18 Agustus 2026
Kelas IV.C SD AL-AZHAR 2
Hari/Tanggal : Selasa / 18 Agustus 2026
Nama guru : Fitri Daryani, S.Pd.
Fase / Kelas : B / IV.C
Mapel : Matematika dan Pendidikan Pancasila
- stik es krim
- kancing
- tutup botol
- pensil
- balok atau kubus kecil
- Melakukan
perkalian bilangan cacah sampai 100 dengan bantuan benda konkret.
- Buat 3
kelompok, setiap kelompok berisi 4 benda.
- Buat 5
kelompok, setiap kelompok berisi 3 benda.
Latar Belakang: Jepang mengalami kekalahan beruntun dari Sekutu dalam Perang Pasifik. Untuk menarik simpati rakyat Indonesia agar mau membantu Jepang melawan Sekutu, pemerintah Jepang menjanjikan kemerdekaan dengan membentuk BPUPKI pada 1 Maret 1945.
Pemanfaatan oleh Para Pendiri Bangsa: Tokoh-tokoh nasional tidak memperdulikan motif tersembunyi Jepang, melainkan memanfaatkan BPUPKI secara maksimal sebagai wadah resmi hukum/politik untuk merumuskan syarat-syarat berdirinya negara merdeka, meliputi dasar negara, konstitusi, dan wilayah negara.
Mr. Mohammad Yamin (29 Mei 1945): Berfokus pada landasan etis dan kebangsaan: (1) Peri Kebangsaan, (2) Peri Kemanusiaan, (3) Peri Ketuhanan, (4) Peri Kerakyatan, (5) Kesejahteraan Rakyat.
Prof. Dr. Soepomo (31 Mei 1945): Berfokus pada struktur sosial dan hukum negara berlandaskan Paham Integralistik/Kekeluargaan: (1) Persatuan, (2) Kekeluargaan, (3) Keseimbangan lahir dan batin, (4) Musyawarah, (5) Keadilan rakyat.
Ir. Soekarno (1 Juni 1945): Berfokus pada filsafat negara (Philosofische Grondslag) yang sistematik: (1) Kebangsaan Indonesia, (2) Internasionalisme atau Peri Kemanusiaan, (3) Mufakat atau Demokrasi, (4) Kesejahteraan Sosial, (5) Ketuhanan yang berkebudayaan.
Latar Belakang Pembentukan: Dibentuk setelah sidang pertama BPUPKI selesai karena belum tercapai kesepakatan final mengenai rumusan dasar negara antara golongan nasionalis sekuler dan golongan Islam.
Susunan Anggota:
Ketua: Ir. Soekarno
Wakil Ketua: Drs. Mohammad Hatta
Anggota: Mr. A.A. Maramis, Abikoesno Tjokrosoejoso, Abdulkahar Muzakir, H. Agus Salim, Mr. Achmad Soebardjo, K.H. Abdul Wahid Hasjim, Mr. Muhammad Yamin.
Peran Utama: Menyelaraskan usulan-usulan dasar negara dan menjembatani jurang pemisah antara kelompok nasionalis dan kelompok Islam, yang membuahkan hasil berupa rancangan Piagam Jakarta (22 Juni 1945).
Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.
Kemanusiaan yang adil dan beradab.
Persatuan Indonesia.
Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Perubahan: Klausa "dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya" dihapus dan diganti menjadi "Ketuhanan Yang Maha Esa".
Alasan: Utusan dari Indonesia bagian timur (melalui Opsir Kaigun/Angkatan Laut Jepang) menyampaikan keberatan atas klausul tersebut karena mengabaikan warga non-Muslim. Demi menjaga persatuan, kesatuan, dan mencegah potensi disintegrasi/pemisahan diri wilayah timur Indonesia yang baru merdeka, para tokoh Islam berjiwa besar menyepakati perubahan tersebut.
Good morning students…
Tabik pun....!!!!
Assalamualaikum Wr.Wb.
Good morning students class 4C…how are you today ? I hope everyone is in good health, high spirits and happy.
Apersepsi
Hal ini Sesuai Al Qura pada surat Al Qamar 49 yang artinya: "Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran." Ayat inimenjelaskan bahwa Allah Swt. menciptakan segala sesuatu di alam semesta dengan ukuran, takaran, dan presisi yang pasti. Ayat tersebut dapat dikaitkan dengan pembelajaran matematika karena ukuran dan keteraturan dapat ditemukan dalam berbagai hal di sekitar kita. Misalnya, benda dapat dihitung, dikelompokkan secara sama banyak, dan dibagi dengan adil.
