Senin, 31 Agustus 2026 Pendidikan Pancasila
IDENTITAS DIRI
Nama guru : Fitri Daryani, S.Pd.
Mapel : Pendididkan Pancasila
Hari/Tanggal : Senin / 31 Agustus 2026
Kelas : IV C
Good morning students…
Tabik pun....!!!!
Assalamualaikum Wr.Wb.
Good morning students class 4C…how are you today ? I hope everyone is in good health, high spirits and happy.
Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲
Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah.
Pada pembelajaran Pendidikan Pancasila hari ini, kita akan belajar mengenal tokoh-tokoh hebat perumus dasar negara kita, yaitu Pancasila. Kita akan membaca kisah perjuangan para pendiri bangsa, mengidentifikasi karakter terpuji dan nilai-nilai kepahlawanan mereka saat merumuskan Pancasila, serta belajar bagaimana meneladani nilai-nilai tersebut dalam kehidupan kita sehari-hari di rumah, sekolah, dan masyarakat.
Simak penjelasan Bu Guru dengan saksama, bacalah materi dengan teliti, jangan ragu untuk bertanya, dan sampaikan pendapatmu dengan percaya diri. 🌟
Tetap semangat belajar, ananda sholeh dan sholehah IV C!
📌 CAPAIAN PEMBELAJARAN
Peserta didik mampu mengidentifikasi tokoh-tokoh perumus Pancasila, memahami proses perumusan dasar negara, mengidentifikasi karakter dan nilai-nilai kepahlawanan para perumus Pancasila, serta meneladani nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
🎯 TUJUAN PEMBELAJARAN
Melalui kegiatan membaca narasi sejarah, mengamati gambar tokoh, berdiskusi, serta mengerjakan latihan, peserta didik mampu:
1. Mengidentifikasi tokoh-tokoh utama perumus Pancasila (Mr. Muhammad Yamin, Prof. Dr. Mr. Soepomo, dan Ir. Soekarno).
2. Menjelaskan peran para tokoh dalam proses perumusan dasar negara Indonesia.
3. Mengidentifikasi karakter terpuji dan nilai-nilai kepahlawanan para perumus Pancasila.
4. Menganalisis pentingnya sikap toleransi, musyawarah, dan kebersamaan dalam perumusan Pancasila.
5. Menunjukkan contoh perilaku meneladani nilai kepahlawanan perumus Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
6. Menunjukkan sikap cinta tanah air, menghargai perbedaan, disiplin, dan bertanggung jawab.
✅ ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN
Peserta didik mampu:
1. Menyebutkan nama-nama tokoh perumus Pancasila dengan benar.
2. Menjelaskan sikap dan karakter positif yang dimiliki para perumus Pancasila.
3. Menjelaskan pentingnya musyawarah mufakat dan toleransi dalam perumusan Pancasila.
4. Memberikan contoh penerapan nilai-nilai kepahlawanan Pancasila di lingkungan sekitar.
5. Menunjukkan sikap menghargai pendapat orang lain saat berdiskusi di kelas.
📚 MATERI POKOK
📖 Membaca teks narasi proses perumusan Pancasila
👤 Mengenal tokoh-tokoh perumus Pancasila
⭐ Karakter dan nilai-nilai kepahlawanan para perumus Pancasila
🤝 Meneladani nilai perumusan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari (Musyawarah, Toleransi, Cinta Tanah Air, Rela Berkorban)
🧩 MODEL / METODE PEMBELAJARAN
Membaca narasi, mengamati gambar tokoh, diskusi kelompok, tanya jawab, analisis studi kasus, dan penugasan.
📝 MEDIA PEMBELAJARAN / ALAT PERAGA
Gambar/Foto Tokoh Perumus Pancasila, Teks Narasi Sejarah BPUPKI, LKPD, Slide Presentasi Digital, dan Papan Tulis.
💭 APERSEPSI
Alhamdulillah, anak-anak sholih dan sholihah, sekarang kita masuk ke pelajaran Pendidikan Pancasila.
Guru menampilkan gambar Burung Garuda Pancasila dan foto tiga tokoh perumus Pancasila (Mr. Muhammad Yamin, Prof. Dr. Mr. Soepomo, Ir. Soekarno).
Kemudian guru bertanya kepada peserta didik:
💭 "Anak-anak, tahukah kalian siapa yang merumuskan dasar negara Pancasila yang sering kita ucapkan setiap upacara bendera?"
