28-01-2026
Rabu, 28 Januari 2026
IPAS dan Seni Rupa
Menggambar adalah kegiatan membuat gambar di atas bidang datar dengan alat tertentu untuk mengekspresikan ide atau perasaan.
Alat dan bahan:
Pensil, krayon, spidol
Kertas gambar / buku gambar
Langkah sederhana menggambar:
Membuat sketsa garis sederhana
Menyempurnakan bentuk
Menambahkan detail
Contoh Gambar (Sketsa):
Mewarnai adalah kegiatan memberi warna pada gambar agar terlihat lebih hidup dan menarik.
Alat dan bahan:
Krayon
Pensil warna
Cat air
Teknik mewarnai sederhana:
Mewarnai satu arah
Tidak keluar garis
Memadukan warna terang dan gelap
Contoh Gambar (Mewarnai RumahAdat ):
Menempel adalah teknik berkarya seni rupa dengan cara merekatkan berbagai bahan pada bidang datar.
Bahan yang bisa digunakan:
Kertas warna
Daun kering
Biji-bijian
Kain perca
Langkah membuat kolase:
Menyiapkan pola gambar
Memberi lem
Menempel bahan sesuai pola
Contoh Gambar Kolase (burung dari kain perca):
Membentuk adalah teknik membuat karya seni rupa tiga dimensi.
Bahan yang digunakan:
Plastisin
Tanah liat
Sabun
Langkah sederhana membentuk:
Menyiapkan bahan
Membentuk bagian dasar
Menyempurnakan bentuk
Contoh Gambar (Bentuk 3 Dimensi – Buah dari Plastisin):
Menggambar: membuat sketsa dan gambar
Mewarnai: memberi warna agar indah
Menempel: merekatkan bahan menjadi karya
Membentuk: membuat karya 3 dimensi
- Adil adalah sikap yang tidak memihak, jujur, dan bertindak berdasarkan kebenaran.
- Keadilan penting dalam kehidupan sehari-hari untuk menciptakan harmoni dan menghindari konflik.
- Dengan bersikap adil, kita menghormati hak orang lain dan mencegah ketidakadilan.
- Keadilan membantu menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi semua orang.
- Keadilan juga merupakan salah satu nilai penting dalam mencegah korupsi.
- Membagi makanan atau hadiah secara merata kepada semua teman.
- Tidak mencontek saat ujian atau ulangan.
- Membantu teman yang kesulitan belajar.
- Menegakkan kebenaran meskipun sulit.
- Tidak mengambil barang yang bukan milik kita.
- Korupsi terjadi ketika seseorang tidak bertindak adil dan jujur.
- Korupsi merugikan banyak orang dan menghambat pembangunan.
- Dengan bersikap adil, kita ikut berkontribusi dalam mencegah korupsi.
- Mulai dari hal-hal kecil dalam kehidupan sehari-hari.
- Berani mengatakan yang benar meskipun sulit.
- Menjadi contoh yang baik bagi teman-teman.
- Belajar tentang nilai-nilai keadilan dan anti korupsi.
- Pendidikan anti korupsi membantu siswa memahami dampak buruk korupsi.
- Pendidikan anti korupsi juga membekali siswa dengan nilai-nilai luhur seperti kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab.
- Dengan pendidikan anti korupsi, diharapkan generasi muda dapat menjadi agen perubahan yang berintegritas.
- Adil adalah sikap yang penting untuk menciptakan kehidupan yang harmonis dan mencegah korupsi.
- Contoh sikap adil adalah membagi makanan secara merata, tidak mencontek, dan membantu teman yang kesulitan.
- Pendidikan anti korupsi penting untuk membekali generasi muda dengan nilai-nilai luhur dan mencegah korupsi di masa depan
Fitri Daryani, S.Pd
Kelas 5B
Good morning my students....
Tabik pun ,,,!!
Apa kabar anak sholeh sholehah kelas 5B,Alhamdulillah semoga kita semua dalam keadaan sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT serta tetap bersemangat di hari ini.Aamiin Yaa Rabbal Aalamiin.Sebelumbelajar pastikan kalian melaksanakan sholat dhuha dan membaca Al Qur'an serta morojaah juz amma.
Baiklah anak-anak semua sebelum kita masuk ke materi kita akan menyanyikan lagu kebiasaan anak Indonesia hebat,kita melakukan tepuk semangat selanjutnya kita akan melaksanakan kegiatan pembelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia
Tujuan Pembelajaran : Murid dapat mengidentifikasi letak geografis Indonesia melalui peta konvensional atau digital.
