Materi Ajar Kelas VI F Hari Selasa 6 Agustus 2019

TEMA 2 Sub Tema 1
Materi IPS
Makna Proklamasi Kemerdekaan bagi Bangsa Indonesia

Deskripsi

Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dilaksanakan pada hari Jumat, 17 Agustus 1945 tahun Masehi, atau tanggal 17 Agustus 2605 menurut tahun Jepang, yang dibacakan oleh Soekarno dengan didampingi oleh Drs. Mohammad Hatta bertempat di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta Pusat. 
Makna proklamasi kemerdekaan Indonesia jika ditelaah yakni: 
1 Proklamasi kemerdekaan merupakan akhir penjajahan kaum kolonialis bagi bangsa Indonesia
2. Proklamasi kemerdekaan memberikan kesempatan kepada seluruh rakyat untuk menjadi masyarakat mandiri dan cerdas yang memiliki nilai-nilai budaya yang tinggi
3. Memberikan arah dan kewenangan bagi bangsa Indonesia untuk menuju masyarakat yang sejahtera dengan kekuasaan serta menguasai dan mengelola sumber-sumber daya ekonomi secara mandiri
4. Merupakan pernyataan kemerdekaan dan bebas dari belenggu penjajahan serta sekaligus membangun kehidupan baru menuju masyarakat Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur;Proklamasi kemerdekaan merupakan sumber tertib hukum nasional yang mengandung makna berakhirnya hukum kolonial dan digantikan dengan tata hukum nasional.
5. Proklamasi memberikan kewenangan kepada seluruh bangsa Indonesia untuk menjaga dan mempertahankan kedaulatan negara dari segala macam rongrongan.5
6. Proklamasi merupakan alat hukum internasional untuk bangsa Indonesia dalam melakukan hubungan dan kerja sama internasional.

Penyusunan Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, dilakukan melalui perundingan antara golongan muda dan golongan tua, yang mana perundingan ini berlangsung mulai pukul 02.00 – 04.00 dini hari. Tempat penulisan Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia ini dilakukan di ruang makan laksamana Tadashi Maeda jalan Imam Bonjol no. 1. Konsep Teks Proklamasi itu sendiri dibuat oleh Ir. Soekarno. Dan di ruang depan, hadir B.M Diah Sayuti Melik, Sukarni, dan Soediro. Sukarni menyusulkan agar yang menandatangani Teks Proklamasi itu adalah Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta atas nama bangsa Indonesia. Dan yang mengetik Teks Proklamasi adalah Sayuti Melik
Awalnya seharusnya di Lapangan Ikada, tetapi karena Lapangan Ikada sudah dijaga ketat oleh pasukan Jepang, maka pembacaan naskah proklamasi berubah di depan rumah Ir. Soekarno untuk menghindari pasukan Jepang

Materi IPA
Cara tumbuhan Menyesuaikan diri terhadap lingkungan







0



Hewan hidup memerlukan lingkungan. Hewan mempertahankan hidup dengan adaptasi. Bagaimana dengan tumbuhan? Bagaimana bentuk penyesuaian diri tumbuhan? Apakah tumbuhan bisa melindungi diri?

PENYESUAIAN DIRI TUMBUHAN TERHADAP  LINGKUNGAN

1. Berdasarkan Tempat Hidupnya
Tumbuhan juga menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Tumbuhan bisa hidup di air dan daratan. Bagaimana tumbuhan menyesuaikan diri dengan lingkungannya? Marilah kita bahas uraian berikut.

a. Tumbuhan hidup di air (hidrofit)
Penyesuaian Diri Tumbuhan Terhadap LingkunganTumbuhan yang hidup di air contohnya teratai, enceng gondok, kangkung, dan genjer. Tanaman ini, mempunyai daun yang lebar. Mempunyai rongga udara pada batangnya untuk membantu penguapan. Akar yang kuat menancap di dasar untuk keseimbangan daun.

