25-08-2025
Senin, 25 Agustus 2025
Bahasa Indonesaia dan Matematika
Fitri Daryani, S.Pd
Kelas 5B
Good morning my students....
Tabik pun ,,,!!
Apa kabar anak sholeh sholehah kelas 5B,Alhamdulillah semoga kita semua dalam keadaan sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT serta tetap bersemangat di hari ini.Aamiin Yaa Rabbal Aalamiin.Sebelum belajar pastikan kalian melaksanakan sholat dhuha dan membaca Al Qur'an serta morojaah juz amma.
Baiklah anak-anak semua,sebelum kita masuk ke materi kita akan menyanyikan lagu kebiasaan anak Indonesia hebat,kita melakukan tepuk semangat selanjutnya kita akan melaksanakan kegiatan pembelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika
Tujuan Pembelajaran : Murid dapat memahami kalimat majemuk dengan baik
Metode pembelajaran : PBL (Problem based Learning)
Media Pembelajaran : LCD
1. Ingat Kembali: Apa Itu Kalimat Tunggal?
Sebelum kita lanjut, mari kita ingat dulu apa itu Kalimat Tunggal.
Kalimat Tunggal adalah kalimat yang hanya memiliki satu pola inti, yaitu satu subjek (pelaku) dan satu predikat (kegiatan).
Contoh:
Ibu memasak di dapur. (Subjek: Ibu, Predikat: memasak)
Adik sedang bermain. (Subjek: Adik, Predikat: sedang bermain)
2. Apa Itu Kalimat Majemuk?
Nah, sekarang kita masuk ke topik utama.
Kalimat Majemuk adalah hasil penggabungan dari dua atau lebih kalimat tunggal. Untuk menggabungkannya, kita memerlukan sebuah "penyambung" yang disebut kata hubung (konjungsi).
Contoh:
Kalimat 1: Ayah membaca koran.
Kalimat 2: Ibu menyiram bunga.
Kalimat Majemuk: Ayah membaca koran dan ibu menyiram bunga.
Kata hubung yang digunakan adalah "dan".
Kalimat majemuk yang akan kita pelajari ada dua jenis utama:
A. Kalimat Majemuk Setara
"Setara" berarti kedudukannya sama atau sejajar. Jadi, kalimat-kalimat yang digabungkan sama-sama penting dan bisa berdiri sendiri jika dipisahkan.
Jenis-jenisnya berdasarkan kata hubung:
Hubungan Penjumlahan/Penggabungan:
Kata Hubung: dan, serta, lagi pula
Fungsi: Menggabungkan dua kegiatan atau hal yang sejenis.
Contoh: Rina menyapu lantai dan adiknya merapikan mainan.
Hubungan Pemilihan:
Kata Hubung: atau
Fungsi: Memberikan pilihan di antara dua hal.
Contoh: Kamu mau pergi ke pantai atau ke gunung?
Hubungan Perlawanan/Pertentangan:
Kata Hubung: tetapi, melainkan, sedangkan
Fungsi: Menunjukkan dua hal yang berlawanan.
Contoh: Kakak suka makan sayur, sedangkan adik tidak suka.
B. Kalimat Majemuk Bertingkat
"Bertingkat" berarti ada kalimat yang kedudukannya lebih tinggi (induk) dan ada yang lebih rendah (anak).
Strukturnya: Terdiri dari Induk Kalimat (inti informasi) dan Anak Kalimat (penjelas). Anak kalimat tidak bisa berdiri sendiri dan berfungsi untuk menjelaskan induk kalimat.
Jenis-jenisnya berdasarkan fungsinya:
Menyatakan Alasan/Sebab:
Kata Hubung: karena, sebab, oleh karena itu
Contoh: Anak itu menangis karena mainannya hilang.
Induk Kalimat: Anak itu menangis.
Anak Kalimat (penjelas alasan): ...karena mainannya hilang.
Menyatakan Waktu:
Kata Hubung: ketika, saat, sebelum, sesudah, sejak
Contoh: Paman datang ketika kami sedang makan malam.
Induk Kalimat: Paman datang.