💭 "Pernahkah kalian berbeda pendapat dengan teman saat memilih ketua kelas atau menentukan permainan? Bagaimana cara kalian menyelesaikannya?"
💭 "Mengapa para pahlawan bangsa dulu bisa bersatu padahal mereka berasal dari suku dan daerah yang berbeda-beda?"
Guru menjelaskan bahwa Pancasila lahir dari proses musyawarah yang panjang oleh para tokoh bangsa yang memiliki jiwa besar, rasa cinta tanah air yang tinggi, serta keteladanan akhlak yang sangat mulia.
🌙 Penguatan Keimanan dan Ketakwaan
Allah Swt. memerintahkan kita untuk saling mengenal dan bersatu dalam kebaikan. Dalam Al-Qur'an Surah Ali 'Imran ayat 159, Allah mengajarkan pentingnya bermusyawarah dan bersikap lemah lembut dalam menyelesaikan persoalan.
Para perumus Pancasila telah meneladani perintah tersebut dengan mengedepankan persatuan, saling menghormati, dan keikhlasan demi bangsa dan negara.
Meneladani sikap para pahlawan merupakan salah satu wujud rasa syukur kita kepada Allah Swt. atas kemerdekaan Indonesia.
Yuk, kita pelajari bersama dengan penuh semangat dan rasa bangga! 🇮🇩✨
📖 MATERI PEMBELAJARAN
1. Membaca Teks Narasi: Perjuangan Merumuskan Dasar Negara
🕊️ Musyawarah Hebat Para Pendiri Bangsa
Menjelang kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945, para tokoh bangsa berkumpul dalam sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Mereka berdiskusi untuk merumuskan dasar negara bagi Indonesia yang merdeka.
Dalam sidang tersebut, beberapa tokoh menyampaikan gagasan dan usulan mengenai rumusan dasar negara. Meskipun mereka berasal dari latar belakang suku, agama, dan daerah yang berbeda, mereka berbicara dengan santun, saling mendengarkan, dan tidak mengedepankan kepentingan pribadi.
Tiga tokoh utama yang menyampaikan gagasan rumusan dasar negara dalam sidang BPUPKI adalah Mr. Muhammad Yamin, Prof. Dr. Mr. Soepomo, dan Ir. Soekarno.
Setelah melalui proses diskusi dan musyawarah yang mendalam, pada tanggal 1 Juni 1945 Ir. Soekarno memperkenalkan nama "Pancasila" sebagai dasar negara. Kemudian dilanjutkan oleh Panitia Sembilan hingga akhirnya disahkanlah rumusan Pancasila sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 pada tanggal 18 Agustus 1945.
Para perumus Pancasila mengutamakan persatuan Indonesia di atas segala-galanya. Mereka mengajarkan kepada kita bahwa perbedaan pendapat bukan alasan untuk berpecah belah, melainkan modal untuk melahirkan keputusannya yang terbaik bagi bersama.
👤 2. Mengenal Tokoh-Tokoh Perumus Pancasila
Mari kita kenali lebih dekat tiga tokoh utama perumus Pancasila berikut ini:
🇲🇨 1. Mr. Muhammad Yamin (29 Mei 1945)
Beliau adalah seorang sastrawan, ahli hukum, dan politikus Indonesia. Dalam sidang BPUPKI tanggal 29 Mei 1945, beliau menyampaikan gagasan dasar negara Indonesia merdeka yang terdiri dari:
1. Peri Kebangsaan
2. Peri Kemanusiaan
3. Peri Ketuhanan
4. Peri Kerakyatan
5. Kesejahteraan Rakyat
🇲🇨 2. Prof. Dr. Mr. Soepomo (31 Mei 1945)
Beliau adalah seorang ahli hukum pakar hukum adat. Dalam gagasannya pada tanggal 31 Mei 1945, beliau menekankan pentingnya persatuan dan kesatuan. Lima asas dasar negara menurut beliau yaitu:
1. Persatuan
2. Kekeluargaan
3. Keseimbangan Lahir dan Batin
4. Musyawarah
5. Keadilan Rakyat
🇲🇨 3. Ir. Soekarno (1 Juni 1945)
Beliau adalah Proklamator Kemerdekaan dan Presiden Pertama Republik Indonesia. Pada tanggal 1 Juni 1945, beliau menyampaikan usulan lima dasar negara yang diberi nama Pancasila, yaitu:
1. Kebangsaan Indonesia
2. Internasionalisme atau Peri Kemanusiaan
3. Mufakat atau Demokrasi
4. Kesejahteraan Sosial
5. Ketuhanan yang Maha Esa
⭐ 3. Karakter dan Nilai-Nilai Kepahlawanan Perumus Pancasila
Para perumus Pancasila memiliki karakter luar biasa yang patut kita contoh:
❤️ Cinta Tanah Air dan Semangat Kebangsaan (Nasionalisme)
Para tokoh sangat mencintai bangsa Indonesia melebihi kepentingan diri mereka sendiri.
