28-01-2026

  Rabu, 28 Januari 2026 

IPAS dan Seni Rupa 

                                      

    Fitri Daryani, S.Pd

    Kelas 5B

    Good morning my students....

    Tabik pun ,,,!!

    Apa kabar anak sholeh sholehah kelas 5B,Alhamdulillah semoga kita semua dalam keadaan sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT  serta tetap bersemangat di hari ini.Aamiin Yaa Rabbal Aalamiin.Sebelumbelajar pastikan kalian melaksanakan sholat dhuha  dan membaca Al Qur'an serta morojaah juz amma.

    Baiklah anak-anak semua sebelum kita masuk ke materi  kita akan menyanyikan lagu kebiasaan anak Indonesia hebat,kita melakukan tepuk semangat selanjutnya kita akan  melaksanakan kegiatan  pembelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia

    Tujuan Pembelajaran :  Murid dapat mengidentifikasi letak geografis Indonesia melalui peta konvensional atau digital.

    Metode Penbelajaran : Problem Based Learning (Pbl) 

    Alat Peraga                : LCD. Peta Imdonesia, Atlas Indonesia

            MATERI  IPAS                                                                                                  1.    Pengenalan aplikasi peta digital (Google Maps, Earth)

    Manfaat teknologi untuk eksplorasi wilayahPASPengertian Peta

    Apa itu peta? Mungkin, peta dalam bayangan kamu itu, berupa kertas yang berisi gambaran atau lukisan yang merepresentasikan suatu wilayah, ya.Itu juga Nggak salah.

    Tapi, tahu nggak, di zaman serba modern ini, peta juga bisa berbentuk digital, loh. Contohnya, Google Maps. Aplikasi yang sering kamu gunakan untuk membantumu pergi ke suatu tempat.

    jadi, kalau ditanya pengertian peta, kamu sudah tahu belum?

    Peta adalah representasi grafis atau visual dari permukaan bumi atau bagian tertentu dari permukaan bumi. Peta akan menyajikan informasi geografis, seperti topografi (ketinggian dan bentuk lahan), hidrografi (sungai, danau, dan laut), perbatasan politik, jalan, bangunan, hingga fenomena alam lainnya.

    Fungsi Peta

    Peta memiliki fungsi yang penting dalam berbagai bidang. Berikut beberapa fungsi utama peta:

    ·         Menunjukkan lokasi pada permukaan bumi,

    ·         Menggambarkan luas, pola, dan bentuk berbagai gejala alam dan manusia,

    ·         Menentukan arah serta jarak suatu tempat,

    ·         Menunjukkan ketinggian atau kemiringan suatu tempat,

    ·         Menyajikan persebaran sifat-sifat alami dan non alami,

    ·         Memungkinkan pengambilan kesimpulan dari data atau informasi yang tersaji,

    ·         Melihat adanya gerak perubahan serta prediksi dari hasil pertukaran barang-barang persebaran aktivitas industri, arus produksi, mobilitas manusia, dan sebagainya.

            Unsur-Unsur Peta

    Unsur-unsur peta adalah komponen-komponen atau elemen-elemen yang membentuk struktur peta. Unsur peta bertujuan untuk memberikan informasi geografis kepada pembaca.

    1.  Judul

    Judul terdapat di bagian paling atas, biasanya menyebutkan jenis peta, lokasi wilayah, serta keadaan yang digambarkan dalam peta tersebut.

    2. Skala

    Skala pada peta adalah angka yang menunjukkan perbandingan jarak di peta dan jarak sebenarnya.

    3. Tanda arah

    Tanda arah dikenal juga dengan nama mata angin, bentuknya seperti panah yang selalu mengarah ke atas untuk menunjukkan arah utara.

    4. Tata warna

    Tata warna berfungsi untuk memperjelas atau mempertegas objek-objek yang ingin ditampilkan.

    5. Simbol

    Simbol merupakan tanda-tanda yang umum, dipakai untuk mewakili keadaan sebenarnya ke dalam peta, dan dapat diklasifikasikan menjadi:

        Simbol fisiografis (fisik), seperti: relief, hidrologis, oseanologis, klimatologis, dan sebagainya.

        Simbol kultur, contohnya: jalur transportasi, batas sungai, dan sebagainya.

    6. Lettering

    Lettering adalah tulisan atau angka yang dapat mempertegas arti dari simbol-simbol di peta.

    7. Legenda

    Legenda fungsinya adalah memperjelas keterangan dari simbol yang ada dalam peta. Biasanya terletak di bagian tepi peta.