Anak Kalimat (penjelas waktu): ...ketika kami sedang makan malam.
Menyatakan Syarat:
Kata Hubung: jika, kalau, apabila, asal
Contoh: Kamu akan berhasil jika kamu belajar dengan giat.
Induk Kalimat: Kamu akan berhasil.
Anak Kalimat (penjelas syarat): ...jika kamu belajar dengan giat.
Menyatakan Tujuan:
Kata Hubung: agar, supaya, biar
Contoh: Kita harus memakai masker agar tidak tertular penyakit.
Induk Kalimat: Kita harus memakai masker.
Anak Kalimat (penjelas tujuan): ...agar tidak tertular penyakit.
Tips Mudah Membedakan Keduanya
Pertanyaan Kalimat Majemuk Setara Kalimat Majemuk Bertingkat
Bagaimana kedudukannya? Sama penting (Sejajar) Ada yang utama & ada yang penjelas (Induk & Anak)
Bisa dipisah? Ya, keduanya bisa jadi kalimat sendiri. Tidak, anak kalimat tidak bisa berdiri sendiri.
Contoh Kata Hubung dan, atau, tetapi karena, ketika, jika, agar
Tujuan pembelajaran : Murid dapat menentukan kelipatan dan faktor suatu bilangan serta membedakan antara KPK dan FPB.
Metode pembelajaran : PBL(Problem based Learning)
Media Pembelajaran : LCD
MATEMATIKA
Rangkuman Materi: Kelipatan dan Faktor
1. Kelipatan
Kelipatan adalah hasil perkalian suatu bilangan dengan bilangan bulat positif.
Contoh:
Kelipatan dari 4:
4, 8, 12, 16, 20, 24, ...Kelipatan dari 6:
6, 12, 18, 24, 30, ...
✅ Jenis Kelipatan
Kelipatan Persekutuan: Kelipatan yang sama dari dua bilangan atau lebih.
Contoh:
Kelipatan persekutuan dari 4 dan 6:
12, 24, 36, ...
Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK): Kelipatan persekutuan yang paling kecil.
Contoh:
KPK dari 4 dan 6 adalah 12
Kelipatan Persekutuan: Kelipatan yang sama dari dua bilangan atau lebih.
Contoh:
Kelipatan persekutuan dari 4 dan 6:
12, 24, 36, ...
Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK): Kelipatan persekutuan yang paling kecil.
Contoh:
KPK dari 4 dan 6 adalah 12
2. Faktor
Faktor adalah bilangan yang bisa membagi habis suatu bilangan.
Contoh:
Faktor dari 12:
1, 2, 3, 4, 6, 12Faktor dari 18:
1, 2, 3, 6, 9, 18
✅ Jenis Faktor
Faktor Persekutuan: Faktor yang sama dari dua bilangan atau lebih.
Contoh:
Faktor persekutuan dari 12 dan 18:
1, 2, 3, 6
Faktor Persekutuan Terbesar (FPB): Faktor persekutuan yang paling besar.
Contoh:
FPB dari 12 dan 18 adalah 6
3.BILANGAN PRIMA
Faktor Persekutuan: Faktor yang sama dari dua bilangan atau lebih.
Contoh:
Faktor persekutuan dari 12 dan 18:
1, 2, 3, 6
Faktor Persekutuan Terbesar (FPB): Faktor persekutuan yang paling besar.
Contoh:
FPB dari 12 dan 18 adalah 6
3.BILANGAN PRIMA
Bilangan yang hanya memiliki 2 faktor, yaitu 1 dan dirinya sendiri.
Contoh:
2, 3, 5, 7, 11, 13, 17, ...
4.Cara Menentukan KPK DAN FPB
KPK: Gunakan kelipatan atau faktorisasi prima
FPB: Gunakan faktor-faktor atau faktorisasi prima
Bilangan genap = habis dibagi 2
Semua bilangan adalah kelipatan dirinya sendiri
KPK digunakan untuk mencari waktu bersama yang paling cepat (misalnya: lampu menyala bersamaan)
FPB digunakan untuk membagi sesuatu menjadi bagian yang sama besar (misalnya: membagi kue)
Komentar
Posting Komentar