Tanaman air kebalikan dari tanaman di daerah kering. Tanaman ini berusaha melepas uap air sebanyak-banyaknya ke udara. Rongga udara berguna agar dapat mengapung.
Tumbuhan yang hidup di dua musim
Tumbuhan ada yang hidup di dua musim. Artinya tumbuhan mengalami musim penghujan dan kemarau. Pada saat musim penghujan air melimpah. Sedangkan saat musim kemarau air sangat sulit diperoleh.

Penyesuaian Diri Tumbuhan Terhadap LingkunganTumbuhan yang hidup pada dua musim memiliki ciri-ciri yaitu:
1) dapat menggugurkan daunnya pada musim kemarau (meranggas), dan
2) dapat melebarkan daunnya pada musim penghujan.

Contoh tanamannya, antara lain pohon jati dan mahoni. Pada musim kemarau pohon ini akan mengurangi daun. Pengurangan daun untuk mengurangi penguapan. Cemara mempunyai daun lembut dan meruncing. Sedangkan rumput akan menghabiskan daunnya, tetapi umbinya tetap hidup di dalam tanah.

c. Tumbuhan didaerah kering/gurun (xerofit)
Daerah gurun sangat jarang terjadi hujan. Sepanjang hari daerah ini disinari matahari yang terik. Tumbuhan pada daerah kering memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

1) Berdaun tebal dengan lapisan lilin (untuk mengurangi penguapan)
Penyesuaian Diri Tumbuhan Terhadap Lingkungan2) Batangnya lebar menggembung (untuk menyimpan cadangan air)
3) Daunnya berupa duri
4) Akar menghujam jauh ke dalam tanah dan bercabang banyak.

Contoh tumbuhan gurun adalah kaktus. Pada saat kering kaktus akan menggunakan cadangan makanan, cadangan makanan tersimpan di batang. Bila cadangan makanan digunakan, batangnya mengerut. Tetapi saat hujan batangnya menggelembung
d. Adaptasi tumbuhan di lingkungan berkadar garam tinggi.
Tumbuhan yang dapat hidup di lingkungan dengan kadar garam tinggi disebut halofit contohnya tumbuhan bakau.
e. Adaptasi tumbuhan di lingkungan lembab
Tumbuhan yangnhidup dilingkungan lembab disebut higrofit conroh tumbuhan paku.

Materi Penggunaan sifat distributif pada operasi hitung bilangan bulat

Sifat distributif disebut juga sifat penyebaran.
Sifat distributif ada 2 yaitu :
Sifat distributif perkalian terhadap penjumlahan dengan bentuk umum
a x ( b + c ) = ( a x b ) + ( a x c ).
Untuk memperjalasnya perhatikan contoh berikut ini :
6 × ( 4 + 5 ) = 6 × 9 = 54
( 6 × 4 ) + ( 6 × 5 ) = 24 + 30 = 54
Jadi, 6 × ( 4 + 5 ) = ( 6 × 4 ) + ( 6 × 5 )
Sifat distributif perkalian terhadap pengurangan dengan bentuk umum
a x ( b – c ) = ( a x b ) – ( a x c )
Untuk memperjalasnya perhatikan contoh berikut ini :
7 × ( 9 − 6 ) = 7 × 3 = 21
( 7 × 9 ) − ( 7 × 6 ) = 63 − 42 = 21
Jadi, 7 × ( 9 − 6 ) = ( 7 × 9 ) − ( 7 × 6 )
CONTOH SOAL
kerjakanlah soal-soal berikut di buku latihanmu.

1.   2 × (5 + 3) = (2 × 5) + (2 × ...) = ...
2.   4 × (6 + 2) = (4 × 6) + (4 × ...) = ...
3.   (6 + 3) × 2 = (6 × 2) + (3 × ...) = ...
4.   8 × (4 – 1) = (8 × 4) – (8 × ...) = ...
5.   3 × (8 – 7) = (3 × 8) – (3 × ...) = ...
6.   –2 × (4 + 3) = (–2 × 4) + (–2 × ...) = ...
7.   3 × (–1 + 2) = (3 × (–1)) + (3 × ...) = ...
8.   –4 × (4 + 5) = ( ... × ...) + (... × ...) = ...

Komentar

Postingan Populer