    8. Inset

    Inset tujuannya menunjukkan lokasi yang penting, tetapi kurang jelas dalam peta, dan juga mempertajam atau memperjelas salah satu bagian peta.

    9. Garis astronomis

    Garis astronomis berguna menentukan lokasi suatu tempat, ditandai dengan garis tepi yang menunjukkan angka derajat, menit, dan detik tanpa membuat perlu garis bujur dan lintang.

    10. Garis tepi

    Garis tepi biasanya dibuat rangkap. Garis ini dapat dijadikan pertolongan dalam membuat sebuah peta pulau atau suatu wilayah, agar letaknya bisa tepat di tengah.

    11. Tahun pembuatan

    Tahun pembuatan disebut juga dengan reproduksi. Ini berbeda dengan tahun keadaan peta .Misalnya, di tahun 2023, kamu membuat peta persebaran penduduk Indonesia tahun 2018. Maka dalam judul harus dicantumkan “Peta Sebaran Penduduk Indonesia Tahun 2018”. Sedangkan, di luar garis kamu harus tulis tahun reproduksinya, yaitu tahun 2023.

    Jenis-Jenis Peta

    Peta dapat diklasifikasikan menjadi beberapa macam, berdasarkan skala, isi, dan bentuknya. Yuk, kita simak penjelasan rincinya berikut ini:

    1. Jenis Peta berdasarkan Skala

    Ada 5 (lima) jenis peta berdasarkan ukuran skalanya, antara lain:

    jenis-jenis peta

    Contoh peta berskala medium. (Sumber: emaze.com)

    a. Peta Teknik/Kadaster

    Peta dengan skala 1 : 100 sampai dengan 1 : 5000. Biasa digunakan untuk menggambar peta sertifikat pembuatan tanah.

    b. Peta Skala Besar

    Peta dengan skala 1 : 5.000 sampai dengan 1 : 250.000. Biasa digunakan untuk menggambar wilayah sempit, seperti Kabupaten.

    c. Peta Skala Sedang/Medium

    Peta dengan skala 1 : 250.000 sampai dengan 1 : 500.000. Biasa digunakan untuk menggambar wilayah yang lebih luas, seperti Provinsi.

    d. Peta Skala Kecil

    Peta dengan skala 1 : 500.000 sampai dengan 1.000.000. Biasa digunakan untuk menggambar wilayah yang luas, seperti negara.

    e. Peta Skala Geografis

    Peta dengan skala 1 : 1.000.000. Biasa digunakan untuk menggambar penampakan benua atau dunia.

    2. Jenis Peta berdasarkan Isi

    Berdasarkan isinya, peta terbagi lagi menjadi 2 (dua), yakni peta umum dan peta khusus:

    a. Peta Umum

    Peta yang menggambarkan penampakan segala hal yang ada di permukaan bumi di satu wilayah. Peta umum dibedakan menjadi:

    Peta topografi, berisi gambaran bentuk permukaan bumi yang dilengkapi dengan relief permukaan bumi, seperti perairan (hidrografi), ketinggian suatu tempat, dan sebagainya. Peta korografi, berisi gambaran bentuk permukaan bumi secara umum saja. Contoh peta korografi, yaitu atlas.

    b. Peta Khusus

    Peta yang menggambarkan penampakan dengan fokus tertentu. Contohnya:

        Peta penampakan kepadatan penduduk di suatu daerah.

        Peta persebaran kasus Covid-19.

        Peta persebaran flora dan fauna di Indonesia.

    3. Jenis Peta berdasarkan Bentuknya

    a. Peta Datar

    Peta datar sering juga disebut dengan peta planimetri. Peta datar adalah peta dua dimensi yang permukaannya berbentuk datar. Gambar pada peta ini hanya dibedakan menggunakan warna dan simbol.

    b. Peta Timbul

    Kebalikannya nih, peta timbul adalah peta yang permukaannya berbentuk tida dimensi. Peta timbul disebut juga dengan peta stereometri. Karena bentuknya yang tiga dimensi, membuat gambarannya mirip dengan keadaan permukaan bumi yang sebenarnya, loh. Misal, kalau petanya menggambarkan daerah pegunungan, maka bentuknya akan menjulang layaknya gunung-gunung. Tapi, versinya saja yang lebih kecil, ya.

    c. Peta Digital

    peta digital adalah peta hasil pengolahan data digital yang tersimpan dalam komputer.