Mari kita buka pelajaran hari ini dengan membaca Bismillah."
1. Matematika
|
|
A. Materi Ajar
1. Perkalian Bilangan Cacah
Perkalian adalah penjumlahan berulang dengan bilangan yang sama.
Contoh:
Ada 4 piring. Setiap piring berisi 3 apel.
🍎🍎🍎 | 🍎🍎🍎 | 🍎🍎🍎 | 🍎🍎🍎
Jadi:
3 + 3 + 3 + 3 = 12
Ditulis:
4 × 3 = 12
Artinya, ada 4 kelompok, masing-masing berisi 3 benda.
2. Perkalian dengan Benda Konkret
Guru dapat menggunakan:
Contoh:
3 × 5
Buat 3 kelompok, masing-masing terdiri dari 5 benda:
🔵🔵🔵🔵🔵
🔵🔵🔵🔵🔵
🔵🔵🔵🔵🔵
Jumlah seluruh benda = 15
Jadi:
3 × 5 = 15
3. Perkalian dengan Gambar
Contoh:
⭐ ⭐ ⭐ ⭐
⭐ ⭐ ⭐ ⭐
⭐ ⭐ ⭐ ⭐
Ada 3 kelompok. Setiap kelompok berisi 4 bintang.
3 × 4 = 12
4. Perkalian dengan Simbol
Setelah memahami benda dan gambar, siswa belajar menggunakan simbol angka.
Contoh:
6 × 4 = ...
Artinya:
4 + 4 + 4 + 4 + 4 + 4 = 24
Jadi:
6 × 4 = 2 Menyelesaikan Masalah Sehari-hari
Contoh 1 – Perkalian
Ibu membeli 5 kantong jeruk. Setiap kantong berisi 6 jeruk. Berapa jumlah seluruh jeruk?
Diketahui:
5 kantong
Setiap kantong = 6 jeruk
Penyelesaian:
5 × 6 = 30
Jawaban: 30 jeruk.
Contoh 2 – Pembagian
Pak Budi memiliki 24 pensil. Pensil tersebut dibagikan sama rata kepada 6 siswa.
Berapa pensil yang diterima setiap siswa?
Penyelesaian:
24 ÷ 6 = 4
Jawaban: setiap siswa mendapat 4 pensil.
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
MATEMATIKA KELAS IV SD
Perkalian dan Pembagian Bilangan Cacah sampai 100
Nama:
..............................................................
Kelas: ..............................................................
Tanggal: ...........................................................
Tujuan Pembelajaran
Setelah mengerjakan LKPD ini, peserta didik dapat:
KEGIATAN 1
Perkalian dengan Benda Konkret
Petunjuk: Gunakan benda di sekitar, seperti pensil,
penghapus, stik es krim, atau tutup botol.
A. Buatlah kelompok benda berikut!
Kelompok 1:
........................................
Kelompok 2: ........................................
Kelompok 3: ........................................
Jumlah seluruh benda = ............
Bentuk penjumlahan berulang:
........ + ........ + ........ = ........
Bentuk perkalian:
........ × ........ = ........
Jumlah seluruh benda = ............
Bentuk penjumlahan berulang:
........ + ........ + ........ + ........ +
........ = ........
Bentuk perkalian:
........ × ........ = ........ . Soal Latihan
A. Isilah titik-titik! 1.4 × 5 = .... 2.7 × 3 = ... 3.6 × 8 = .... 4.9 × 5 = ... 5.10 × 7 = .... 6. 5 × 9 = .... 7.8 × 7 = .... 8.6 × 6 = .... 9.Siti memiliki 4 kotak pensil. Setiap kotak berisi 8 pensil. Berapa jumlah seluruh pensil Siti?10.Ayah membeli 7 bungkus roti. Setiap bungkus berisi 6 roti. Berapa jumlah seluruh roti
KESIMPULAN
Perkalian merupakan penjumlahan berulang dengan bilangan yang sama.
Pembagian merupakan kegiatan membagi suatu jumlah menjadi beberapa kelompok yang sama banyak.
