.502, 8.520
Urutkan dari yang terbesar.
9.100, 9.010, 9.001, 9.110
Jawaban:
9.110, 9.100, 9.010, 9.001
E. Langkah Mengurutkan
Bilangan
1.
Perhatikan
angka pada ribuan.
2.
Jika sama,
lihat angka ratusan.
3.
Jika masih
sama, lihat angka puluhan.
4.
Terakhir,
lihat angka satuan.
5.
Susun sesuai
perintah soal.
F. Contoh dalam Kehidupan
Sehari-hari
Contoh 1
Jumlah buku di empat kelas:
Urutan dari yang terkecil:
2.980, 3.100, 3.250, 3.410
Contoh 2
Jumlah penonton pertandingan:
Urutan dari terbesar:
5.020, 4.800, 4.580, 3.950
MAPEL PENDIDIKAN PANCASILA
TUJUAN PEMBELAJARAN:
Peserta didik mampu menjelaskan perumusan pancasila
dengan bauk.
MATERI AJAR : PERUMUSAN PANCASILA SEBAGAI DASAR
NEGARA
Gagasan Perumusan Dasar Negara
Selaku ketua Badan Penyelidik
Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK), dr.Radjiman Wedyodiningrat dari
mulai sidang mengajukan suatu masalah sebagai agenda utamanya. Masalah tersebut
merupakan hal penting dan mendasar dalam suatu negara yang baru terbentuk.
Dalam sidang BPUPK tersebut, proses perumusan dasar negara Indonesia dimulai.
Pada pembicaraan rumusan calon dasar negara majulah beberapa orang pembicara
dalam sidang tersebut, diantaranya Mr. Muhammad Yamin, Prof. Dr. Mr. Soepomo,
dan Ir. Soekarno untuk memaparkan gagasannya. Gagasan tersebut kemudian
dimusyawarahkan dan disepakati hingga akhirnya bernama Pancasila yang menjadi
dasar negara Indonesia merdeka. Gagasan dari ketiga tokoh tersebut dijabarkan
dalam uraian berikut ini.
a) Mr. Muhammad Yamin
Pada pelaksanaan sidang
pertama BPUPK tanggal 29 Mei 1945, peristiwa ini menjadi tonggak sejarah karena
pada saat itu yang mendapat kesempatan pertama berbicara adalah Mr. Muhammad
Yamin untuk menyampaikan mengenai buah pikirannya tentang dasar negara. Pidatonya
berisi lima asas dasar negara Indonesia Merdeka, yaitu:
(1) Peri Kebangsaan.
(2) Peri Kemanusiaan.
(3) Peri Ketuhanan.
(4) Peri Kerakyatan.
(5) Kesejahteraan Rakyat.
b) Prof. Dr. Mr. Soepomo
Selanjutnya tampil Prof. Dr.
Mr. Soepomo berpidato di hadapan sidang BPUPK pada tanggal 31 Mei 1945. Dalam
pidatonya beliau menyampaikan usulan tentang dasar negara Indonesia merdeka
yang terdiri dari lima gagasan:
(1) Persatuan
(2) Kekeluargaan
(3) Keseimbangan lahir batin
(4) Musyawarah
(5) Keadilan rakyat
c) Ir. Soekarno (1 Juni 1945)
Di hadapan sidang BPUPK, Ir.
Soekarno menyampaikan pandangan dan pidatonya pada tanggal 1 Juni 1945. Usulan
secara lisan berupa lima asas yang diajukan dalam pidatonya sebagai bentuk
dasar negara Indonesia. Adapun
rumusan dasar negara tersebut adalah sebagai berikut:
(1) Nasionalisme atau
Kebangsaan Indonesia.
(2) Internasionalisme atau
Perikemanusiaan.
(3) Mufakat atau Demokrasi.
(4) Kesejahteraan sosial.
(5) Ketuhanan yang
berkebudayaan.
Ir. Soekarno mengatakan bahwa
saran dari salah seorang ahli bahasa, lima asas di atas diusulkan agar diberi
nama “Pancasila”. Istilah “Pancasila” sebagai dasar negara tersebut diterima
oleh sidang secara penuh. Selanjutnya, beliau mengungkapkan usulan bahwa kelima
sila tersebut dapat diperas lagi menjadi Tri Sila yang rumusannya:
(1) Sosio Nasionalisme, yaitu
Nasionalisme dan Internasionalisme.
(2) Sosio Demokrasi, yaitu
Demokrasi dengan Kesejahteraan Rakyat.
(3) Ketuhanan Yang Maha Esa.