Metode Penbelajaran : Problem Based Learning (Pbl)
Alat Peraga : LCD. Peta Imdonesia, Atlas Indonesia
MATERI IPAS 1. Pengenalan
aplikasi peta digital (Google Maps, Earth)
Manfaat teknologi untuk eksplorasi wilayahPASPengertian Peta
Apa itu peta? Mungkin, peta dalam
bayangan kamu itu, berupa kertas yang berisi gambaran atau lukisan yang
merepresentasikan suatu wilayah, ya.Itu juga Nggak salah.
Tapi, tahu nggak, di zaman serba
modern ini, peta juga bisa berbentuk digital, loh. Contohnya, Google Maps.
Aplikasi yang sering kamu gunakan untuk membantumu pergi ke suatu tempat.
jadi, kalau ditanya pengertian
peta, kamu sudah tahu belum?
Peta adalah representasi grafis
atau visual dari permukaan bumi atau bagian tertentu dari permukaan bumi. Peta
akan menyajikan informasi geografis, seperti topografi (ketinggian dan bentuk
lahan), hidrografi (sungai, danau, dan laut), perbatasan politik, jalan,
bangunan, hingga fenomena alam lainnya.
Fungsi Peta
Peta memiliki fungsi yang
penting dalam berbagai bidang. Berikut beberapa fungsi utama peta:
·
Menunjukkan lokasi pada permukaan bumi,
·
Menggambarkan luas, pola, dan bentuk berbagai
gejala alam dan manusia,
·
Menentukan arah serta jarak suatu tempat,
·
Menunjukkan ketinggian atau kemiringan suatu
tempat,
·
Menyajikan persebaran sifat-sifat alami dan non
alami,
·
Memungkinkan pengambilan kesimpulan dari data
atau informasi yang tersaji,
·
Melihat adanya gerak perubahan serta prediksi
dari hasil pertukaran barang-barang persebaran aktivitas industri, arus
produksi, mobilitas manusia, dan sebagainya.
Unsur-Unsur
Peta
Unsur-unsur peta adalah
komponen-komponen atau elemen-elemen yang membentuk struktur peta. Unsur peta
bertujuan untuk memberikan informasi geografis kepada pembaca.
1. Judul
Judul terdapat di bagian
paling atas, biasanya menyebutkan jenis peta, lokasi wilayah, serta keadaan
yang digambarkan dalam peta tersebut.
2. Skala
Skala pada peta adalah angka
yang menunjukkan perbandingan jarak di peta dan jarak sebenarnya.
3. Tanda arah
Tanda arah dikenal juga
dengan nama mata angin, bentuknya seperti panah yang selalu mengarah ke atas
untuk menunjukkan arah utara.
4. Tata warna
Tata warna berfungsi untuk
memperjelas atau mempertegas objek-objek yang ingin ditampilkan.
5. Simbol
Simbol merupakan tanda-tanda
yang umum, dipakai untuk mewakili keadaan sebenarnya ke dalam peta, dan dapat
diklasifikasikan menjadi:
Simbol fisiografis (fisik), seperti:
relief, hidrologis, oseanologis, klimatologis, dan sebagainya.
Simbol kultur, contohnya: jalur
transportasi, batas sungai, dan sebagainya.
6. Lettering
Lettering adalah tulisan atau
angka yang dapat mempertegas arti dari simbol-simbol di peta.
7. Legenda
Legenda fungsinya adalah
memperjelas keterangan dari simbol yang ada dalam peta. Biasanya terletak di
bagian tepi peta.
8. Inset
Inset tujuannya menunjukkan
lokasi yang penting, tetapi kurang jelas dalam peta, dan juga mempertajam atau
memperjelas salah satu bagian peta.
9. Garis astronomis
Garis astronomis berguna
menentukan lokasi suatu tempat, ditandai dengan garis tepi yang menunjukkan
angka derajat, menit, dan detik tanpa membuat perlu garis bujur dan lintang.
10. Garis tepi
Garis tepi biasanya dibuat
rangkap. Garis ini dapat dijadikan pertolongan dalam membuat sebuah peta pulau
atau suatu wilayah, agar letaknya bisa tepat di tengah.
11. Tahun pembuatan
Tahun pembuatan disebut juga
dengan reproduksi. Ini berbeda dengan tahun keadaan peta .Misalnya, di tahun
2023, kamu membuat peta persebaran penduduk Indonesia tahun 2018. Maka dalam
judul harus dicantumkan “Peta Sebaran Penduduk Indonesia Tahun 2018”.