    4. Jenis Peta berdasarkan Keadaan Objek

    Berdasarkan keadaan objeknya, peta dibagi menjadi 2 (dua) macam, yaitu:

    a. Peta Dinamik

    Peta yang menggambarkan keadaan yang berubah-ubah. Misalnya, peta transmigrasi, peta aliran sungai, peta perluasan tambang, dan sebagainya.

    b. Peta Stasioner

    Peta yang menggambarkan keadaan yang stabil. Misalnya, peta tanah, peta wilayah, peta geologi, dan sebagainya.

    5. Jenis Peta berdasarkan Statistik

    Jenis peta juga bisa dibedakan berdasarkan statistiknya, nih. Di antaranya:

    Peta persebaran penduduk. (Sumber: kompasiana.com)

    a. Peta Statistik Distribusi Kualitatif

    Peta yang menggambarkan kevariasian jenis data, tanpa memperhitungkan jumlahnya. Contohnya: peta tanah, peta budaya, peta agama, dan sebagainya

    b. Peta Statistik Distribusi Kuantitatif

    Peta yang menggambarkan jumlah data, yang biasanya berdasarkan perhitungan persentase. Contohnya: peta penduduk, peta curah hujan, peta pendidikan, dan sebagainya.

    6. Jenis Peta berdasarkan Fungsi

    Jenis peta berdasarkan fungsinya, dapat dibedakan menjadi:

        Peta geografi dan topografi;

        Peta geologik, hidrologi, dan hidrografi;

        Peta lalu lintas dan komunikasi;

        Peta yang berhubungan dengan kebudayaan dan sejarah, misalnya: peta bahasa, peta ras;

        Peta lokasi dan persebaran hewan dan tumbuhan;

        Peta cuaca dan iklim;

        Peta ekonomi dan statistik.

    Rumus Skala Peta

    Skala adalah angka yang menunjukkan perbandingan antara jarak peta dengan jarak sebenarnya. Dengan menggunakan skala, kita dapat menggambarkan benda, tempat, wilayah, atau sesuatu yang besar ke bentuk yang lebih kecil, sehingga mudah diukur.

    Pada skala peta, kita hanya perlu menggunakan skala numerik yang menunjukkan perbandingan 1 cm dengan berapa sentimeter lainnya.

    Rumus Skala Peta

    Skala Peta = Jarak Peta (JP) : Jarak Sebenarnya (JS)

    Contoh:

    Skala peta 1 : 500.000

    Skala dari peta tersebut adalah 1 cm dibanding 500.000 cm. Artinya, setiap 1 cm jarak pada peta, merepresentasikan 500.000 cm jarak di permukaan bumi sebenarnya.

    Jadi, kalau semisal di peta tersebut ada suatu jalanan dengan jarak 5 cm, berarti jarak sebenarnya adalah 5 x 500.000 = 2.500.000 cm, atau 25 km.

    Contoh Soal 1

    Jarak dari kota A ke kota B di peta adalah 5 cm. Skala peta tersebut adalah 1 : 200.000. Berapakah jarak kota A ke kota B sebenarnya?

    Penyelesaian:

    Skala Peta = Jarak Peta : Jarak Sebenarnya

    1 : 200.000 = 5 : Jarak Sebenarnya

    Jarak Sebenarnya = 5 x 200.000 = 1.000.000 cm = 10 km.

    Jadi, jarak sebenarnya dari kota A ke kota B adalah sejauh 10 km.

    Contoh Soal 2

    Jarak kota C ke kota D adalah 25 km. Sebuah peta memiliki skala 1 : 500.000. Berapakah jarak dari kota C ke kota D di peta?

    Penyelesaian:

    1 km = 100.000 cm –> 25 km = 2.500.000 cm

    Skala Peta = Jarak Peta : Jarak Sebenarnya

    1 : 500.000 = Jarak Peta : 2.500.000

    Jarak Peta = 2.500.000 : 500.000 = 5 cm.

    Jadi, jarak dari kota C ke kota D pada peta adalah 5 cm.