Kemudian, Ir. Soekarno
menyampaikan kembali bahwa Tri Sila tersebut masih dapat diperas lagi menjadi
Eka Sila atau satu sila yang intinya adalah “gotong-royong.
Kesimpulan materi:
Pancasila adalah dasar negara
Indonesia yang terdiri dari lima sila. Sebelum menjadi seperti sekarang,
Pancasila dirumuskan melalui beberapa tahap penting oleh para tokoh pendiri
bangsa. Proses perumusan ini terjadi pada masa sidang-sidang penting menjelang
kemerdekaan Indonesia, seperti sidang BPUPKI dan PPKI.
Beberapa tokoh penting yang
terlibat dalam perumusan Pancasila antara lain:
Akhirnya, pada tanggal 18
Agustus 1945, Pancasila secara resmi disahkan sebagai dasar negara
Indonesia dan tercantum dalam Pembukaan UUD 1945.
MAPEL BAHASA INDONESA
TUJUAN PEMBELAJARAN:
Pengertian Kalimat Transitif
Kalimat transitif adalah kalimat yang memerlukan
objek agar maknanya menjadi lengkap.
Ciri-ciri
✅ Memiliki subjek (S)
✅ Memiliki predikat (P)
✅ Memiliki objek (O)
Predikat biasanya berupa kata kerja berawalan me-.
Rumus
S + P + O
Contoh
|
Kalimat |
Subjek |
Predikat |
Objek |
|
Ibu memasak nasi. |
Ibu |
memasak |
nasi |
|
Rina membaca buku. |
Rina |
membaca |
buku |
|
Dito menendang bola. |
Dito |
menendang |
bola |
|
Ayah mencuci mobil. |
Ayah |
mencuci |
mobil |
Perhatikan!
Jika objek dihilangkan,
Ibu memasak....
Kalimat terasa belum lengkap.
Artinya kalimat tersebut adalah kalimat transitif.
C. Pengertian Kalimat Intransitif
Kalimat intransitif adalah kalimat yang tidak
memerlukan objek.
Kalimat sudah lengkap walaupun tidak mempunyai
objek.
Rumus
S + P
atau
S + P + Keterangan
Contoh
|
Kalimat |
Subjek |
Predikat |
Keterangan |
|
Ayah bekerja. |
Ayah |
bekerja |
- |
|
Burung terbang. |
Burung |
terbang |
- |
|
Rani tertawa. |
Rani |
tertawa |
- |
|
Adik tidur di kamar. |
Adik |
tidur |
di kamar |
|
Siswa berlari di
lapangan. |
Siswa |
berlari |
di lapangan |
Kalimat tersebut sudah lengkap meskipun tidak
memiliki objek.
D. Perbedaan Kalimat Transitif dan Kalimat
Intransitif
|
Kalimat Transitif |
Kalimat Intransitif |
|
Memerlukan objek |
Tidak memerlukan objek |
|
Pola S-P-O |
Pola S-P atau S-P-K |
|
Predikat dapat dipasifkan |
Predikat umumnya tidak
dipasifkan |
|
Contoh: Sinta membaca
buku. |
Contoh: Sinta berjalan. |
E. Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari
Kalimat Transitif
Kalimat Intransitif
F. Cara Membedakan
Perhatikan langkah berikut.
Langkah 1
Cari predikatnya.
Misalnya:
Ibu memasak nasi.
Predikat = memasak
Langkah 2
Tanyakan:
"Apa yang dimasak?"
Jawabannya:
"Nasi."
Berarti terdapat objek.
Kalimat termasuk transitif.
Contoh lain
Burung terbang.
Tanyakan:
"Apa yang diterbang?"
Tidak ada jawabannya.
Berarti tidak memiliki objek.
Kalimat termasuk intransitif.
G. Ringkasan
✔ Kalimat transitif memerlukan objek.
✔ Kalimat intransitif tidak memerlukan objek.
✔ Cara membedakannya adalah mencari objek setelah predikat.
H. Latihan Singkat
Tentukan jenis kalimat berikut!
1.
Ayah membaca
koran.
2.
Adik
menangis.
3.
Sinta
menyiram bunga.
4.
Burung
berkicau.
5. Kakak mencuci sepatu..
MEDIA/SUMBER PEMBELAJARAN:
- Buku MAPEL MATEMATIKA,
BAHASA INDONESIA, PENDIDIKAN PANCASILA KELAS IV
- LCD
- VIDEO PEMBELAJARAN
- GAMBAR-GAMBAR
- KARTU ANGKA
*METODE PEMBELAJARAN:
- Ceramah, tanya jawab,
Discocery Learning, PBL
R
REFLEKSI/KESIMPULAN:



Komentar
Posting Komentar