Sedangkan, di luar garis kamu harus tulis tahun reproduksinya, yaitu tahun
2023.
Jenis-Jenis Peta
Peta dapat diklasifikasikan
menjadi beberapa macam, berdasarkan skala, isi, dan bentuknya. Yuk, kita simak
penjelasan rincinya berikut ini:
1. Jenis Peta berdasarkan
Skala
Ada 5 (lima) jenis peta
berdasarkan ukuran skalanya, antara lain:
jenis-jenis peta
Contoh peta berskala medium.
(Sumber: emaze.com)
a. Peta Teknik/Kadaster
Peta dengan skala 1 : 100
sampai dengan 1 : 5000. Biasa digunakan untuk menggambar peta sertifikat
pembuatan tanah.
b. Peta Skala Besar
Peta dengan skala 1 : 5.000
sampai dengan 1 : 250.000. Biasa digunakan untuk menggambar wilayah sempit,
seperti Kabupaten.
c. Peta Skala Sedang/Medium
Peta dengan skala 1 : 250.000
sampai dengan 1 : 500.000. Biasa digunakan untuk menggambar wilayah yang lebih
luas, seperti Provinsi.
d. Peta Skala Kecil
Peta dengan skala 1 : 500.000
sampai dengan 1.000.000. Biasa digunakan untuk menggambar wilayah yang luas,
seperti negara.
e. Peta Skala Geografis
Peta dengan skala 1 :
1.000.000. Biasa digunakan untuk menggambar penampakan benua atau dunia.
2. Jenis Peta berdasarkan
Isi
Berdasarkan isinya, peta
terbagi lagi menjadi 2 (dua), yakni peta umum dan peta khusus:
a. Peta Umum
Peta yang menggambarkan
penampakan segala hal yang ada di permukaan bumi di satu wilayah. Peta umum
dibedakan menjadi:
Peta topografi, berisi gambaran bentuk permukaan bumi yang dilengkapi
dengan relief permukaan bumi, seperti perairan (hidrografi), ketinggian suatu
tempat, dan sebagainya. Peta korografi, berisi gambaran bentuk permukaan bumi
secara umum saja. Contoh peta korografi, yaitu atlas.
b. Peta Khusus
Peta yang menggambarkan
penampakan dengan fokus tertentu. Contohnya:
Peta penampakan kepadatan penduduk di suatu
daerah.
Peta persebaran kasus Covid-19.
Peta persebaran flora dan fauna di
Indonesia.
3. Jenis Peta berdasarkan
Bentuknya
a. Peta Datar
Peta datar sering juga
disebut dengan peta planimetri. Peta datar adalah peta dua dimensi yang
permukaannya berbentuk datar. Gambar pada peta ini hanya dibedakan menggunakan
warna dan simbol.
b. Peta Timbul
Kebalikannya nih, peta timbul
adalah peta yang permukaannya berbentuk tida dimensi. Peta timbul disebut juga
dengan peta stereometri. Karena bentuknya yang tiga dimensi, membuat
gambarannya mirip dengan keadaan permukaan bumi yang sebenarnya, loh. Misal,
kalau petanya menggambarkan daerah pegunungan, maka bentuknya akan menjulang
layaknya gunung-gunung. Tapi, versinya saja yang lebih kecil, ya.
c. Peta Digital
peta digital adalah peta
hasil pengolahan data digital yang tersimpan dalam komputer.
4. Jenis Peta berdasarkan
Keadaan Objek
Berdasarkan keadaan objeknya,
peta dibagi menjadi 2 (dua) macam, yaitu:
a. Peta Dinamik
Peta yang menggambarkan
keadaan yang berubah-ubah. Misalnya, peta transmigrasi, peta aliran sungai,
peta perluasan tambang, dan sebagainya.
b. Peta Stasioner
Peta yang menggambarkan
keadaan yang stabil. Misalnya, peta tanah, peta wilayah, peta geologi, dan
sebagainya.
5. Jenis Peta berdasarkan
Statistik
Jenis peta juga bisa
dibedakan berdasarkan statistiknya, nih. Di antaranya:
Peta persebaran penduduk.