    Letak Geografis Indonesia

    1.       Saat mengamati peta digital, Indonesia tampak berada di antara dua benua dan dua samudra. Kondisi ini paling berpengaruh terhadap ….
    B. persebaran flora dan fauna
    C. jalur perdagangan internasional
    D. bentuk pemerintahan Indonesia

    2.       Seorang siswa melihat peta dan menemukan bahwa Indonesia berada di antara Benua Asia dan Australia. Kesimpulan yang tepat dari kondisi tersebut adalah ….
    B. Indonesia menjadi daerah lintasan perdagangan dan budaya
    C. Indonesia memiliki satu musim
    D. Indonesia memiliki wilayah kecil

    3.       Jika dilihat dari peta, Samudra Hindia berada di sebelah barat Indonesia. Dampak dari letak tersebut adalah ….
    B. Indonesia memiliki banyak pelabuhan laut
    C. Indonesia tidak memiliki pantai
    D. Indonesia beriklim dingin

    4.       Pada peta konvensional, Indonesia terlihat memanjang dari barat ke timur. Dampak kondisi tersebut terhadap wilayah Indonesia adalah ….
    B. perbedaan waktu di setiap daerah
    C. perbedaan bentuk pemerintahan
    D. perbedaan bahasa nasional

    5.       Seorang murid membandingkan peta digital Indonesia dan Asia Tenggara. Ia menemukan bahwa Indonesia dekat dengan banyak negara. Kesimpulan yang paling tepat adalah ….
    B. Indonesia mudah terpengaruh budaya asing
    C. Indonesia tidak memiliki jalur laut
    D. Indonesia hanya berhubungan dengan satu negara

    6.       Letak geografis Indonesia pada peta menunjukkan wilayah yang dikelilingi laut. Kondisi ini menyebabkan Indonesia ….
    B. kaya akan hasil laut
    C. memiliki sedikit pulau
    D. sulit melakukan perdagangan

    7.       Jika Indonesia tidak berada di jalur silang dunia, kemungkinan yang terjadi adalah 
    B. interaksi antarbangsa berkurang
    C. jumlah pulau bertambah
    D. iklim menjadi ekstrem

    8.       Perhatikan peta digital! Indonesia berada di antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Dampak utama dari kondisi ini adalah ….
    B. Indonesia memiliki potensi jalur pelayaran internasional
    C. Indonesia memiliki iklim kering sepanjang tahun
    D. Indonesia memiliki satu zona waktu

    Jawaban: B

    9.       Seorang siswa menyimpulkan bahwa Indonesia beriklim tropis setelah melihat peta. Kesimpulan tersebut diperkuat oleh ….
    B. letak geografis Indonesia
    C. bentuk pulau Indonesia
    D. luas wilayah Indonesia

    10.   Pada peta, wilayah Indonesia tampak strategis bagi negara lain. Hal ini paling berdampak pada ….
    B. berkurangnya keanekaragaman budaya
    C. menurunnya hasil laut
    D. terbatasnya hubungan internasional

    11.   Letak geografis Indonesia menyebabkan banyak kapal asing melintas. Dampak positif dari kondisi ini adalah ….
    B. berkembangnya pelabuhan dan perdagangan
    C. berkurangnya wisata bahari
    D. terbatasnya jalur transportasi

    12.   Jika Indonesia tidak dikelilingi oleh laut seperti pada peta, maka ….
    B. jalur pelayaran internasional berkurang
    C. jumlah pulau bertambah
    D. iklim menjadi tropis

    13.   Pada peta digital terlihat Indonesia terdiri atas ribuan pulau. Kondisi ini paling berpengaruh terhadap ….
    B. keberagaman budaya daerah
    C. sistem pemerintahan pusat
    D. jenis mata uang

    14.   Indonesia berada di kawasan Asia Tenggara. Berdasarkan peta, hal ini menunjukkan bahwa Indonesia ….
    B. dekat dengan negara-negara berkembang
    C. terpisah dari negara lain
    D. berada di kawasan kutub

    15.   Jika seorang murid ingin menunjukkan letak geografis Indonesia dengan tepat, informasi utama yang harus ia jelaskan adalah ….
    B. posisi Indonesia terhadap benua dan samudra
    C. jumlah penduduk Indonesia
    D. nama ibu kota Indonesia

        SENI RUPA

    Tujuan Pembelajaran  : Murid dapat mewujudkan karya seni rupa  secara mandiri dengan menerapkan unsur rupa secara terpadu                                                                        Metode Pembelajaran  :Project Based Learning (PjBL)                                                        Alat Peraga                 : PPT.gambar kolase                                                                 Materi ·      Proses berkarya 2D atau 3D (menggunakan- Teknik menggambar, mewarnai,   menempel, membentuk)

    MATERI AJAR

    Teknik Menggambar, Mewarnai, Menempel, dan Membentuk

    A. Teknik Menggambar

      • Menggambar adalah kegiatan membuat gambar di atas bidang datar dengan alat tertentu untuk mengekspresikan ide atau perasaan.

