26-08-2025

  Selasa, 26 Agustus  2025

  Matematika Bahasa Indonesiadan Seni Rupa

Fitri Daryani, S.Pd

Kelas 5B

Good morning my students....

Tabik pun ,,,!!

Apa kabar anak sholeh sholehah kelas 5B,Alhamdulillah semoga kita semua dalam keadaan sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT  serta tetap bersemangat di hari ini.Aamiin Yaa Rabbal Aalamiin.Sebelum belajar pastikan kalian melaksanakan sholat dhuha  dan membaca Al Qur'an serta morojaah juz amma.

Baiklah anak-anak semua,sebelum kita masuk ke materi  kita akan menyanyikan lagu kebiasaan anak Indonesia hebat,kita melakukan tepuk semangat selanjutnya kita akan  melaksanakan kegiatan pembelajaran  Bahasa Indonesia dan Matematika dan seni rupa

Tujuan Pembelajaran : Murid dapat menyelesaikan soal yang berhubungan denagn KPK dan                                                 FPB

Metode pembelajaran :    PBL(Problem based Learning)

Media Pembelajaran :      LCD

 Rangkuman Materi KPK dan FBB 

Pengertian

  • Faktor Prima adalah bilangan yang hanya memiliki dua faktor, yaitu 1 dan dirinya sendiri (contoh: 2, 3, 5, 7, 11, dst).

  • Pohon Faktor adalah cara memecah sebuah bilangan menjadi faktor-faktor primanya dengan membuat cabang seperti pohon.

  • FPB (Faktor Persekutuan Terbesar) adalah bilangan bulat terbesar yang dapat membagi habis dua atau lebih bilangan.

  • KPK (Kelipatan Persekutuan Terkecil) adalah bilangan bulat terkecil yang merupakan kelipatan dari dua atau lebih bilangan.

Cara Membuat Pohon Faktor

    1. Tuliskan bilangan yang akan difaktorkan.

    2. Pecah bilangan tersebut menjadi hasil perkalian dua bilangan.

    3. Jika masih bisa dipecah, teruskan sampai hasilnya berupa bilangan prima.

    4. Lingkari semua bilangan prima.

    Contoh:
    Faktorkan 36 dengan pohon faktor

    36 / \ 6 6 / \ / \ 2 3 2 3

      

Menentukan FPB dengan Pohon Faktor

Langkah:

  1. Buat pohon faktor dari setiap bilangan.

  2. Ambil semua faktor prima yang sama, dengan pangkat terkecil.

  3. Kalikan hasilnya.

Contoh: Tentukan FPB dari 36 dan 48.

  • 36 = 22×322^2 × 3^2

  • 48 = 24×312^4 × 3^1

Faktor prima yang sama = 2 dan 3

  • Ambil pangkat terkecil dari 2 = 222^2

  • Ambil pangkat terkecil dari 3 = 313^1
    FPB = 22×3=4×3=122^2 × 3 = 4 × 3 = 12

4. Menentukan KPK dengan Pohon Faktor

Langkah:

  1. Buat pohon faktor dari setiap bilangan.

  2. Ambil semua faktor prima, dengan pangkat terbesar.

  3. Kalikan hasilnya.

Contoh: Tentukan KPK dari 36 dan 48.

  • 36 = 22×322^2 × 3^2

  • 48 = 24×312^4 × 3^1

Faktor prima yang digunakan = 2 dan 3

  • Ambil pangkat terbesar dari 2 = 242^4

  • Ambil pangkat terbesar dari 3 = 323^2
    KPK = 24×32=16×9=1442^4 × 3^2 = 16 × 9 = 144

5. Kesimpulan

  • FPB diambil dari pangkat terkecil pada faktor yang sama.

  • KPK diambil dari pangkat terbesar pada semua faktor.

  • Pohon faktor membantu memecah bilangan menjadi faktor prima agar lebih mudah mencari KPK dan FPB.