(Sumber: kompasiana.com)
a. Peta Statistik
Distribusi Kualitatif
Peta yang menggambarkan
kevariasian jenis data, tanpa memperhitungkan jumlahnya. Contohnya: peta tanah,
peta budaya, peta agama, dan sebagainya
b. Peta Statistik
Distribusi Kuantitatif
Peta yang menggambarkan
jumlah data, yang biasanya berdasarkan perhitungan persentase. Contohnya: peta
penduduk, peta curah hujan, peta pendidikan, dan sebagainya.
6. Jenis Peta berdasarkan
Fungsi
Jenis peta berdasarkan
fungsinya, dapat dibedakan menjadi:
Peta geografi dan topografi;
Peta geologik, hidrologi, dan hidrografi;
Peta lalu lintas dan komunikasi;
Peta yang berhubungan dengan kebudayaan dan
sejarah, misalnya: peta bahasa, peta ras;
Peta lokasi dan persebaran hewan dan
tumbuhan;
Peta cuaca dan iklim;
Peta ekonomi dan statistik.
Rumus Skala Peta
Skala adalah angka yang
menunjukkan perbandingan antara jarak peta dengan jarak sebenarnya. Dengan
menggunakan skala, kita dapat menggambarkan benda, tempat, wilayah, atau
sesuatu yang besar ke bentuk yang lebih kecil, sehingga mudah diukur.
Pada skala peta, kita hanya
perlu menggunakan skala numerik yang menunjukkan perbandingan 1 cm dengan
berapa sentimeter lainnya.
Rumus Skala Peta
Skala Peta = Jarak Peta (JP)
: Jarak Sebenarnya (JS)
Contoh:
Skala peta 1 : 500.000
Skala dari peta tersebut
adalah 1 cm dibanding 500.000 cm. Artinya, setiap 1 cm jarak pada peta,
merepresentasikan 500.000 cm jarak di permukaan bumi sebenarnya.
Jadi, kalau semisal di peta
tersebut ada suatu jalanan dengan jarak 5 cm, berarti jarak sebenarnya adalah 5
x 500.000 = 2.500.000 cm, atau 25 km.
Contoh Soal 1
Jarak dari kota A ke kota B
di peta adalah 5 cm. Skala peta tersebut adalah 1 : 200.000. Berapakah jarak
kota A ke kota B sebenarnya?
Penyelesaian:
Skala Peta = Jarak Peta :
Jarak Sebenarnya
1 : 200.000 = 5 : Jarak
Sebenarnya
Jarak Sebenarnya = 5 x
200.000 = 1.000.000 cm = 10 km.
Jadi, jarak sebenarnya dari
kota A ke kota B adalah sejauh 10 km.
Contoh Soal 2
Jarak kota C ke kota D adalah
25 km. Sebuah peta memiliki skala 1 : 500.000. Berapakah jarak dari kota C ke
kota D di peta?
Penyelesaian:
1 km = 100.000 cm –> 25 km
= 2.500.000 cm
Skala Peta = Jarak Peta :
Jarak Sebenarnya
1 : 500.000 = Jarak Peta :
2.500.000
Jarak Peta = 2.500.000 :
500.000 = 5 cm.
Jadi, jarak dari kota C ke
kota D pada peta adalah 5 cm.
Letak Geografis Indonesia
Jawaban: B
SENI RUPA
Tujuan Pembelajaran : Murid dapat mewujudkan karya seni rupa secara mandiri dengan menerapkan unsur rupa secara terpadu Metode Pembelajaran :Project Based Learning (PjBL) Alat Peraga : PPT.gambar kolase Materi · Proses berkarya 2D atau 3D (menggunakan- Teknik menggambar, mewarnai, menempel, membentuk)
MATERI AJAR
Teknik Menggambar, Mewarnai, Menempel, dan Membentuk
A. Teknik Menggambar
B. Teknik Mewarnai
C. Teknik Menempel (Kolase)
D. Teknik Membentuk
Rangkuman
Tugas :Siswa membuat gambar dan menghiasnya dengan menggunakan Teknik Membentuk dengan menggunakan Platisin(lilin Mainan)
PAK Materi : Selalu Bersikap Adil
Tujuan Pembelajaran :Siswa mampu memahami sikap adail dalamm kehidupan sehari - hari
Media :Video Contoh sikap Adil
Metode Pembelajaran : Diskusi
Pengertian Adil:
Mengapa Adil itu Penting?
Contoh Sikap Adil:
Hubungan Adil dengan Anti Korupsi:
Cara Menerapkan Sikap Adil:
Pentingnya Pendidikan Anti Korupsi:
Rangkuman:



Komentar
Posting Komentar