        Alat dan bahan:

        • Pensil, krayon, spidol

        • Kertas gambar / buku gambar

        Langkah sederhana menggambar:

        1. Membuat sketsa garis sederhana

        2. Menyempurnakan bentuk

        3. Menambahkan detail

        Contoh Gambar (Sketsa):


    B. Teknik Mewarnai

      • Mewarnai adalah kegiatan memberi warna pada gambar agar terlihat lebih hidup dan menarik.

        Alat dan bahan:

        • Krayon

        • Pensil warna

        • Cat air

        Teknik mewarnai sederhana:

        • Mewarnai satu arah

        • Tidak keluar garis

        • Memadukan warna terang dan gelap

        Contoh Gambar (Mewarnai RumahAdat ):


    C. Teknik Menempel (Kolase)

      • Menempel adalah teknik berkarya seni rupa dengan cara merekatkan berbagai bahan pada bidang datar.

        Bahan yang bisa digunakan:

        • Kertas warna

        • Daun kering

        • Biji-bijian

        • Kain perca

        Langkah membuat kolase:

        1. Menyiapkan pola gambar

        2. Memberi lem

        3. Menempel bahan sesuai pola

        Contoh Gambar Kolase (burung dari kain perca):




    D. Teknik Membentuk

      • Membentuk adalah teknik membuat karya seni rupa tiga dimensi.

        Bahan yang digunakan:

        • Plastisin

        • Tanah liat

        • Sabun

        Langkah sederhana membentuk:

        1. Menyiapkan bahan

        2. Membentuk bagian dasar

        3. Menyempurnakan bentuk

        Contoh Gambar (Bentuk 3 Dimensi – Buah dari Plastisin):


    Rangkuman

        • Menggambar: membuat sketsa dan gambar

        • Mewarnai: memberi warna agar indah

        • Menempel: merekatkan bahan menjadi karya

        • Membentuk: membuat karya 3 dimensi

    Tugas :Siswa membuat gambar dan menghiasnya dengan menggunakan Teknik Membentuk dengan menggunakan Platisin(lilin Mainan)   

    PAK                                                                                                                                                                Materi : Selalu Bersikap Adil

    Tujuan Pembelajaran :Siswa mampu memahami sikap  adail dalamm kehidupan sehari - hari

    Media                           :Video Contoh sikap Adil

    Metode Pembelajaran   :  Diskusi

    Pengertian Adil:

    • Adil adalah sikap yang tidak memihak, jujur, dan bertindak berdasarkan kebenaran.
    • Keadilan penting dalam kehidupan sehari-hari untuk menciptakan harmoni dan menghindari konflik.

    Mengapa Adil itu Penting?

    • Dengan bersikap adil, kita menghormati hak orang lain dan mencegah ketidakadilan.
    • Keadilan membantu menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi semua orang.
    • Keadilan juga merupakan salah satu nilai penting dalam mencegah korupsi.

    Contoh Sikap Adil:

    • Membagi makanan atau hadiah secara merata kepada semua teman.
    • Tidak mencontek saat ujian atau ulangan.
    • Membantu teman yang kesulitan belajar.
    • Menegakkan kebenaran meskipun sulit.
    • Tidak mengambil barang yang bukan milik kita.

    Hubungan Adil dengan Anti Korupsi:

    • Korupsi terjadi ketika seseorang tidak bertindak adil dan jujur.
    • Korupsi merugikan banyak orang dan menghambat pembangunan.
    • Dengan bersikap adil, kita ikut berkontribusi dalam mencegah korupsi.

    Cara Menerapkan Sikap Adil:

    • Mulai dari hal-hal kecil dalam kehidupan sehari-hari.
    • Berani mengatakan yang benar meskipun sulit.
    • Menjadi contoh yang baik bagi teman-teman.
    • Belajar tentang nilai-nilai keadilan dan anti korupsi.

    Pentingnya Pendidikan Anti Korupsi:

    • Pendidikan anti korupsi membantu siswa memahami dampak buruk korupsi.
    • Pendidikan anti korupsi juga membekali siswa dengan nilai-nilai luhur seperti kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab.
    • Dengan pendidikan anti korupsi, diharapkan generasi muda dapat menjadi agen perubahan yang berintegritas.

    Rangkuman:

    • Adil adalah sikap yang penting untuk menciptakan kehidupan yang harmonis dan mencegah korupsi.
    • Contoh sikap adil adalah membagi makanan secara merata, tidak mencontek, dan membantu teman yang kesulitan.
    • Pendidikan anti korupsi penting untuk membekali generasi muda dengan nilai-nilai luhur dan mencegah korupsi di masa depan

Komentar

Postingan Populer