Soal Latihan

  • 1. Buatlah pohon faktor dari bilangan berikut:

       a. 24
       b. 42
       c. 60


    2. Tentukan FPB dari bilangan berikut dengan menggunakan pohon faktor:

       a. 24 dan 36
       b. 18 dan 42
       c. 30 dan 45

    3. Tentukan KPK dari bilangan berikut dengan menggunakan pohon faktor:

       a. 12 dan 18
       b. 20 dan 50
       c. 15 dan 25

  • d. 14 dan 32

Soal Cerita

   4. Seorang petani memiliki 36 jeruk dan 48 apel. Buah-buahan tersebut akan dimasukkan ke dalam keranjang dengan jumlah yang sama banyak tanpa ada sisa. Berapa banyak buah dalam setiap keranjang? (Gunakan FPB)

   5. Dua lampu menyala bersamaan pada pukul 07.00. Lampu A menyala setiap 12 menit, Lampu B menyala setiap 18 menit. Pada pukul berapa kedua lampu akan menyala bersamaan lagi? (Gunakan KPK)

Tujuan Pembelajaran : Murid dapat mengidentifikasi gagasan pokok dan informasi penting dalam teks narasi deskripsi dan prosedur melalui membaca intensif dan diskusi kelompok     

Metode pembelajaran :    PBL(Problem based Learning)

Media Pembelajaran   :      LCD

  Rangkuman Materi Bahasa Indonesia

Teks Narasi

a. Pengertian

Teks narasi adalah teks yang menceritakan suatu peristiwa atau kejadian secara runtut (berurutan) sehingga pembaca seolah-olah mengalami sendiri kejadian tersebut.

b. Tujuan

  • Menghibur pembaca.

  • Memberi informasi dengan cara bercerita.

  • Mengisahkan pengalaman tokoh atau kejadian tertentu.

c. Struktur Teks Narasi

  1. Orientasi → pengenalan tokoh, tempat, waktu.

  2. Komplikasi/Peristiwa → urutan kejadian, biasanya mengandung masalah atau konflik.

  3. Resolusi → penyelesaian masalah atau akhir cerita.

d. Contoh Singkat

"Pagi itu, Dinda berangkat ke sekolah dengan semangat. Namun, tiba-tiba hujan deras turun. Untung saja ia membawa payung, sehingga ia tetap bisa sampai ke sekolah dengan selamat."

2. Teks Deskripsi

a. Pengertian

Teks deskripsi adalah teks yang menggambarkan suatu benda, tempat, atau suasana dengan jelas dan detail, sehingga pembaca seakan-akan melihat, mendengar, atau merasakannya.

b. Tujuan

  • Menggambarkan objek secara nyata.

  • Membuat pembaca seolah-olah melihat langsung objek tersebut.

c. Struktur Teks Deskripsi

  1. Identifikasi → pengenalan objek yang dideskripsikan.

  2. Deskripsi Bagian → rincian ciri-ciri objek (bentuk, warna, ukuran, suasana, dll.).

  3. Simpulan → kesan penulis terhadap objek tersebut.

d. Contoh Singkat

"Halaman sekolahku sangat luas. Di samping kiri ada taman bunga yang berwarna-warni. Di kanan terdapat lapangan basket yang sering dipakai untuk olahraga. Suasananya sejuk dan menyenangkan."

3. Teks Prosedur

a. Pengertian

Teks prosedur adalah teks yang berisi langkah-langkah untuk melakukan sesuatu agar tujuan tercapai dengan benar.

b. Tujuan

  • Memberi petunjuk melakukan sesuatu.

  • Membimbing pembaca agar dapat melaksanakan kegiatan dengan baik.

c. Struktur Teks Prosedur

  1. Tujuan → apa yang akan dibuat atau dilakukan.

  2. Alat dan Bahan (jika diperlukan).

  3. Langkah-langkah → urutan kegiatan secara runtut.

d. Contoh Singkat

Cara Membuat Teh Manis

  1. Siapkan gelas, gula, sendok, dan teh celup.

  2. Masukkan gula ke dalam gelas.

  3. Masukkan teh celup lalu tuangi air panas.

  4. Aduk hingga rata.

  5. Teh manis siap diminum.

 Kesimpulan

  • Narasi → menceritakan kejadian (orientasi, peristiwa, resolusi).

  • Deskripsi → menggambarkan objek (identifikasi, deskripsi bagian, simpulan).

  • Prosedur → menjelaskan langkah-langkah (tujuan, alat/bahan, langkah).

  • Pilihlah jawaban yang paling tepat!

