Selasa, 28 Juli 2026

 Selasa, 28 Juli 2026

MATEMATIKA dan Pendidikan Pancasila

    





    Good morning student…

    Welcome ours class 4.C

    Tabik pun....!!!!                                                                                                                         

    Anak sholeh dan sholeha kelas IV.C,bagaimana kabarnya di hari Senin yang ceria ini,semoga kita semua dalam keadaan sehat dan tetap bersemangat ya Nak Aamiin.Alhamdulillah Hari ini kita kembali bertemu lagi untuk belajar Matematika dan Pendidikan Pancasila

    Seperti biasa sebelum melakukan aktivitas pembelajaran, terlebih dulu kita akan melaksanakan kegiatan  menyimak tausiah,sholat dhuha dan tadarus bersama. 

     

    Yuk kita mulai belajar !             

    1.Identitas Diri

    A.      Nama                     : Fitri Daryani

    B.      Mapel                    : Matematika

    C.      Hari/Tanggal        :  Selasa, 28 Juli 2026

    D.      Kelas                    :  IV.C

    E.       Materi Pokok       : Membaca dan menuliskan bilangan cacah sampai 10.000 dan

                                                 Menentukan nilai tempat

    Tujuan Pembelajaran:

    1.Peserta didik mampu membandingkan dua bilangan menggunakan simbol >,<, = dan mengurutkan bilangan dari yang terkecil ke terbesar dan sebaliknya

    Materi Ajar : Membandingkan dua bilangan dan mengurutkan bilangan dari yang terkecil ke terbesar dan sebaliknya

    A. Membandingkan Dua Bilangan

    Membandingkan bilangan berarti menentukan apakah suatu bilangan lebih besar, lebih kecil, atau sama dengan bilangan lainnya.

    1. Tanda Lebih dari (>)

    Tanda > dibaca lebih dari.

    Contoh:

    • 9 > 5
    • 845 > 458

    Artinya, bilangan di sebelah kiri lebih besar daripada bilangan di sebelah kanan.

    2. Tanda Kurang dari (<)

    Tanda < dibaca kurang dari.

    Contoh:

    • 3 < 8
    • 246 < 264

    Artinya, bilangan di sebelah kiri lebih kecil daripada bilangan di sebelah kanan.

    3. Tanda Sama dengan (=)

    Tanda = dibaca sama dengan.

    Contoh:

    • 450 = 450
    • 7.230 = 7.230

    Artinya, kedua bilangan memiliki nilai yang sama.

    B. Cara Membandingkan Bilangan

    Bandingkan nilai tempat mulai dari angka paling kiri.

    Contoh 1:
    532 dan 548

    • Ratusan sama-sama 5.
    • Puluhan: 3 lebih kecil daripada 4.

    Maka:
    532 < 548

    Contoh 2:
    781 dan 719

    • Ratusan sama-sama 7.
    • Puluhan: 8 lebih besar daripada 1.

    Maka:
    781 > 719

    Contoh 3:
    635 dan 635

    Semua angka sama.

    Maka:
    635 = 635

    C. Mengurutkan Bilangan

    Mengurutkan bilangan berarti menyusun bilangan berdasarkan nilainya.

    1. Dari yang Terkecil ke Terbesar (Urutan Naik)

    Contoh:
    145, 321, 278, 189

    Urutan:
    145, 189, 278, 321

    2. Dari yang Terbesar ke Terkecil (Urutan Turun)

    Contoh:
    145, 321, 278, 189

    Urutan:
    321, 278, 189, 145

    Langkah Mengurutkan Bilangan

    1. Perhatikan angka pada tempat ribuan atau ratusan.
    2. Jika sama, bandingkan angka pada tempat puluhan.
    3. Jika masih sama, bandingkan angka pada tempat satuan.
    4. Susun sesuai perintah (naik atau turun).

    Contoh Soal

    Soal 1

    Bandingkan bilangan berikut!

    a. 325 ... 352

    Jawaban:
    325 < 352

    Soal 2

    685 ... 685

    Jawaban:
    685 = 685

    Soal 3

    912 ... 891

    Jawaban:
    912 > 891

    Soal 4

    Urutkan dari yang terkecil!

    356, 245, 478, 198

    Jawaban:
    198, 245, 356, 478

    Soal 5

    Urutkan dari yang terbesar!