Contoh:
4 × 5 = 20
berhubungan dengan:
20 ÷ 4 = 5
dan
20 ÷ 5 = 4
Pesan
Belajar matematika dengan benda konkret membuat kita lebih mudah memahami
|
TP :Mengidentifikasi
karakter para perumus Pancasila; |
|
Materi Pokok Sejarah perumusan Pancasila; |
A. Memenuhi janji kemerdekaan tanpa syarat yang diberikan Jepang kepada seluruh negara Asia
B. Menarik simpati rakyat Indonesia karena posisi Jepang yang semakin terdesak dalam Perang Pasifik
C. Menyiapkan struktur pemerintahan sipil pengganti pemerintah kolonial Belanda
D. Membantu rakyat Indonesia menyusun teks proklamasi kemerdekaan
Jawaban: B
Pembahasan: Jepang berada dalam kondisi terdesak oleh sekutu pada Perang Dunia II/Perang Pasifik, sehingga memerlukan dukungan dan simpati rakyat Indonesia dengan menjanjikan kemerdekaan melalui pembentukan BPUPKI.
2. Dalam sidang pertama BPUPKI (29 Mei – 1 Juni 1945), tiga tokoh utama menyampaikan gagasan mengenai dasar negara Indonesia merdeka. Tokoh yang mengemukakan lima asas: Peri Kebangsaan, Peri Kemanusiaan, Peri Ketuhanan, Peri Kerakyatan, dan Kesejahteraan Rakyat secara lisan pada tanggal 29 Mei 1945 adalah...
A. Prof. Dr. Soepomo
B. Ir. Soekarno
C. Mr. Mohammad Yamin
D. Drs. Mohammad Hatta
Jawaban: C
Pembahasan: Mr. Mohammad Yamin menyampaikan pidato tentang lima asas dasar negara pada hari pertama sidang pertama BPUPKI, yaitu 29 Mei 1945.
3. Prof. Dr. Soepomo menyampaikan gagasan dasar negara pada tanggal 31 Mei 1945. Paham utama yang melandasi pemikiran beliau tentang konsep negara Indonesia merdeka adalah...
A. Paham Negara Individualis (Perorangan)
B. Paham Negara Class Theory (Teori Golongan)
C. Paham Negara Integralistik (Paham Kekeluargaan/Persatuan)
D. Paham Negara Liberal Aristokratis
Jawaban: C
Pembahasan: Prof. Dr. Soepomo menekankan Teori Negara Integralistik/Paham Kekeluargaan, di mana negara menyatu dengan seluruh rakyatnya dan melampaui kepentingan golongan atau individu.
4. Istilah "Pancasila" pertama kali diusulkan oleh Ir. Soekarno dalam pidatonya pada tanggal 1 Juni 1945. Usulan nama tersebut diperoleh Soekarno atas saran dari...
A. Drs. Mohammad Hatta
B. Seorang ahli bahasa (Sardjito/Ki Bagoes Hadikoesoemo)
C. Mr. A.A. Maramis
D. K.H. Wachid Hasjim
Jawaban: B
Pembahasan: Ir. Soekarno menyatakan bahwa nama "Pancasila" diberikan atas petunjuk seorang teman ahli bahasa (Muhammad Yamin/ahli bahasa lainnya) untuk mengagantikan nama Panca Dharma.
5. Untuk menampung dan menyelaraskan berbagai usulan dasar negara yang masuk, dibentuk Panitia Sembilan. Tokoh yang mengepulkan tugas sebagai ketua Panitia Sembilan adalah...
A. Drs. Mohammad Hatta
B. Mr. Achmad Soebardjo
C. K.H. A. Wahid Hasyim
D. Ir. Soekarno
Jawaban: D
Pembahasan: Panitia Sembilan diketuai oleh Ir. Soekarno dengan wakil ketua Drs. Mohammad Hatta.
6. Panitia Sembilan berhasil merumuskan rancangan Pembukaan UUD pada tanggal 22 Juni 1945 yang dikenal dengan sebutan Piagam Jakarta (Jakarta Charter). Istilah "Piagam Jakarta" dinamai oleh...
A. Ir. Soekarno
B. Mr. Mohammad Yamin
C. K.H. Kahar Muzakir
D. Mr. Kasman Singodimedjo
Jawaban: B
Pembahasan: Mr. Mohammad Yamin mempopulerkan penamaan rancangan Mukaddimah/Pembukaan UUD tersebut dengan nama Jakarta Charter atau Piagam Jakarta.
