04 Agustus 2025
Bahasa Indonesia dan Matematika
Fitri Daryani, S.Pd
Kelas 5B
Good morning my students....
Tabik pun ,,,!!
Apa kabar anak sholeh sholehah kelas 5B,Alhamdulillah semoga kita semua dalam keadaan sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT serta tetap bersemangat di hari ini.Aamiin Yaa Rabbal Aalamiin.Sebelum belajar pastikan kalian melaksanakan sholat dhuha dan membaca Al Qur'an serta morojaah juz amma.
Baiklah anak-anak semua,sebelum kita masuk ke materi kita akan menyanyikan lagu kebiasaan anak Indonesia hebat,kita melakukan tepuk semangat selanjutnya kita akan belajar Bahasa Indonesia dan Matematika
Materi Bahasa Indonesia
Tujuan pembelajaran : Murid dapat menyampaikan simpulan secara runtut dan logis
Metode pembelajaran : PBL (Problem based Learning)
Media Pembelajaran : LCD
Materi Ajar: Kata penghubung dan kalimat efektif
Kata Penghubung (Konjungsi)
Kata penghubung, atau konjungsi, adalah kata yang berfungsi untuk menghubungkan kata dengan kata, frasa dengan frasa, klausa dengan klausa, atau kalimat dengan kalimat. Penggunaan konjungsi yang tepat akan membuat tulisan atau ucapan menjadi lebih terstruktur dan logis.
Ada beberapa jenis konjungsi, yaitu:
- Konjungsi Koordinatif: Menghubungkan dua unsur yang setara.
- Contoh: dan, atau, tetapi, melainkan, padahal, sedangkan.
- Contoh Kalimat: "Ia menyanyi dan menari dengan gembira."
- Konjungsi Subordinatif: Menghubungkan dua unsur yang tidak setara, di mana salah satu unsurnya (anak kalimat) bergantung pada unsur lain (induk kalimat).
- Contoh: agar, supaya, sebab, karena, bahwa, jika, ketika, meskipun.
- Contoh Kalimat: "Ayah berangkat ke kantor ketika matahari terbit."
- Konjungsi Antarkalimat: Menghubungkan satu kalimat dengan kalimat lain. Konjungsi ini biasanya diletakkan di awal kalimat kedua dan diikuti dengan tanda koma.
- Contoh: oleh karena itu, dengan demikian, sebaliknya, selain itu, akan tetapi.
- Contoh Kalimat: "Hujan turun sangat deras. Oleh karena itu, pertandingan sepak bola dibatalkan."
Kalimat Efektif
Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat menyampaikan gagasan, pesan, atau informasi secara tepat, ringkas, dan jelas kepada pembaca atau pendengar. Sebuah kalimat bisa disebut efektif jika memenuhi beberapa syarat berikut:
- Kesesuaian dengan Tata Bahasa (Gramatikal): Menggunakan struktur dan kaidah bahasa Indonesia yang benar. Kalimat harus memiliki subjek, predikat, objek, atau pelengkap yang jelas.
- Contoh Kalimat Tidak Efektif: "Bagi semua siswa diwajibkan untuk memakai seragam."
- Contoh Kalimat Efektif: "Semua siswa diwajibkan untuk memakai seragam."
- Kehematan Kata: Tidak menggunakan kata-kata yang tidak perlu (pleonasme) yang membuat kalimat menjadi boros dan ambigu.
- Contoh Kalimat Tidak Efektif: "Dia sangat gembira sekali."
- Contoh Kalimat Efektif: "Dia sangat gembira." atau "Dia gembira sekali."
- Kesejajaran (Paralelisme): Menggunakan bentuk kata atau struktur kalimat yang sama dalam satu rangkaian.
- Contoh Kalimat Tidak Efektif: "Kegiatan itu meliputi menanam pohon, membersihkan selokan, dan pengecatan pagar."
Komentar
Posting Komentar