🤝 Mengutamakan Musyawarah untuk Mufakat
Setiap perbedaan pendapat diselesaikan melalui diskusi yang tenang, ramah, dan saling menghormati.
🕊️ Jiwa Besar dan Toleransi Tinggi
Para tokoh mau menerima perbedaan pendapat dan mau mengubah atau menyempurnakan usulan demi menjaga persatuan bangsa (contohnya perubahan kalimat pada Piagam Jakarta demi keutuhan NKRI).
💪 Rela Berkorban dan Pantang Menyerah
Mengorbankan waktu, tenaga, dan pikiran demi kemerdekaan dan ketertiban bangsa Indonesia.
🤲 Beriman dan Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
Menyadari bahwa kemerdekaan dan dasar negara yang dirumuskan adalah atas rahmat Allah Swt.
🏡 4. Meneladani Nilai Perumusan Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari
Bagaimana kita menerapkan nilai kepahlawanan ini di kehidupan sehari-hari?
🏫 A. Di Lingkungan Sekolah:
- Bermusyawarah saat menentukan ketua kelas atau membagi tugas kelompok.
- Menghormati teman yang sedang menyampaikan pendapat.
- Berteman dengan siapa saja tanpa membeda-bedakan suku atau agama (toleransi).
- Mengakui kesalahan dan menerima hasil keputusan bersama dengan ikhlas (jiwa besar).
🏠 B. Di Lingkungan Rumah:
- Bermusyawarah menentukan tujuan liburan atau pembagian tugas merapikan rumah.
- Membantu orang tua dan menyayangi saudara dengan ikhlas (rela berkorban).
- Saling menghargai pilihan dan pendapat anggota keluarga.
🏘️ C. Di Lingkungan Masyarakat:
- Ikut serta menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan (gotong royong).
- Menghormati tetangga yang sedang beribadah.
- Membantu tetangga yang membutuhkan bantuan tanpa memandang latar belakang.
🗣️ AYO BERDISKUSI!
Diskusikan pertanyaan berikut bersama teman sekelompokmu dengan santun dan tertib!
1. Siapa sajakah tiga tokoh utama yang menyampaikan usulan dasar negara dalam sidang BPUPKI?
2. Mengapa tanggal 1 Juni diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila?
3. Karakter baik apa yang tercermin dari sikap para tokoh perumus Pancasila saat menyampaikan gagasannya?
4. Apa yang dilakukan para perumus Pancasila ketika terdapat perbedaan pendapat di antara mereka?
5. Mengapa sikap toleransi sangat penting dalam proses perumusan Pancasila?
6. Bagaimana sikapmu jika keputusan dalam musyawarah kelas tidak sesuai dengan keinginan pribadimu?
7. Berikan dua contoh tindakan meneladani nilai kepahlawanan perumus Pancasila di lingkungan sekolah!
Sampaikan hasil diskusimu di depan kelas dengan penuh rasa percaya diri! 🌟
📝 LATIHAN HARIAN
Kerjakan latihan ini di buku tulismu dengan jujur, teliti, tertib, dan penuh percaya diri! 💪✨
A. Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang tepat!
1. Badan yang bertugas menyelidiki usaha-usaha persiapan kemerdekaan Indonesia adalah __________.
2. Ir. Soekarno menyampaikan pidato rumusan Pancasila pada tanggal __________.
3. Asas dasar negara mengenai "Persatuan dan Kekeluargaan" diusulkan oleh Prof. Dr. Mr. __________.
4. Menyelesaikan masalah bersama dengan cara bertukar pikiran disebut __________.
5. Tokoh yang mengusulkan lima dasar negara yaitu Peri Kebangsaan, Peri Kemanusiaan, Peri Ketuhanan, Peri Kerakyatan, dan Kesejahteraan Rakyat adalah __________.
