12 Agustus 2025
Selasa, 12 Agustus 2025
Matematika, Bahasa Indonesia dan Seni Rupa
Fitri Daryani, S.Pd
Kelas 5B
Good morning my students....
Tabik pun ,,,!!
Apa kabar anak sholeh sholehah kelas 5B,Alhamdulillah semoga kita semua dalam keadaan sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT serta tetap bersemangat di hari ini.Aamiin Yaa Rabbal Aalamiin.Sebelum belajar pastikan kalian melaksanakan sholat dhuha dan membaca Al Qur'an serta morojaah juz amma.
Baiklah anak-anak semua,sebelum kita masuk ke materi kita akan menyanyikan lagu kebiasaan anak Indonesia hebat,kita melakukan tepuk semangat selanjutnya kita akan belajar Matematika,B.Indonesia dan Seni Rupa
MATEMATIKA
Tujuan pembelajaran : Murid dapat dapat mengerjakan berbagai bentuk soal
Metode pembelajaran : PBL(Problem based Learning)
Media Pembelajaran : LCD
Romawi 1
Pilihlah jawaban a,b,c,d yang benar !
9. Sinta memiliki 29 permen dan ingin membaginya kepada 4 temannya secara merata. Berapa banyak permen yang diterima setiap teman dan berapa sisanya?
A. 7 permen, sisa 1
B. 6 permen, sisa 5
C. 7 permen, sisa 2
D. 6 permen, sisa 3
10.Ani memiliki 53 kelereng dan ingin membaginya ke dalam kantong, masing-masing kantong berisi 6 kelereng. Berapa banyak kantong penuh yang bisa dibuat dan berapa sisa kelerengnya?
A. 8 kantong, sisa 4
B. 9 kantong, sisa 2
C. 8 kantong, sisa 5
D. 7 kantong, sisa 5
BAHASA INDONESIA
Tujuan pembelajaran : Murid dapat dapat menyusun urutan logis dan menjaga kohesi antar kalimat
Metode pembelajaran : PBL(Problem based Learning)
Media Pembelajaran : LCD
A. Pengertian
-
Urutan Logis
Urutan logis adalah susunan kalimat atau peristiwa yang runtut, teratur, dan mudah dipahami sesuai alur berpikir atau kronologi kejadian.
Urutan logis membantu pembaca mengerti isi teks tanpa bingung. -
Kohesi Antar Kalimat
Kohesi adalah hubungan atau keterkaitan antara kalimat yang membuat teks terasa padu dan tidak terputus-putus. Kohesi terbentuk dengan penggunaan kata penghubung (konjungsi), kata ganti, atau kata kunci yang diulang.
B. Ciri-Ciri
1. Urutan Logis
-
Informasi tersusun dari awal hingga akhir secara runtut.
-
Tidak ada lompatan ide yang membingungkan.
-
Mengikuti pola tertentu, misalnya:
-
Kronologis (berdasarkan waktu)
-
Sebab-Akibat
-
Umum-Khusus atau sebaliknya
-
2. Kohesi Antar Kalimat
-
Ada kata hubung (dan, tetapi, lalu, sehingga, karena, sedangkan, dll.).
-
Ada kata ganti yang merujuk ke kata sebelumnya (dia, mereka, itu, tersebut, dll.).
-
Ada pengulangan kata kunci untuk menegaskan ide pokok.
C. Contoh
1. Urutan Logis
❌ Tidak logis:
Saya berangkat sekolah. Sebelum itu saya sarapan.
✅ Logis:
Sebelum berangkat sekolah, saya sarapan terlebih dahulu.
2. Kohesi Antar Kalimat
❌ Tidak kohesif:
Budi pergi ke perpustakaan. Buku yang dia baca sangat tebal.
✅ Kohesif:
Budi pergi ke perpustakaan. Di sana, ia membaca buku yang sangat tebal.
D. Langkah Menyusun Urutan Logis dan Kohesi
-
Tentukan ide utama yang ingin disampaikan.
-
Susun kalimat sesuai alur (awal, tengah, akhir).
-
Gunakan kata hubung untuk mengaitkan kalimat.
-
Gunakan kata ganti atau pengulangan kata kunci agar tidak terputus.
-
Baca kembali untuk memastikan tidak ada lompatan ide.
CONTOH
Susunlah kalimat berikut menjadi urutan logis dan kohesif!
-
Lalu, kami membersihkan pantai bersama-sama.
-
Sampah-sampah tersebut kami masukkan ke dalam karung.
-
Pagi itu, kami mengikuti kegiatan bersih-bersih pantai.
-
Setelah terkumpul, sampah dibuang ke tempat pembuangan akhir.