    540, 825, 713, 461

    Jawaban:
    825, 713, 540, 461

    Latihan

    A. Berilah tanda >, <, atau =!

    1. 452 .... 425
    2. 607 .... 607
    3. 839 .... 938
    4. 715 .... 705
    5. 264 .... 426

    B. Urutkan dari yang terkecil!

    1. 540, 235, 412, 189
    2. 678, 432, 789, 521

    C. Urutkan dari yang terbesar!

    1. 345, 892, 567, 123
    2. 610, 905, 478, 732

    Kesimpulan

    • Gunakan tanda > jika bilangan pertama lebih besar.
    • Gunakan tanda < jika bilangan pertama lebih kecil.
    • Gunakan tanda = jika kedua bilangan sama.
    • Untuk mengurutkan bilangan, bandingkan nilai tempat mulai dari angka paling kiri, kemudian susun dari yang terkecil ke terbesar atau sebaliknya sesuai perintah.
    • MATERI AJAR : PERUMUSAN PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA

      Gagasan Perumusan Dasar Negara

      Selaku ketua Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK), dr.Radjiman Wedyodiningrat dari mulai sidang mengajukan suatu masalah sebagai agenda utamanya. Masalah tersebut merupakan hal penting dan mendasar dalam suatu negara yang baru terbentuk. Dalam sidang BPUPK tersebut, proses perumusan dasar negara Indonesia dimulai. Pada pembicaraan rumusan calon dasar negara majulah beberapa orang pembicara dalam sidang tersebut, diantaranya Mr. Muhammad Yamin, Prof. Dr. Mr. Soepomo, dan Ir. Soekarno untuk memaparkan gagasannya. Gagasan tersebut kemudian dimusyawarahkan dan disepakati hingga akhirnya bernama Pancasila yang menjadi dasar negara Indonesia merdeka. Gagasan dari ketiga tokoh tersebut dijabarkan dalam uraian berikut ini.

      a) Mr. Muhammad Yamin

      Pada pelaksanaan sidang pertama BPUPK tanggal 29 Mei 1945, peristiwa ini menjadi tonggak sejarah karena pada saat itu yang mendapat kesempatan pertama berbicara adalah Mr. Muhammad Yamin untuk menyampaikan mengenai buah pikirannya tentang dasar negara. Pidatonya berisi lima asas dasar negara Indonesia Merdeka, yaitu:

      (1) Peri Kebangsaan.

      (2) Peri Kemanusiaan.

      (3) Peri Ketuhanan.

      (4) Peri Kerakyatan.

      (5) Kesejahteraan Rakyat.


      b) Prof. Dr. Mr. Soepomo

      Selanjutnya tampil Prof. Dr. Mr. Soepomo berpidato di hadapan sidang BPUPK pada tanggal 31 Mei 1945. Dalam pidatonya beliau menyampaikan usulan tentang dasar negara Indonesia merdeka yang terdiri dari lima gagasan:

      (1) Persatuan

      (2) Kekeluargaan

      (3) Keseimbangan lahir batin

      (4) Musyawarah

      (5) Keadilan rakyat

      c) Ir. Soekarno (1 Juni 1945)

      Di hadapan sidang BPUPK, Ir. Soekarno menyampaikan pandangan dan pidatonya pada tanggal 1 Juni 1945. Usulan secara lisan berupa lima asas yang diajukan dalam pidatonya sebagai bentuk

      dasar negara Indonesia. Adapun rumusan dasar negara tersebut adalah sebagai berikut:

      (1) Nasionalisme atau Kebangsaan Indonesia.

      (2) Internasionalisme atau Perikemanusiaan.

      (3) Mufakat atau Demokrasi.

      (4) Kesejahteraan sosial.

      (5) Ketuhanan yang berkebudayaan.


      Ir. Soekarno mengatakan bahwa saran dari salah seorang ahli bahasa, lima asas di atas diusulkan agar diberi nama “Pancasila”. Istilah “Pancasila” sebagai dasar negara tersebut diterima oleh sidang secara penuh. Selanjutnya, beliau mengungkapkan usulan bahwa kelima sila tersebut dapat diperas lagi menjadi Tri Sila yang rumusannya:

      (1) Sosio Nasionalisme, yaitu Nasionalisme dan Internasionalisme.

      (2) Sosio Demokrasi, yaitu Demokrasi dengan Kesejahteraan Rakyat.

      (3) Ketuhanan Yang Maha Esa.

      Kemudian, Ir. Soekarno menyampaikan kembali bahwa Tri Sila tersebut masih dapat diperas lagi menjadi Eka Sila atau satu sila yang intinya adalah “gotong-royong.


      Kesimpulan materi:

      Pancasila adalah dasar negara Indonesia yang terdiri dari lima sila. Sebelum menjadi seperti sekarang, Pancasila dirumuskan melalui beberapa tahap penting oleh para tokoh pendiri bangsa. Proses perumusan ini terjadi pada masa sidang-sidang penting menjelang kemerdekaan Indonesia, seperti sidang BPUPKI dan PPKI.

      Beberapa tokoh penting yang terlibat dalam perumusan Pancasila antara lain:

      • Ir. Soekarno

      • Moh. Yamin

      • Dr. Soepomo

      Akhirnya, pada tanggal 18 Agustus 1945, Pancasila secara resmi disahkan sebagai dasar negara Indonesia dan tercantum dalam Pembukaan UUD 1945.

Komentar

Postingan Populer