7. Perbedaan mendasar antara rumusan Pancasila dalam Piagam Jakarta (22 Juni 1945) dan Pembukaan UUD 1945 (18 Agustus 1945) terletak pada...
A. Sila kedua, dari "Kemanusiaan yang adil dan beradab" menjadi "Kemanusiaan yang berkeadilan"
B. Sila pertama, penghapusan klausa "dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya"
C. Sila ketiga, persatuan Indonesia dipindahkan menjadi sila kelima
D. Penambahan sila baru tentang kebebasan beragama
Jawaban: B
Pembahasan: Tujuh kata dalam sila pertama Piagam Jakarta dihapus dan diubah menjadi "Ketuhanan Yang Maha Esa" demi menjaga keutuhan serta persatuan bangsa Indonesia dari wilayah timur.
8. Tokoh yang berperan penting dalam memprakarsai komunikasi dan kompromi dengan para tokoh Islam untuk mengubah kalimat pada sila pertama Piagam Jakarta menjelang sidang PPKI 18 Agustus 1945 adalah...
A. Ir. Soekarno
B. Drs. Mohammad Hatta
C. Sutan Sjahrir
D. Mr. Soepomo
Jawaban: B
Pembahasan: Drs. Mohammad Hatta mengumpulkan wakil-wakil kelompok Islam (seperti Ki Bagoes Hadikoesoemo, K.H. Wahid Hasyim, Mr. Kasman Singodimedjo, dan Teuku Muhammad Hasan) untuk menyepakati perubahan sila pertama demi persatuan nasional.
9. Badan yang secara resmi mengesahkan Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia yang sah pada tanggal 18 Agustus 1945 adalah...
A. BPUPKI
B. Panitia Sembilan
C. PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia)
D. KNIP (Komite Nasional Indonesia Pusat)
Jawaban: C
Pembahasan: PPKI (Dokuritsu Junbi Inkai) mengesahkan Pembukaan UUD 1945 (yang terkandung rumusan Pancasila di dalamnya) pada tanggal 18 Agustus 1945.
10. Ir. Soekarno sempat menawarkan opsi jika lima dasar negara (Pancasila) diperas menjadi tiga dasar (Trisila). Ketiga unsur Trisila tersebut meliputi...
A. Sosio-nasionalisme, Sosio-demokrasi, dan Ketuhanan
B. Kebangsaan, Kemanusiaan, dan Keadilan
C. Gotong royong, Kekeluargaan, dan Musyawarah
D. Ketuhanan, Kerakyatan, dan Kemakmuran
Jawaban: A
Pembahasan: Dalam pidato 1 Juni 1945, Soekarno menawarkan perasan Pancasila menjadi Trisila (Sosio-nasionalisme, Sosio-demokrasi, dan Ketuhanan) dan bila diperas lagi menjadi Ekasila (Gotong Royong).
Bagian II: Soal Essay (10 Soal)
Soal 1
Jelaskan alasan latar belakang pembentukan BPUPKI oleh Jepang dan bagaimana tokoh-tokoh pendiri bangsa memanfaatkan keberadaan lembaga tersebut untuk kepentingan kemerdekaan Indonesia!
Kunci Jawaban:
Soal 2
Bandingkan gagasan dasar negara yang disampaikan oleh Mr. Mohammad Yamin (29 Mei 1945), Prof. Dr. Soepomo (31 Mei 1945), dan Ir. Soekarno (1 Juni 1945)! Sebutkan fokus pemikiran dari masing-masing tokoh!
Kunci Jawaban:
Soal 3
Uraikan pembentukan Panitia Sembilan, susunan anggotanya, serta peran utamanya dalam proses perumusan dasar negara!
Kunci Jawaban:
Soal 4
Apakah yang dimaksud dengan Piagam Jakarta (Jakarta Charter)? Tuliskan secara rinci rumusan Pancasila yang terkandung di dalam Piagam Jakarta!
Kunci Jawaban:
Piagam Jakarta adalah naskah rancangan Pembukaan UUD 1945 yang disusun oleh Panitia Sembilan pada tanggal 22 Juni 1945.
Rumusan Pancasila dalam Piagam Jakarta:
Soal 5
Jelaskan perubahan yang terjadi pada rumusan sila pertama Piagam Jakarta pada tanggal 18 Agustus 1945! Mengapa perubahan tersebut dilakukan?
Kunci Jawaban:


Komentar
Posting Komentar