6. Sikap rela menerima pendapat orang lain yang berbeda demi kebaikan bersama disebut sikap __________.
7. Mengurangi waktu bermain untuk ikut serta membersihkan lingkungan sekolah merupakan bentuk sikap rela __________.
8. Keputusan yang diambil dalam musyawarah hendaknya dapat dipertanggungjawabkan kepada __________ dan masyarakat.
9. Menghargai perayaan hari besar agama teman yang berbeda merupakan bentuk nilai __________.
10. Kita harus meneladani nilai-nilai kepahlawanan perumus Pancasila dalam kehidupan __________.
B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan jelas dan benar!
1. Sebutkan 3 tokoh perumus dasar negara Indonesia!
2. Kapan Pancasila secara resmi disahkan sebagai dasar negara Indonesia?
3. Mengapa kita harus menghormati perbedaan pendapat saat bermusyawarah?
4. Tuliskan 3 karakter terpuji yang dimiliki oleh para perumus Pancasila!
5. Apa akibatnya jika suatu masalah tidak diselesaikan melalui musyawarah?
6. Berikan 2 contoh sikap jiwa besar saat berada di sekolah!
7. Mengapa para tokoh perumus Pancasila bisa bersatu meskipun berasal dari daerah yang berbeda?
8. Bagaimana cara meneladani sikap cinta tanah air sebagai seorang pelajar SD?
9. Apa yang dimaksud dengan musyawarah mufakat?
10. Mengapa nilai-nilai kepahlawanan perumus Pancasila penting diterapkan dalam kehidupan sehari-hari?
🔑 KUNCI JAWABAN
A. Isian Singkat:
1. BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia).
2. 1 Juni 1945.
3. Soepomo.
4. Musyawarah.
5. Mr. Muhammad Yamin.
6. Toleransi / Jiwa besar.
7. Berkorban.
8. Tuhan Yang Maha Esa.
9. Toleransi / Toleransi beragama.
10. Sehari-hari.
B. Uraian:
1. Mr. Muhammad Yamin, Prof. Dr. Mr. Soepomo, dan Ir. Soekarno.
2. Tanggal 18 Agustus 1945.
3. Agar suasana tetap rukun, tidak terjadi pertengkaran, dan dapat melahirkan keputusan terbaik untuk bersama.
4. Cinta tanah air, mengutamakan musyawarah/toleransi, dan rela berkorban demi persatuan bangsa.
5. Dapat timbul perselisihan, pertengkaran, dan tidak tercipta keputusan yang adil bagi semua orang.
6. Mau meminta maaf jika berbuat salah dan mau menerima keputusan hasil pemungutan suara kelas dengan ikhlas.
7. Karena mereka sama-sama memiliki rasa cinta tanah air yang tinggi dan cita-cita yang sama untuk memerdekakan Indonesia.
8. Belajar dengan tekun, mematuhi aturan sekolah, mencintai produk dalam negeri, dan menjaga kebersihan lingkungan.
9. Musyawarah mufakat adalah pembahasan bersama untuk mencapai kesepakatan atau keputusan yang disetujui oleh seluruh peserta.
10. Agar tercipta kehidupan yang rukun, damai, bersatu, serta tercipta lingkungan masyarakat yang harmonis.
🌈 KESIMPULAN
Hari ini kita telah belajar tentang perjalanan sejarah perumusan dasar negara kita, Pancasila.
Kita telah mengenal tokoh-tokoh hebat pendiri bangsa seperti:
🇮🇩 Mr. Muhammad Yamin
🇮🇩 Prof. Dr. Mr. Soepomo
🇮🇩 Ir. Soekarno
Kita belajar bahwa Pancasila dirumuskan dengan semangat:
❤️ Cinta tanah air & kebangsaan
🤝 Musyawarah mufakat
🕊️ Jiwa besar dan toleransi tinggi
💪 Rela berkorban demi persatuan
Sebagai generasi penerus bangsa yang sholeh dan sholehah, mari kita selalu meneladani akhlak dan karakter terpuji para pahlawan kita dalam setiap tindakan kita sehari-hari! 🇮🇩✨
💭 REFLEKSI


Komentar
Posting Komentar