Selasa, 28 Juli 2026
Selasa, 28 Juli 2026
MATEMATIKA dan Pendidikan Pancasila
- 9 > 5
- 845 > 458
- 3 < 8
- 246 < 264
- 450 = 450
- 7.230 = 7.230
- Ratusan sama-sama 5.
- Puluhan: 3 lebih kecil daripada 4.
- Ratusan sama-sama 7.
- Puluhan: 8 lebih besar daripada 1.
- Perhatikan angka pada tempat ribuan atau ratusan.
- Jika sama, bandingkan angka pada tempat puluhan.
- Jika masih sama, bandingkan angka pada tempat satuan.
- Susun sesuai perintah (naik atau turun).
- 452 .... 425
- 607 .... 607
- 839 .... 938
- 715 .... 705
- 264 .... 426
- 540, 235, 412, 189
- 678, 432, 789, 521
- 345, 892, 567, 123
- 610, 905, 478, 732
- Gunakan tanda > jika bilangan pertama lebih besar.
- Gunakan tanda < jika bilangan pertama lebih kecil.
- Gunakan tanda = jika kedua bilangan sama.
- Untuk mengurutkan bilangan, bandingkan nilai tempat mulai dari angka paling kiri, kemudian susun dari yang terkecil ke terbesar atau sebaliknya sesuai perintah.
MATERI AJAR : PERUMUSAN PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA
Gagasan Perumusan Dasar Negara
Selaku ketua Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK), dr.Radjiman Wedyodiningrat dari mulai sidang mengajukan suatu masalah sebagai agenda utamanya. Masalah tersebut merupakan hal penting dan mendasar dalam suatu negara yang baru terbentuk. Dalam sidang BPUPK tersebut, proses perumusan dasar negara Indonesia dimulai. Pada pembicaraan rumusan calon dasar negara majulah beberapa orang pembicara dalam sidang tersebut, diantaranya Mr. Muhammad Yamin, Prof. Dr. Mr. Soepomo, dan Ir. Soekarno untuk memaparkan gagasannya. Gagasan tersebut kemudian dimusyawarahkan dan disepakati hingga akhirnya bernama Pancasila yang menjadi dasar negara Indonesia merdeka. Gagasan dari ketiga tokoh tersebut dijabarkan dalam uraian berikut ini.
a) Mr. Muhammad Yamin
Pada pelaksanaan sidang pertama BPUPK tanggal 29 Mei 1945, peristiwa ini menjadi tonggak sejarah karena pada saat itu yang mendapat kesempatan pertama berbicara adalah Mr. Muhammad Yamin untuk menyampaikan mengenai buah pikirannya tentang dasar negara. Pidatonya berisi lima asas dasar negara Indonesia Merdeka, yaitu:
(1) Peri Kebangsaan.
(2) Peri Kemanusiaan.
(3) Peri Ketuhanan.
(4) Peri Kerakyatan.
(5) Kesejahteraan Rakyat.
b) Prof. Dr. Mr. Soepomo
Selanjutnya tampil Prof. Dr. Mr. Soepomo berpidato di hadapan sidang BPUPK pada tanggal 31 Mei 1945. Dalam pidatonya beliau menyampaikan usulan tentang dasar negara Indonesia merdeka yang terdiri dari lima gagasan:
(1) Persatuan
(2) Kekeluargaan
(3) Keseimbangan lahir batin
(4) Musyawarah
(5) Keadilan rakyat
c) Ir. Soekarno (1 Juni 1945)
Di hadapan sidang BPUPK, Ir. Soekarno menyampaikan pandangan dan pidatonya pada tanggal 1 Juni 1945. Usulan secara lisan berupa lima asas yang diajukan dalam pidatonya sebagai bentuk
dasar negara Indonesia. Adapun rumusan dasar negara tersebut adalah sebagai berikut:
(1) Nasionalisme atau Kebangsaan Indonesia.
(2) Internasionalisme atau Perikemanusiaan.
(3) Mufakat atau Demokrasi.
(4) Kesejahteraan sosial.
(5) Ketuhanan yang berkebudayaan.
Ir. Soekarno mengatakan bahwa saran dari salah seorang ahli bahasa, lima asas di atas diusulkan agar diberi nama “Pancasila”. Istilah “Pancasila” sebagai dasar negara tersebut diterima oleh sidang secara penuh. Selanjutnya, beliau mengungkapkan usulan bahwa kelima sila tersebut dapat diperas lagi menjadi Tri Sila yang rumusannya:
(1) Sosio Nasionalisme, yaitu Nasionalisme dan Internasionalisme.