Kunci (contoh jawaban logis & kohesif):
Pagi itu, kami mengikuti kegiatan bersih-bersih pantai.
Lalu, kami membersihkan pantai bersama-sama.
Sampah-sampah tersebut kami masukkan ke dalam karung.
Setelah terkumpul, sampah dibuang ke tempat pembuangan akhir.
D. Latihan
Latihan 1 — Menyusun Urutan Logis
Susunlah kalimat berikut agar urutannya logis dan padu:
-
Kemudian, kami mulai menanam bibit bunga satu per satu.
-
Setelah semua tertanam, kami menyiram bunga dengan air.
-
Pagi itu, siswa kelas 5 melakukan kegiatan menanam bunga di halaman sekolah.
-
Kami membawa bibit bunga dan peralatan taman dari gudang.
Jawaban:......
Latihan 2 — Menyempurnakan Kohesi
Perbaiki kohesi pada kalimat berikut dengan menambahkan kata hubung, kata ganti, atau pengulangan kata kunci.
-
Andi membeli sepeda baru. Sepeda warna merah.
-
Siti meminjam buku di perpustakaan. Buku dia bawa pulang.
-
Ayah pergi ke pasar. Ayah membeli sayuran dan buah-buahan.
Jawaban:.....
SENI RUPA
Tujuan pembelajaran : Murid dapat memahami perpaduan unsur dalam prinsip desain
Metode pembelajaran : PBL(Problem based Learning)
Media Pembelajaran : LCD
A. Pengertian
-
Unsur Seni Rupa
Unsur seni rupa adalah komponen dasar yang membentuk sebuah karya seni.
Contoh unsur seni rupa:-
Titik – unsur terkecil yang menjadi awal terbentuknya garis dan bentuk.
-
Garis – goresan memanjang yang dapat lurus, lengkung, atau patah.
-
Bidang – permukaan datar yang dibatasi garis.
-
Bentuk – wujud yang memiliki panjang, lebar, dan kedalaman.
-
Warna – memberikan kesan dan suasana pada karya.
-
Tekstur – kesan halus atau kasar permukaan.
-
Gelap-Terang – perbedaan tingkat cahaya pada karya.
-
-
Prinsip Desain
Prinsip desain adalah cara mengatur dan memadukan unsur seni rupa agar karya menjadi indah, seimbang, dan menarik.
Contoh prinsip desain:-
Keseimbangan
-
Kesatuan (Unity)
-
Irama (Rhythm)
-
Proporsi
-
Penekanan (Emphasis)
-
-
Perpaduan Unsur dalam Prinsip Desain
Perpaduan unsur pada prinsip desain adalah proses mengatur unsur-unsur seni rupa secara harmonis menggunakan prinsip desain agar karya memiliki nilai estetis dan fungsi yang baik.
B. Tujuan Perpaduan Unsur
-
Menghasilkan karya yang indah dan menarik.
-
Menyampaikan pesan atau makna melalui karya seni.
-
Menjaga keseimbangan visual agar nyaman dilihat.
-
Menciptakan kesan tertentu (ramai, tenang, berirama, atau tegas).
C. Contoh Perpaduan Unsur pada Prinsip Desain
-
Lukisan Pemandangan
-
Unsur warna hijau, biru, dan cokelat dipadukan dengan prinsip keseimbangan dan kesatuan.
-
-
Poster Kesehatan
-
Unsur teks, warna kontras, dan gambar dipadukan dengan prinsip penekanan agar pesan terlihat jelas.
-
-
Anyaman Bambu
-
Unsur garis dan bidang diatur mengikuti prinsip irama sehingga pola terlihat menarik.
-
D. Langkah Menggabungkan Unsur dengan Prinsip Desain
-
Tentukan tema karya.
-
Pilih unsur seni rupa yang sesuai (warna, bentuk, garis, dll.).
-
Terapkan prinsip desain untuk menyusun unsur (misalnya menyeimbangkan posisi, memberi penekanan, atau membuat pola berulang).
-
Periksa kembali keseimbangan dan kesatuan karya.
E. Latihan / Tugas
-
Sebutkan 5 unsur seni rupa dan jelaskan secara singkat!
-
Berikan contoh karya seni yang menggunakan prinsip penekanan.
-
Gambarlah sebuah desain sederhana (misalnya poster atau pola kain) yang memadukan minimal 3 unsur seni rupa dan 2 prinsip desain.
- Refleksi Pembelajaran Hari IniAlhamdulillah sebagian murid dapat menyusun urutan logis dan menjaga kohesi antar kalimat
Komentar
Posting Komentar