    1. Teks yang menceritakan sebuah kejadian secara berurutan disebut …
      a. Teks deskripsi
      b. Teks narasi
      c. Teks prosedur
      d. Teks eksposisi

    2. Struktur teks narasi yang berisi pengenalan tokoh, waktu, dan tempat disebut …
      a. Resolusi
      b. Komplikasi
      c. Orientasi
      d. Identifikasi

    3. Bagian teks deskripsi yang berisi rincian ciri-ciri objek disebut …
      a. Simpulan
      b. Deskripsi bagian
      c. Identifikasi
      d. Orientasi

    4. Teks yang berisi langkah-langkah untuk membuat sesuatu disebut …
      a. Teks narasi
      b. Teks deskripsi
      c. Teks prosedur
      d. Teks laporan

    5. Dalam teks prosedur, langkah-langkah harus disusun …
      a. Sesuai keinginan penulis
      b. Tidak perlu urut
      c. Secara runtut
      d. Dari akhir ke awal

    Bagian 2: Isian Singkat

    1. Sebutkan tiga struktur teks narasi!

    2. Apa tujuan teks deskripsi?

    3. Bagian awal teks prosedur biasanya berisi …

    4. Berikan satu contoh kegiatan yang bisa ditulis dalam bentuk teks prosedur!

    5. Teks narasi biasanya memiliki … atau masalah.

    Bagian 3: Essay

    1. Bacalah teks berikut!

    "Hari Minggu lalu, aku dan keluarga pergi ke pantai. Kami bermain pasir dan berenang. Sungguh menyenangkan sekali."

    → Teks di atas termasuk jenis teks apa? Sebutkan alasannya!

    1. Buatlah sebuah teks deskripsi singkat tentang kelasmu (3–4 kalimat).

    2. Buatlah teks prosedur singkat tentang cara mencuci tangan yang benar (4–5 langkah)     

  • MATERI SENI RUPA

    Tujuan Pembelajaran : Murid dapat  Mempresentasikan  penilaian karya dan penciptaan karya                               seni rupa dengan menggunakan kosa kata seni

    Metode pembelajaran :    PBL(Problem based Learning)

    Media Pembelajaran   :      LCD

    Dalam seni rupa, setiap karya tidak hanya dinilai dari bagus atau tidaknya, tetapi juga dari bagaimana unsur-unsur seni digunakan. Untuk itu, kita perlu mengenal kosakata seni agar bisa menilai karya seni rupa dengan baik, santun, dan lebih mendalam.                                                                                                                            

    1. Garis → jejak goresan yang membentuk bentuk (lurus, lengkung, zig-zag).

    2. Bentuk → wujud dari karya seni (geometris, bebas, figuratif).

    3. Warna → dapat memberi kesan cerah, gelap, hangat, atau sejuk.

    4. Ruang → kesan luas, kedalaman, atau jarak pada karya.

    5. Tekstur → kesan halus, kasar, lembut, atau keras pada permukaan karya.

    6. Komposisi → cara menyusun unsur-unsur seni agar terlihat rapi dan seimbang.

    7. Proporsi → perbandingan ukuran bagian-bagian dalam karya.

    8. Keseimbangan → keteraturan sehingga karya tidak tampak “jatuh” ke satu sisi.

    9. Harmoni → keselarasan antarunsur, sehingga karya terasa indah dan nyaman.

    C. Cara Menilai Karya Seni Rupa dengan Kosakata Seni

    1. Mengamati → lihat karya secara menyeluruh.

    2. Mengidentifikasi unsur → garis, bentuk, warna, ruang, tekstur.

    3. Menilai kelebihan karya → apa yang membuat karya menarik (misalnya: “warna cerah membuat gambar lebih hidup”).

    4. Menilai kekurangan karya → apa yang bisa diperbaiki (misalnya: “proporsi tubuh masih kurang seimbang”).

    5. Menyampaikan penilaian dengan bahasa santun → gunakan kata-kata membangun, bukan merendahkan.

    D. Contoh Penilaian Karya dengan Kosakata Seni

    👉 Contoh karya: Sebuah gambar bunga berwarna-warni.

    Penilaian dengan kosakata seni:

    • Kelebihan: Warna cerah membuat bunga terlihat indah. Komposisi bunga dan daun seimbang.

    • Kekurangan: Proporsi batang masih terlalu kecil dibanding bunganya.

    • Saran: Batang bisa dibuat lebih besar agar terlihat lebih proporsional.

    E. Kesimpulan

    • Penilaian karya seni rupa harus menggunakan kosakata seni, bukan hanya kata “bagus” atau “jelek”.

    • Dengan kosakata seni, penilaian menjadi lebih jelas, logis, dan membangun.

    • Menilai karya seni juga melatih kita untuk lebih menghargai diri sendiri dan orang lain.  

    • Refleksi kegiatan pembelajaran hari ini 

    • Alhamdulillah sebagian besar murid dapat menyelesaikan soal yang berhubungan dengan KPK dan  FPB namun masih ada Murid yang belum memahami  cara mencari KPK dan FPB  








    •    

Komentar

Postingan Populer