(2) Sosio Demokrasi, yaitu Demokrasi dengan Kesejahteraan Rakyat.
(3) Ketuhanan Yang Maha Esa.
Kemudian, Ir. Soekarno menyampaikan kembali bahwa Tri Sila tersebut masih dapat diperas lagi menjadi Eka Sila atau satu sila yang intinya adalah “gotong-royong.Kesimpulan materi:Pancasila adalah dasar negara Indonesia yang terdiri dari lima sila. Sebelum menjadi seperti sekarang, Pancasila dirumuskan melalui beberapa tahap penting oleh para tokoh pendiri bangsa. Proses perumusan ini terjadi pada masa sidang-sidang penting menjelang kemerdekaan Indonesia, seperti sidang BPUPKI dan PPKI.
Beberapa tokoh penting yang terlibat dalam perumusan Pancasila antara lain:
Ir. Soekarno
Moh. Yamin
Dr. Soepomo
Akhirnya, pada tanggal 18 Agustus 1945, Pancasila secara resmi disahkan sebagai dasar negara Indonesia dan tercantum dalam Pembukaan UUD 1945.
Good morning student…
Welcome ours class 4.C
Tabik pun....!!!!
Anak sholeh dan sholeha kelas IV.C,bagaimana kabarnya di hari Senin yang ceria ini,semoga kita semua dalam keadaan sehat dan tetap bersemangat ya Nak Aamiin.Alhamdulillah Hari ini kita kembali bertemu lagi untuk belajar Matematika dan Pendidikan Pancasila
Seperti biasa sebelum melakukan aktivitas pembelajaran, terlebih dulu kita akan melaksanakan kegiatan menyimak tausiah,sholat dhuha dan tadarus bersama.
Yuk kita mulai belajar !
1.Identitas Diri
A. Nama : Fitri Daryani
B. Mapel : Matematika
C. Hari/Tanggal : Selasa, 28 Juli 2026
D. Kelas : IV.C
E. Materi Pokok : Membaca dan menuliskan bilangan cacah sampai 10.000 dan
Menentukan nilai tempat
Tujuan Pembelajaran:
1.Peserta didik mampu membandingkan dua bilangan menggunakan simbol >,<, = dan mengurutkan bilangan dari yang terkecil ke terbesar dan sebaliknya
Materi Ajar : Membandingkan dua bilangan dan mengurutkan bilangan dari yang terkecil ke terbesar dan sebaliknya
A. Membandingkan Dua Bilangan
Membandingkan bilangan berarti menentukan apakah suatu bilangan lebih besar, lebih kecil, atau sama dengan bilangan lainnya.
1. Tanda Lebih dari (>)
Tanda > dibaca lebih dari.
Contoh:
Artinya, bilangan di sebelah kiri lebih besar daripada bilangan di sebelah kanan.
2. Tanda Kurang dari (<)
Tanda < dibaca kurang dari.
Contoh:
Artinya, bilangan di sebelah kiri lebih kecil daripada bilangan di sebelah kanan.
3. Tanda Sama dengan (=)
Tanda = dibaca sama dengan.
Contoh:
Artinya, kedua bilangan memiliki nilai yang sama.
B. Cara Membandingkan Bilangan
Bandingkan nilai tempat mulai dari angka paling kiri.
Contoh 1:
532 dan 548
Maka:
532 < 548
Contoh 2:
781 dan 719
Maka:
781 > 719
Contoh 3:
635 dan 635
Semua angka sama.
Maka:
635 = 635
C. Mengurutkan Bilangan
Mengurutkan bilangan berarti menyusun bilangan berdasarkan nilainya.
1. Dari yang Terkecil ke Terbesar (Urutan Naik)
Contoh:
145, 321, 278, 189
Urutan:
145, 189, 278, 321
2. Dari yang Terbesar ke Terkecil (Urutan Turun)
Contoh:
145, 321, 278, 189
Urutan:
321, 278, 189, 145
Langkah Mengurutkan Bilangan
Contoh Soal
Soal 1
Bandingkan bilangan berikut!
a. 325 ... 352
Jawaban:
325 < 352
Soal 2
685 ... 685
Jawaban:
685 = 685
Soal 3
912 ... 891
Jawaban:
912 > 891
Soal 4
Urutkan dari yang terkecil!
356, 245, 478, 198
Jawaban:
198, 245, 356, 478
Soal 5
Urutkan dari yang terbesar!
540, 825, 713, 461
Jawaban:
825, 713, 540, 461



Komentar
Posting Komentar